Pages

Showing posts with label system. Show all posts
Showing posts with label system. Show all posts

31 March 2008

It's Not That Simple!

Sekilas tampak terbudakkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya tertuankan.

Sekilas tampak merugi, perhatikan dan resapi ternyata hanya laba yang melimpah.

Sekilas tampak terkekang, perhatikan dan resapi ternyata hanya terbebaskan.

Sekilas tampak melemahkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya menguatkan.

Musibah kah ? atau anugerah, semakin hari semakin kehilangan nyali untuk memilah.

Arahkan perahumu dan nikmati riak, gelombang, serta badai alirannya. Improvisasi dalam mendayung membuat-mu awet muda.

Lepas dan lupakan maka kau akan selalu diingat.

22. Paradoks Membiarkan Lepas

Apabila saya melepas diri saya apa adanya, saya menjadi apa yang semestinya saya menjadi. Apabila saya melepas apa yang saya miliki, saya akan menerima apa yang saya butuhkan.

Itulah paradoks feminin atau Yin:
  • Dengan menghasilkan, saya bertahan lama.
  • Ruang yang kosong adalah berisi.
  • Apabila saya memberi, saya menjadi lebih.
  • Apabila saya merasa begitu rusak saya sedang tumbuh.
  • Ketika saya tidak ingin apa-apa, banyak yang datang kepada-ku.
Pernahkah Anda berjuang untuk mendapatkan pekerjaan atau cinta dan akhirnya menyerah, dan tiba-tiba Anda menemukan keduanya baik pekerjaan maupun cinta ?

Apakah Anda ingin menjadi bebas dan merdeka. Sesuaikan dengan hukum Tuhan bagaimana sesuatu itu terjadi.

Ketika saya berhenti mencoba memberi kesan pada kelompok, saya menjadi sangat mengesankan. Tetapi ketika saya mulai berusaha untuk membuat diri saya nampak baik, kelompok mengetahui hal itu dan tak menyukainya.

Pekerjaan saya yang terbaik terlaksana ketika saya melupakan sudut pandang saya, semakin sedikit saya membuat diri saya sendiri, semakin lebih saya.

Ketika saya menyerah kepada harapan dari orang yang bekerja saya tidak menghadapi hambatan apapun.

Inilah kebijaksanaan feminin: membiarkan agar dapat mencapai sesuatu.

Pemimpin bijak menunjukan hal ini.

Jhon Hider-The Tao of Leadership (translated)


Related posts: It's Not That Simple! The Answers

Paradoks Membiarkan Lepas (baca lebih lanjut...)

31 May 2007

Aim/Objective/Goal is Not Enough

Must Read Before You Die!! Series
Untuk Versi Bahasa Indonesia klik disini.
Smith: Thank you. But as you well know, appearances can be deceiving, which brings me back to the reason why we're here. We're not here because we're free, we're here because we're not free. There's no escaping reason, no denying purpose - because as we both know, without purpose, we would not exist.
Smith 2: It is purpose that created us,
Smith 3: Purpose that connects us,
Smith 4: Purpose that pulls us,
Smith 5: That guides us,
Smith 6: That drives us,
Smith 7: It is purpose that defines,
Smith 8: Purpose that binds us.
Smith: We're here because of you, Mister Anderson, we're here to take from you what you tried to take from us. Purpose.
A slice of Matrix-Reloaded scrip in the scene when Agent Smith (and his clones) try to kick Neo's (Mr. Anderson) ass.

Matrix The Trilogy

Matrix The Trilogy, one of my favorite movie, as I've told you so I need a good review to decide gonna watch or ain't gonna watch movies. Even though The Matrix (first series of the Matrix Trilogy) was launched in 1999 I didn't put any interest on that movie at that time. My interest came up after I had read Matrix-Revolution review in a local newspaper on Jakarta-Bogor Electric-Railway-Train.

Some people include Matrix The Trilogy as action movie genre, but for me Matrix The Trilogy is included to philosophy movie genre. I don't mind when I rerun the movies and miss some kickin' ass scene, but I'll replay it if I miss a wise lines.

As an old word of wisdom says "The teacher will come up when the student is ready". Beside watch Enter The Matrix (Animatrix), to understand philosophy massages in Matrix The Trilogy you have to had some basic in philosophy and computer system, especially programming I think.

