Pages

11 June 2008

You read this... COMMENT!! (mandatory)

Links to this post
Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya bila judul post kali ini agak mengusik kenyamanan para pembaca sekalian he..he...sweat. Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin membahas sedikit romantika perkomentaran dalam blogosphere baik dari sisi sosial maupun teknis (yang pasti menurut versi saya gitu evileyebrows).

Comment and Policy
Okay kita langsung mulai saja. Blog tanpa komentar seperti sayur asem kurang goyang, kalo kata Inul Daratista. Keunggulan blog bila dibandingkan publikasi bentuk lainnya memang terletak dari sisi interaksi yang intens antara si penulis dengan pembacanya. Intraksi tersebut tercipta dengan tersedianya fasilitas komentar untuk suatu tulisan yang dapat diisi oleh para pembacanya. Akan tentapi tidak setiap pembaca dapat berkomtar begitu saja, hal ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang ditetapkan oleh si empunya blog. Kebijakan komentar dengan moderasi diterapkan pada umumnya oleh si empunya blog yang cenderung jaim dan berselera tinggi, munkin juga termasuk seleb sehingga banyak orang yang nyampah sekalian numpang tenar. Sedangkan kebijakan komentar tanpa moderasi diterapkan pada umumnya oleh si empunya blog yang cenderung nggak punya image (karena tergolong kepada blog gurem), sehingga biasanya sudah sangat bersukur sekali bila ada satu dua komentar saja yang nyangsrang walaupun itu spam sekalipun (curhat colongan biggrin).

Comment and Moral Support
Entah ya pada orang lain, saya sendiri akan sangat senang sekali bila ada orang yang berkomentar pada salah satu post di blog ini, baik itu nyambung atau tidak dengan tulisan di atasnyatongue. Teatapi saya akan sangat bahagia bila komentar tersebut merupakan feedback dari tulisang di atasnya sehingga dapat tercipta sebuah diskusi yang membangun ataupun perluasan wawasan, sudut pandang dan berbagai hal positif lainnya. Akan tetapi saya menulis blog bukan karena komentar, ada-tidak adanya komentar atau bahkan ada-tidak adanya yang membaca (selain saya sendiri) saya juga akan tetap menulis saja pirate [dasar pirate !]. Dengan kata lain, yah sayah menyerahkan kepada masing-masing Anda apakah ingin berkomentar atau tidak itu semua hak prerogatif Anda he..he.. *melikir tajam ke arah para ninja* ninja.

Convenient on Commenting
Tidak dapat dipungkiri tingkat kemudahan dalam memberikan komentar berbanding lurus dengan tingkat komentar pada sebuah post (walau ada pula berbagai faktor lain yang mempengaruhi ex. user name dan foto diri yang Anda pajang evil). Semakin mudah proses memasukan komentar maka semakin tinggi pula kemungkinan sebuah post akan dikomentari. Blogger tempat blog saya bersemayam ini sangat terkenal sekali akan ketidakmudahan prosesnya dalam memberi komentar, hanya orang-orang yang berkeinginan keras saja yang mampu bertahan sehingga komentarnya berhasil di publish [lebay]biggrin. Dengan demikian tadi pagi ketiga sedang mencari ilham browsing-browsing tak tentu arah saya menemukan sebuah layanan komentar yang cukup mencuri hati ini. Layanan komentar yang dapat memudahkan para pembaca dalam memberikan komentar pada post di blog ini. Layanan tersebut disediakan oleh Intense Debate dan post kali ini perupakan uji coba dari fasilitas tersebut.

Nah dengan demikian sudi kiranya para pembaca setia untuk mencoba mengomentari post ini ataupun fasilitas komentar baru tersebut he...he....


Dasar banci komen (baca lebih lanjut...)