Purpose

Reasons or legitimation of something to exist, is named purpose by some people or mission by other. This issue which's Agent Smith worrying about in a slice of scrip up there. Every entity who's exist has purpose, but who has made the purpose for them. Are they make their own purpose? I don't think so. How could entities had made up their mind just before their existence. The answers is crystal clear, the purpose of an entity is made by its creator.
Rama-Kandra: No. I don't mind. The answer is simple. I love my daughter very much. I find her to be the most beautiful thing I've ever seen. But where we are from, that is not enough. Every program that is created must have a purpose; if it does not, it is deleted. I went to the Frenchman to save my daughter. You do not understand.
A slice of Matrix-Revolution scrip in the scene Mobile Ave. train station.

Alhamdulillah (Thanks God) me, you and others who could read this post (except if you are a google-bot or another bot who can read this page) we are human being not a program (sorry bot). Our creator is the Mightiest One, He isn't a programmer, isn't a system analyst, isn't project manager or even a DJ (God isn't a DJ you know!). Every existence has purpose, we are not created by accident (it's not the same, parents're only could compose, even thought some times they call it by accident too he..he..) He (God) had made the purpose for each of us.

To be rich, to be smart, to be famous, to be strong are only aim/objective/goal to support the purpose of your existence. Every aim, every objective, every goal should and must be base on the purpose. How you’ll get those goals, what for you’ll use these goal, are influenced by your purpose.

"SO, WHAT NOW?" What a wise question, isn't it ? The answer are...

Find your self, know your Creator, figure your ULTIMATE purpose out, and........
carry out !

======================Indonesian======================

Smith: Terima kasih. Tetapi, seperti yang Anda ketahui, penampilan dapat menipu, dan itulah mengapa kita di sini. Kita di sini bukan karena kita bebas, kita disini karena kita belum bebas. Tidak ada satupun alasan untuk lari, tidak boleh mengabaikan misi - karena seperti kita ketahui bersama, tanpa misi kita tidak akan ada.
Smith 2: Adalah Misi yang menciptakan kami,
Smith 3: Misi-lah yang menghubungkan kami,
Smith 4: Misi-lah yang menarik kami,
Smith 5: Yang membimbing kami,
Smith 6: Yang mengendalikan kami,
Smith 7: Adalah misi yang menetapkan,
Smith 8: Misi-lah yang menyatukan kami.
Smith: Kami disini karena Anda, Tuan Anderson, kami di sini akan mengambil apa yang Anda coba ambil dari kami. Misi.

Sepotong skrip dari Matrix-Reloaded dalam adengan ketika Agen Smith (berserta kloningnya) mencoba untuk menghabisi Neo.

Matrix The Trilogy

Matrix The Trilogy, merupakan salah satu film faforit saya. Seperti yang pernah saya katakan sebelumya, saya butuh resensi yang baik guna memutuskan untuk menonton atau tidak menonton sebuah film. Walaupun The Matrix (sekuel pertama Matrix The Trilogy) beredar tahun 1999, pada saat itu saya tidak tertarik sama sekali dengan film tersebut. Ketertarikan muncul setelah saya membaca resensi Matrix-Revolution pada sebuah koran lokal di atas KRL Jakarta-Bogor.

Beberapa orang menggolongkan Matrix The Trilogy kedalam jenis film aksi, tapi bagi saya Matrix The Trilogy tergolong ke dalam jenis film filosofis. Ketika menonton ulang film tersebut saya sama sekali tidak keberatan bila melewatkan beberapa adegan laganya, tapi saya akan memutar ulang bila melewatkan kata-kata yang mendalam.

Seperti orang bijak katakan "Guru akan datang ketika sang murit siap". Selain menyimak Enter The Matrix (Animatrix), untuk memahami pesan filosofi dalam Matrix The Trilogy Anda harus memiliki setidaknya sedikit dasar filosofi dan pengetahuan sistem komputer, terutama pemrograman, saya pikir.

Misi

Alasan atau legitimasi keberadaan sesuatu, disebut maksud oleh sebagian orang atau misi oleh yang lain. Masalah ini-ah yang Agen Smith khawatirkan dalam potongan skrip di atas. Setiap entitas yang ada memiliki misi, tetapi siapakah yg telah membuatkan misi untuk mereka. Apakah mereka membuat misinya sendiri? Sepertinya sulit, bagaimana sesuatu dapat membuat sebuah keputusan sebelum keberadaannya. Jawabannya amat jelas, misi dari sebuah entitas dibuat oleh penciptanya.
Rama-Kandra: Tidak. Aku tidak keberatan. Jawabannya sederhana. Aku sangat mencintai anak perempuanku. Dia merupakan hal terindah yang pernah ku lihat. Tapi di tempat kami berada hal itu tidak cukup. Setiap program yang diciptakan harus memiliki misi, jika tidak, maka dihapus. Aku menemui orang Prancis itu untuk menyelamatkan anak perempuanku. Kau tidak mengerti.
Sepotong skrip lainnya dari Matrix-Revolution dalam adegan stasiun kereta Mobile Ave.

Alhamdullilah (puji Tuhan), Anda, saya dan siapa saja yang dapat membaca post ini (kecuai google-bot dan bot-bot lainnya yang dapat membaca halaman ini) kita adalah manusia bukan program (maaf bot). Pencipta kita adalah Prinsip-Hidup, Dia bukan programer, bukan sistem analis, bukan projek menejer dan tentu saja bukan DJ (Tuhan bukan DJ tau!). Segala sesuatu memiliki misi, kita tidak diciptakan dengan ketidaksengajaan (itu tidak sama, orang tua hanya bisa menyusun, walaupun terkadang mereka sebut itu tidak sengaja juga he..he..) Dia (Tuhan) telah membuat misi untuk setiap kita.

[TERUS, SEKARANG APA?] Sebuah pertanyaan yang sangat bijak, bukan? Jawabannya adalah

Kenali dirimu, kenali penciptamu, ketahui misimu, dan jalankan !
David Deida mengatakan bahwa tanpa pengetahuan tentang misi hidupnya, kehidupan seorang laki-laki akan terlemahkan, dan menjadi lemah, bahkan juga dapt menjadikannya lemah secara seksual serta kehilangan gairah.

02 May 2007

(Another) Indonesian Dream

"Ini Budi, ini Ibu Budi, itu Bapak Budi.

Budi memiliki seorang adik bernama Iwan dan seorang kakak bernama Wati.

Di pagi hari Budi, Iwan, dan Wati pergi ke sekolah, Ibu pergi ke pasar dan Bapak berangkat bekerja ke kantor."



Masih inget nggak, pelajaran membaca kelas 1 SD, gw dulu sih belajarnya itu tapi tau deh sekarang belajarnya apaan. Sebuah gambaran keluarga ideal mungkin bisa dibilang "Indonesian Dream", keluarga kecil dengan dua atau tiga orang anak, seorang ibu rumah tangga dengan seorang suami yang bekerja nine-to-five disuatu instutusi dengan harapan kesejahteraan yang "pasti".


Mungkin itu juga alasan yg mendasari kenapa di site alumni (yg baru jadi) tempat gw menyadap ilmu lima tahun belakanngan ini, nggak ada pilihan Entrepreneur di entry pekerjaannya. [Ngapain lo ngisi emang udah alumni?] he..he.. belom deng, [lah blom lulus ?? yg gw tau PA (Pembimbing Akademik)lo itu terkenal super-duper cepet dalam meluluskan bimbingannya?] like I have told you dude, I'm kind of man with holes on his head you know. Nggak ada yg salah sama PA gw, tu buktinya junior-junior dengan PA yg sama juga lulus dengan cepatnya [jadi apa yg salah?] nggak, nggak ada yg salah cuma ada perbedaan aja dikit [beda apanya?] visi (kayaknya), antara gw dan PA tujuannya sih sama gw juga berusaha mololoskan meluluskan diri, nah dengan perbedaan tersebut sang PA jadi salah kurang pas deh dalam memotivasi gw "Eh si anu sekarang kerja gajinya udah 3-jt loh" (heh 3-jt, di jakarta biaya hidup dah berapa blom lagi mo nyumbang Mesjid, anak-anak yatim, fakir fiskin dll, mana cukup??) he..he.. nggak, nggak sebegitunya sih itu merupakan salah satu bentuk pembelaan ego aja he..he..(tapi mudah-mudahan bisa jadi kenyataan juga ya AMIN !!). Ditambah lagi dengan kesibukan beliau yang luar biasa (baca: biasa di luar).



Teman 1: Gimana Mon program lo dah jadi ?