07 June 2008

Moderation

Links to this post
Okay bagi para pembaca setia yang merasa penasaran tentang pekerjaan saya sehari-hari, dikesempatan yang idah kali ini saya akan membuka salah satu side job yang mulai saya tekuni secara serius dua bulan belakangan ini. Pekerjaan tersebut adalah moderator milis he..he..biggrin. Sejatinya selain sebagai moderator pada milis tersebut, saya juga berperan sebagai owner karena sepertinya saya adalah salah satu orang yang kerajinan membuat milis sejak masih kuliah bersama-sama (sebenernya nggak apa-apa kan ya tuh sekarang baru terasa).

Milis yang saya moderatori tergolong kedalam milis silaturahim guna menjaga komunikasi antar anggotanya yang pernah kuliah ditempat yang sama, dalam jurusan yang sama, dan dalam waktu yang sama juga (satu angkatan). Dalam milis tersebut sebenarnya ada juga dua orang moderator lainnya, tetapi sayalah yang paling ceriwis dua bulang belakangan ini.

Dan pada post ini saya akan sedikit menjelaskan tugas seorang moderator milis versi saya tentunya evileyebrows. Pada intinya tugas moderator itu adalah memoderasi segala sesuatunya guna menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan anggota milis. Dengan kata lain bila ada posting yang terlalu keras kita perlunak, bila ada yang terlalu lunak kita perkeras, bila ada yang telalu vulgar kita persopan, bila ada yang terlalu sopan kita pervulgar yah begitulah kurang lebih. Dalam post kali ini juga saya akan mendemonstrasikan cara memoderasi posting yang agak smarty-pants he..he.. evil. Yang saya dimaksud moderasi di sini adalah post timpalan atas post yang dikirimkan anggota, bukan pengubahan (pengeditan) isi terhadap post yang dikirimkan oleh anggota. (bukannya saya jahil loh ya, cuma berusaha agar lebih masuk ke atmosphere milis dengan berbagai aneka makhluk penghuninya sweat )

Post Moderasi oleh saya sendiri (02/06/2008) (*nama sengaja disamarkan atau sensor biggrin)
=========================================================
wuasik mr.km* dah keluar nee... he..he...
pegimana neh ninja" ninja yang laen yang masih berada di franchise McDojo cabang korea dan jawa timur he....he... ayo dong maen ke blog aq masa nggak komen seh he..he..

demo?? seeeppp saya setuju dengan yang dikatakan bung mr.km* tentang tujuan dari demo ituh dan menurut sayah pribadi inti dari segala inti tujuan demo itu adalah CARI PERHATIAN yah nggak ada salahnya juga dong cari perhatian asal alasannya jelas caranya baik dan niatnya ikhlas betul?

media-media- media
kenapa roy suryo (pakar niiiiit* ) lebih tersohor dibanding onno w. purbo (pakar sebenarnya) tidak lain adalah karena media
dengan filosofinya "sing penting mlembu koran" roy suryo berhasil menjadi pakar niiiiit*.

kenapa kebanyakan rekor muri terkesan "yang enggak-engak aja deh", seperitnya juga karena media

kenapa temon bikin blog? yah karena media itu juga seh salah satunya (he...he... padahal blog gurem dikit yang baca trus isinya juga banyakan sampah doang )

bila anda pernah nonton pelem the matrix trilogy maka dunia artifisial itu bila di terjemahkan ke dunia nyata adalah media

bila tidak hati-hati salah bisa jadi benar dan benar jadi salah, karena itu saya tidak beli koran tiap hari (minjem tepatnya he..he...)

tapi saya pernah juga punya kenalan "pawang demo" orang media yang mencoba peruntungan menjadi konsultan PR dan salah satu portfolionya yang sangat ia banggakan adalah berhasil membuat sebuah demo tidak diliput media manapun, nah loh !? saya yang mendengarnya hanya bisa nyengir sampai gigi ini kering, sekering pendemo yang tidak diliput media ituh. dengan sangat menyesal saya ingin mengucapkan kAaSIaN DecH LoH!! (mangkanye kontak mr.km* dong he..he...)