Teman 2: Pake bahasa apaan ?

Teman 3: Lo bikin sistem apaan ?



Itulah pertanyaan pertanyaan temen-temen waktu blom tau tema skripsi gw. Mungkin karena tiga tahun menjadi asisten (baca: relawan, karena tidak berbasiskan prestasi akademik melainkan base on passion) positioning [ceile yg baru ngarti pemasaran ngomongnye beda nih!] gw di dunia IT sudah terlanjur mengurat akar di benak mereka. Dan anehnya ketika skripsi tiba-tiba gw tertarik sama dunia marketing (degnan asumsi apasih yg lebih susah dari programming ??) dengan berbekal ilmu marketing seadanya hasil kuliah reguler, ternyata karma pun berbicara, terjun ke lapangan untuk pertama kalinya gw cuma bisa cenggok don't know what to do, dan akhirnya gw memutuskan untuk bertapa mendalami marketing melalui autodidak dari berbagai sumber. Seiring berjalannya waktu topik-pun meluas ke managemen strategi. Nah untuk subjek yg satu ini benar-benar harus belajar dari nol, karena tidak tercantum dalam kurikulum perkuliahan. Nggak tau kenapa jurusan departemen nggak mencantumkan subjek ini untuk dipelajari, gw pikir ini merupakan puncak dari sega pelajaran yg mengatasnamakan genre industri.



Seperti yg udah gw jelaskan sebelumnya, mungkin gw-nya juga yg rada", nggak tau kenapa (kemungkinan besar bawaan orok) cakupan skripsi gw perluas dengan sendirinya. Berawal dari kekecewaan waktu baca skripsi-skripsi terdahulu di perpustakaan (koq kayak gini ujuk". dari mana ??) akhirnya gw membuat skripsi yg (menurut gw bisa dikatakan gabungan dua skripsi, tapi nggak tau menurut Anda)[kenapa lo kurang kerjaan] nggak gw nggak berusaha membuat skripsi yg sempurna (coz I've killed mr. perfect insede my self) biar nanti kalo ada orang tipikal" mirip gw yg baca skripsi ini bakal bikin gabungan tiga skripsi sekalian he..he.... Penyakit bawaan lainnya adalah kesulitan gw untuk berbicara/menulis tentang sesuatu ketika gw pikir belom membaca literatur yg cukup memadai. Cari sana, cari sini googling (sempet juga ngorek" situs orang, nantideh gw ajarin he..he..) dan akhirnya pusing sendiri information overload [dasar].



Dan setelah merasa cukup barulah turun-lapang untuk kedua kalinya, dengan kendala godaan dan cobaan (ditawarin kerja, kerja, interview, salah jawab waktu interview, freelacing, sampe diintrogasi) akhirnya selesai juga, tapi tunggu dulu cerita bleum berakhir. Setelah terkumpul berbagai jurus pemasaran strategi ala Sun Tzu,Red Ocean sampai Blue Ocean, hingga Marketing Syariah akhirnya terpikirkan "Kenapa nggak gw pake sendiri aja nih ?? $-)" But nggak semudah itu untuk jadi pengusaha, pengetahuan akan seluk beluk, jurus dan strategi tidaklah cukup. Yang paling dibutuhkan untuk menjadi seorang pengusaha adalah NYALI!. Sebagai seorang anak yg tumbuh dan berkembanga di bawah asuhan kedua orang tua "plat merah" (PNS) menjadi pengusaha membutukkan sedikti "Brain Surgery". Sempat terlena akan dunia entrepreneur yg penuh resiko tapi menjanjikan renturn yg tinggi (high-risk, high-return), ketidak pastian yg menggairahkan, dengan filosofi pelayanan (life is service) akhirnya gw tersadar untuk kembali mencoba menyelesaikan skripsi tahap akhir ini.



Mungkin itu aja yg bisa gw ceritain tentang skripsi gw, kalo dijelasi semua bisa-bisa skripsi gw bisa pindah ke sini semua nanti he..he...



"Ini Budi, ini Ibu Budi, itu Bapak Budi.

Budi memiliki seorang adik bernama Iwan dan seorang kakak bernama Wati.

Pada pagi ini Budi, Iwan, dan Wati pergi ke sungai terdekat bersama kawan-kawannya dalam komunitas home schooling lokal, setelah mengurus kebutuhan keluarga Ibu pun mengelola online-business-nya di ruang tengah, sedangkan Bapak sudah tiga hari pergi ke daerah bencana guna menjadi relawan."

27 April 2007

AdBlock Plus Firefox's Ads Buster Gun

Anda terganggu dengan iklan-iklan OOT (Out Of Topic) yang datang tanpa diundang ketika sedang menjelajah Web. Atau kebabisan waktu dan bandwidth karena menunggu page loading sarat iklan yg seolah-olah.... SELAMANYA.

Saatnya untuk TAKE THE CONTROL tentukan apa yang inging dan tidak ingin Anda load dan lihat.


Search No More absolutely FREE!! and money back guarantee ?!
Clock is ticking, Do it now !!
Click read more for Bust the annoying Ads......

He..he.. coba-coba bikin copy writing, apakah cukup menggoda ? Seenggaknya udah berhasil membawa Anda sampe membaca kalimat ini, lumayan lah ya :D Yah begitulah iklan, sebenernya gw juga kurang suka sama orang yang mengiming-imingi kayak gitu bisa dibilang tidak memberi kesempatan prospeknya untuk berpikir, jadi bisa-bisa kita aja untuk mikir sendiri tanpa mau "digembala" seperti bebek ompong [loh bebek ompong ??].



Bagi yg keburu-buru (mo kemane sih?) langsung ikutin points ini, bagi yg santai saja bisa baca-baca dulu, abis itu kasih komen trus kasih tau yang laen ( very, very recommended tinggal klik aja tuh gambar amplop di bawah, ok :).



Yang dibutuhkan

  1. Skill dasar mengoperasikan komputer.


  2. Browser Firefox versi 1.5 s.d. 3.0a4
Bagi yg blom ada firefox, ya download and install dulu lah !

Begitu juga bagi yg versi firefox-nya selain point kedua diatas (lebih tua dari 1.5)

[Donwnload dimana?] nggak usah bingung, Tu di atas ada :)



Langkah menuju kebebasan

  1. Jalankan browser firefox Anda dan kunjungi blog gw (lagi he..).


  2. Download-Install program Addons Firefox AdBlockPlus (sampai selesai ya).


  3. Download daftar-sumber-iklan.txt yang akan di block (file text biasa, caranya klik kanan pilih [Save link As..]).


  4. Restar Firefox Anda (Close, trus jalanin lagi).


  5. Di kanan atas (lambang ABP) klik [tanda panah] untuk dropdown > pilih [Preferences..] > pilih [Filters] > pilih [Import filters.. ] > trus pilih file sumber iklan yg udah di download tadi > klik [overwrite].


  6. Selesai [hore..].
Bandingkan screen shot Detik dot Com sebelum dan sesudah







Gw tau info ini dari Jasakom "my underground link" [ceile gaya lo!], kemaren iseng-iseng main kesana udah lama kangen juga. Seperti biasa Jasakom masih tetap seperti biasanya, yg posting tutorial ya posting, yang komen pada hery (heboh sendiry) dengan komen-komennya, nggak nyambung. Nggak papa deh mungkin sudah tradisi, kalo nggak gitu bukan Jasakom namanya.



Jadi gini ada program addons/tambahan untuk browser Firefox namanya AdBlockPlus. Program tambahan ini bisa di download di website resminya Firefox jadi nggak usah ragu bakal ada malware, badware, spyware atau ewer-ewer yang tidak menyenangkan lainnya. Coba download deh kemudian install abis itu firefox-nya di restart (firefox-nya aja bukan komputer). Abis itu langsung deh di sebelah kanan atas ada tanda kayak rambu STOP di jalanan tapi tulisannya itu ABP. Trus seting-seting dikit, masukin daftar iklan yg pengen di block.



Sebenernya gw sendiri nggak anti iklan, liat aja gw juga majang iklan di blog gw. Nggak jarang gw juga kebantu sama iklan kalo lagi nyari sesuatu. Tapi ya itu, kadang" yg masang iklan nggak kira", OOT lah, makan waktu dan bandwid gede lah, adlut-adlutan lah, berisik lah dan lah-lah yang lainnya. Maka dari itu dengan menggunakan ABP ini kita bisa mengontrol (pake R) iklan mana yang di-block dan mana yg diizinkan untuk muncul. Itulah fungsi daftar sumber iklan yg di download tadi, isi daftarnya bisa di update selama kita browsing (ditambah maupun dikurangi). Nah kalo dalam tujuan tertentu atau lagi iseng aja pengen liat semua iklan, ya matiin aja fungsi ABP nya and muncul deh semua.