romantisme sang 2%
kembali ke demo akhir-akhir ini. hem... karena belum menikah jadi saya pura-pura tidak paham tentang masalah tuggang menunggang yah he..he... cowboy (hus, nih sapu bersihin tuh pikiran yah) kalau analisis sotoy saya seh think sepertinya mahasiswa sekarang ini ada kecenderung berdemo hanya sekedar mencari romantisme perjuangan yah entah mungkin sebagai bahan cerita untuk anak cucuk nanti yah? he...he... *siap-siap kabur dipelototin mr.km* *
menurut saya peribadi demo pasca 1998 itu sepertinya endak ada yang terlalu krusial yah, eh sabar-sabar jangan buru-buru nyari kardus sama ngumpulin orang dong he..he.. saya sendiri juga nggak ngelarang koq, mo demo yah demo aja asal jelas gitu, kalo sampe bentrok atau menggangu kenyamanan sayah, sebagai jelata, kan ndak bagus, betul ?
kalo mo cari perhatian yah endak apa-apa namanya juga usaha kan yah, tapi jangan rese'!!

angkat yang kiri, kanan atau yang tengah
he..he... iya nih tangan sepertinya menunjukan identitas he..he.. tapi saya ini kalo mo demo angkat tangan yang manah ya kira"? saya baca Qordowi, Marx (yang bener yah bukan yang salah tafsir he..he.. tapi belom selese ), Abul Ala Maududi, Fromm, Rumi, Huancu Daoren, Harun Yahya, Tatang S. (tapi J.K. Rowling enggak termasuk yah ) dari yang paling kiri sampe yang paling kanan, dari embahnya binatang pig sampe moyangnya malaekat angel trus kira saya ada di mana yah ??

yang saya denger" seh kata orang kiri saya inih kanan, kata orang kanan sayah ini kiri, kata yang liberal saya konserfati tapi kata yang konserfatif saya liberal ya sudah kalo begitu kelak bila demo nanti saya angkat yg tengah saja yah ha....ha..... tengah ini hati nurani maksudnya he..he...yin-yang

ah udah dulu ya dengkul saya udah bunyi-bunyi neh dari tadi kapan-kapan kita sambung lage yah tentang konsep negara, itu juga kalo saya inget loh he..he..
kalo mo forward tulisan yang bagian sayah ini yang forward ajah (itu juga kalo tahan menanggung malu ya he..he.. )

wassalam

Post yang dimoderasi oleh mr.km* (31/05/2008)
Subject: Sekilas tentang demo (siapa mereka,dibalik mereka,tujuan mereka)
(persiapkan diri anda karena post ini agak panjang dan suka endak fokus kayak saya juga tapi parahan dia he..he.. )

===================================================================

hoo...hoo... hoo.... attention please....

thanks buat bro mr.s* and mr.i* yg ud nanggepin tulisan gw, apa yg bro tulis gw pikir itu merupakan pertanyaan setiap org yg ad di milist ini khususnya tentang demo.....

jadi menurut gw perlu ada penjelasan nih mengenai demo itu..... (alah...sombong pisan...)

yah..sebagai mantan org lapang (tukang ngasong kaleee...) perlu ada share pengalaman.. .supaya temen2 tau dan bisa nyikapinnya secara bijak.....

Coz demo ini akan terus berlangsung selama negara ini masih comit sama sistem demokrasi... . kecuali negara kite berubah ke komunis (ex:cina,laos, vietnam) or penguasanya junta militer (myanmar, thailand, negara2 afrika)..... negara berdasar islam (arab saudi, iran).... negara stalinis (korut) nih bener2 negara gelo !...or negara berdasar kepausan (vatican)... pilih mana bro semua ? gw pikir semua sistem ada kelemahan dan kelebihannya. ....

o ya jadi ngelebar nih back to the topic.... dr judulnya kyk pengen bikin fil dokumenter.. .. tapi biasa aja...

OK..... START....AND. .... ACTION ! (alah dodol dasar....)

1.) apa sih itu demo ?

demo adalah suatu cara untuk menyatakan suatu pendapat di muka umum dengan berbagai cara sehingga publik mengetahui.. .ini adalah salah satu pilar di negara demokrasi macam negara kite...klo ngaku negaranya demokratis yah demonstrasi itu hal yang wajar.... (ini gw ambil dari kamus bahasa indonesia karya J.S Badudu)fans berat gw he..he.. ad yg remember nma die?gara2 die b.indonesia gw cuman dapet 6 di SMP hiks..hiks.. .. ud balik lagi nyasar.. (tlg maklumi org random)

2.) Tujuan demo tuh ngapain ?

tujuan demo itu ada 3 kira2 bisa semuanya bisa salah satu :

a. menyuarakan pendapat supaya publik tau

b. menuntut sesuatu hingga tuntutan tersebut tercapai

c. membuat opini publik terhadap sesuatu (bisa opini jelek...bisa opini bagus...)

Nah untuk merealisir tuntutan itu perlu ada syarat yaitu massa yang banyak dan diliput publik (terutama wartawan) namun yang paling penting adalah diliput wartawan walaupu massanya cuman dikit klo diliput kan nyebar ke seluruh indonesia tuh ya udah terpenuhi deh makanya maklum klo pas aksi itu banyak yg bertingkah demonstrannya (blokir jalan lah, bajak mobil plat merah, bajak POM bensin, nimpukin polisi, bentrok, macem2 yg menurut gw ga ad hubungannya sama tuntutan and pasti ngerugiin banyak org dan yang ini GW KAGAK SETUJU.... gw juga kesel ama adek2 kelas gw yg klakuannya kayak gitu (iyee..gw nyadar gw ud tue... lo ga perlu komentarin lagi..) ok!

media juga maen di sini die bakal ngeliput demo yg sesuai ama garis politik die cth :(metro tv ga mungkin nayangin banyak2 ttg kejelekan jusuf kalla,coba die nayangin wawancara eksklusif ama menteri2 ttg BBM yah you know lah siapa yg punya metro and beda ama SCTV or TV-one die opoisinya pemerintah jadi wajar banyak demo ditayangin ama die.

3.)Siapa mereka ?

lha ini yg ditunggu2... .. bisa aja buruh,mahasiswa, masyarakat biasa macem2 deh bisa siapa aja....dulu yg biasa demo cuman mahasiswa skr semua lapisan msyakat bisa demo..... klo kyk gitu strategi yg gw pernah gw jelasin itu ga bakal dipake asal jalan aje....

yg pengen gw jelasin peta di mahasiswa nih siapa mereka ?

di mahasiswa yg gw tau dan gampang klasifikasiinnye ada 2 (org kanan and org kiri) bro semua bisa gampang ngeliatnye di lapangan klo nyanyi ngangkatnya tangan kiri berarti die kiri...kl tangan kanan brarti die kanan...pengglongan ini ga mutlak cuman buat gampangin aje.... klo massa mhs biasa ga keliatan tap mrk tink-tank nye.....

ciri kiri (biasa diwakilin ama FAMRED, FORKOT, biasanya yg front2,bendera2 mrk merah, ada lambang geriginye biasanye,. buku mrk karya Tan Malaka, Pram Toer, Che dll klo digolongi agak sosialis bener juga)

ciri kanan (biasa diwakilin ama BEM-BEM lmbaga formal kampus, bndera mrk wakilin kampus)

sekali lagi ini ga mutlak di lapangan bisa campur klo isunya sama....

nah y biasa rusuh and macing2 polisi yg agak kiri nih..... bahkan settig aksi mrk yg jadi tink-tank nye pokoknya harus bentrok ama polisi klo ga bentrok g afdhol pokoknye jadi yah gitu deh menurut gw polisi ga bisa disalahin semua walopun polisi juga kadang2 yg mancing duluan.....

4) dibalik mereka ?

gw ga bisa pungkirin klo ada pejabat or mantan pejabat yg maen di demo mrk....pas gw aksi juga gitu coz aksi itu butuh biaya besar...logistik, sound,transport dll..... asal isu sama ya udah dibiayain TAPI masih banyak yg idealis murni dai kantong mereka sendiri asal isu sama, dan tidak ada titipan apapun y udah jalan tuh aksi.... org itu ngasih duit aje tapi jgn ada maunye..cth :dulu juga rektorat kite ngasih beberapa juta buat demo tolak impor beras, ya ud isu sama jln aje.....

ya ini penjelasa singkat aje klo mo protes bisa hubungin gw di 0251-7107 sekian-sekian-sekian* he..he... tapi hal ini ga mutlak di lapangan bisa campur dan ga bisa digolongkan sesederhana di atas....

gw juga setuju ama semua bro klo demo malah ga jadi simpatik lagi gara2 ganggu kpentingan masyrkat banyak tapi demo tetep penting utk menunjukkan pemberontakan kite ama kbijakan pemerintah di lapangan & peddika politik juga buat masyarakat banyak...

tapi yg pasti demo itu menunjukkan bahwa negara kite masih banyak masalah yg perlu dibenahin... . berdoa ya trus smg kite dapet pemimpi yg baek... bukan antek2 asing...

oh ya ga usah di forward ya ke milist laen tar telp gw bunyi trus he...he...

cau semua....

wassalam



Lah ini seh non profit (baca lebih lanjut...)

06 June 2008

It's Not That Simple!, The Answers

Links to this post
He..he.. post ini ditujukan guna memenuhi janji saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyan Anan dan Rae di komen post It's Not That Simple! Ternyata benar dugaan saya saat itu, ketika hendak mem-publish post tersebut. Bahkan sempat juga terlintas di benak ini untuk tidak menyediakan kolom komentar, karena saya perkirakan kemungkinan besar seseorang akan menjadi reaktif sekali setelah membacanya.

Mengapa saya berpikir bahwa sebagian orang akan reaktif ketika membacanya? karena saya sendiri juga begitu ketika pertama kali membacanya he..he... Akan tetapi perpedaannya saat itu saya hanya bisa ngedumel sendirian karena saya membacanya dari sebuah buku bukan blog yang ada kolom komentarnya. Mungkin ini bisa juga disebut sebuah kekurangan blog dan kelebihan buku. Ketika saya membaca buku, bila tidak mengerti atau sepaham dengan ide yang tertera pada buku tersebut, saya akan mencoba membaca ulang, merenungkan kembali dan berusaha mengubah-ubah sudut pandang. Lain halnya pada blog biasanya saya langsung reaktif saja, mengkritik atau bila tidak mengerti juga yah nyampah komentar sekenaknya saja he..he....

Sebelumnya izinkan saya untuk agak so' tau pada post ini ya he..he.. Post It's Not That Simple! merupakan post yang saya letakan di ranah wisdom (silakan lihat kembali bagan piramida ini) jadi mungkin akan ada beberapa hal tidak dapat Anda langsung megerti, seperti halnya saya juga, karena saat ini tatanan sosial masyarakan kita memang sudah sangat jauh dari wisdom. Oke kita langsung ke pertanyaan pertama dari saudara Anan, saya akan coba menjawab hem.... atau kalaupun tidak bisa, akan balik bertanya untuk menghindari malu (baca: ngeles) he..he...
jadi menurutnya adakalanya mesti pasrah dalam mengejar sesuatu? bilamana kita sebaiknya mulai untuk membiarkan lepas?

kadang akan lebih mudah untuk "membiarkan lepas" di saat kita udah tau bahwa "hei ini saatnya berhenti!"

gimana cara tau kapan saat untuk berhenti?

(eh komen gw bisa dimengerti kah?)
Yak itu dia pertanyaan dari teman kita Anan di Bogor bagus, bagus, bagus. Sebuah pertanyaan yang sangat baik sekali (biar Anan senen :p), saya akan coba memjawab semampu saya tentunya.

Menurut penerawangan saya, inti dari pertanyaan tersebut adalah kapan saatnya untuk menyerah?, betul ? Terus terang saya tidak ingin mejawab dalam bentuk "definisi waktu yang tepat untuk menyerah" guna menghindari perdebatan tanpa akhir dan timbulnya si maha tahu dan si bodoh. Saya kira Andalah (Anan) yang lebih tahu kapan waktunya untuk menyerah ketika menghadapi suatu masalah. Mungkin post saya sebelumnya (Strategy, as far as I know) dapat dijadikan bahan pertimbangan juga (mangkanye dibaca jeng jangan cuman nupang pertamax doang :p).

Kita berlanjut ke pertanyaan berikutnya, dari teman kita Rae di Bogor juga bagus, bagus, bagus.
[lah koq bisa tau dari rae, pan anonymous ?] (bisa dong ketika Anda mendalami wisdom maka akan terkuak semua rahasia dunia)
!!PERHATIAN TIDAK SEMUA YANG ANDA BACA ITU BENAR HE...HE...!! liar
Iyah! Saya juga bingung dengan yang dibingungin anandita. Kapan kita harus jadi batu mati yang cuma ngikutin gravitasi dan kapan kita jadi pinus hidup (mau pake beringin tapi takut konotasinya jadi jelek =b) yang daunnya selalu mencari matahari dan akarnya mencari air? Kayak yang dibilang oom henry ford,"ketika segala sesuatu terasa sedang melawanmu, ingatlah pada pesawat terbang yang selalu berlari melawan angin, bukannya tertiup angin."
Hem...ya...ya... batu itu mungkin termasuk ke dalam mahluk mineral (benda), sedangkan pinus masuk kedalam tumbuhan sedangkan kita adalah manusia, mahluk tuhan paling sexy mulia jadi jangan di downgrade dong. Nah karena saudara Rae bingung dengan yang dibingunkan Anandita maka jawabannya juga sama berarti he..he..tongue

Dan satu lagi nih tentang pesawat terbang, Henry Ford dan angin. Coba Anda (Rae) perhatikan lagi quote-nya di sana tertulis juga ketika hendak take-off, dan bila Anda ada sedikit waktu silakan goggling sejenak mempelajari sedikit tentang penerbangan ternyata tidak hanya saat take-off pesawan diusahakan untuk melaju berlawanan terhadap arah angin tetapi saat landing juga. Menurut perkiraan sekenaknya ala saya (sambil mengingat buku fisika SMP), hal tersebut dikarenakan ketika take-off pesawat membutuhkan gaya keatas, dan gaya itu didapat dari alirang udara di sayapnya yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga semakin cepat alirang udara maka semakin besar gaya angkat yang timbul. Sedangkan ketika landing yah untuk bantu-bantu ngerem gitu kali yah, biar nggak babalas he..he.. Ketika di udara arah angin memang sangat mempengaruhi sebuah penerbangan dan pada umumnya para pilot lebih suka bila tidak ada angin karena tidak perlu banyak penyesuaian. Akan tetapi terkadang angin buritan (angin belakang) dapat membantu menghemat bahan bakar.
When everything seems to be going against you, remember that the airplane takes off against the wind, not with it.
Henry Ford
Jadi apa yang dimaksud oleh Henry Ford? Menurut penafsiran saya yang ala kadarya, beliau hanya ingin menyemangati para inovator yang mendapat tentangan dari status quo dan orang-orang yang tidak punya mimpi terhadap inovasi yang ia buat, begicu loch kiss.

Mereka yang menemui jalan buntu harus memeriksa tujuan awal; mereka yang sudah berhasil harus memperhatikan arah tujuan.

Orang dapat meninggalkan keduniawian setelah melepaskan ambisi duniawi. Orang dapat memasuki kebijakan setelah melepaskan ambisi spiritual.

Huanchu Daoren, Kembali ke Asal Refleksi dari TAO




Heh nggak masang komentar ah ngak asyik neh!! (baca lebih lanjut...)

Intense Debate Comments