Ok mungkin sekian ngemeng-ngemengnya, gw harap addons ABP ini bisa digunakan sebijak mungkin [yaampun berat banget !!] And ... Happy Browsing.



13 April 2007

IIP + STPDN = IPDN ?

Sebenernya sih dah mo nulis dari hari Ahad kemaren, berhubung gw terlibat dalam "olah raga" jalanan di dalam sebuah alat trasnportasi masal [trasnportasi lagi] sorenya, jadi Senen-Selasa nyut"nya blom ilang Rabo otot pada ngilu badan kaku, jadi males ngetik. Abis ngomongnya one-on-one eh jadinya keroyokan-on-one yaudah akumulasi lactic acid deh[wah kekerasan nih,nggak mendidik!]. Easy.., sebenernya gw juga nggak suka kekerasan yah tapi namanya juga di jalan (aku tergoda-aku tergoda)[dasar dumbass!], nantideh gw ceritaain di post sendiri. Sekarang kita omongi IPDN dulu Ok.

Wooow ni berita lagi hot banget ya, nggak di tipi, nggak di koran, tapi kalo gw peratiin kayaknya solusi yg dinanti masih mengawang, tapi yg gw heran gimana tuh bukannya IPDN itu peleburan IIP sama STPDN koq IIP dan orang" yg membidaninya nggak pernah dibahas ya?

neh boong-boonganya ngobrol sama Si Om yg pernah jadi kakak tingkat (laen jenjang he..he..)
set : di tengah sawah (praktek) padi organik, di sebelah kebo yg lagi poop

Bujang Urban: kumaha iye Om ?
Si Om: iya nih sayah juga sedang mikirin tindakan yang pundamental euy..!
Bujang Urban: pundametal?, eh tunggu dulu ini p-nya yang di panta afa yang di pespa ?
Si Om: yang di panta atuh!... Tah eta tah genep langkah na :D
Bujang Urban: hemm ho..oh-ho..oh, abdi rek baca dulu otre *lagi baca sambil ngusir laler* heh, dua bulan ? kemaren Ahad kang Ryaas Rasyid bilang bisa beresin dua minggu wae ? kumaha atuh bisa di ferfendek enggak ?
Si Om : makanya kalo bersama kita... bisa lah!
Bujang Urban: nah bersamanya itu-tuh, bisa ?

tuh!, sebenernya udah ada orang yg menyanggupi untuk membenahi IPDN "Nggak usah bayar saya, saya nggak butuh jabatan, kasih saya wewenang dua minggu saya beresing IPDN" itulah kurang lebih perkataan Ryaas Rasyid yang gw denger di Elshinta hari Ahad (08 April) lalu sekitar pukul satu siang nggak tau sesumbar nggak tau bener, tapi dia bilang sebenernya sistem baru itu udah ada tinggal implementasi aja. Jangan tanya gw sistemnya kayak gimana, mana gw ngarti.

Siang itu dia juga nyeritaain bahwa peleburan STPDN dan IIP dulu taun 2004 bisa dibilang gagal, system IIP ilang ketelen system STPDN. Memang menghibrid system nggak semudah membalik telapak kaki [balik telapak kaki aja udah susah ye] apalagi belakangan dengan penyingkapan berbagai borok di IPDN oleh Inu Kencana bahwasannya korupsi, suap, serta pemetiesan kasus-kasus kematian (yg ternyata diobyekin juga) telah mengurat akar. Dengan begitu tidaklah mengherankan bila ternyata banyak pihak yang berkepentingan atas bertahannya status quo system STPDN, walaupun berganti topeng menjadi IPDN.

[Ok-ok tapi kenapa harus dengerin Ryaas Rasyid] setau gw dia pernah jadi rektor di IIP, dan guru besar pula, waktu jamannya Gus Dur dia jadi mentri Otonomi Daerah yang akhirnya mundur karena beda visi sama si Gus Dur, trus siang kemaren itu dia juga ngasih testimoni buat P' Inu Kencana dia bilang "Inu itu orang jujur, bekas murit saya dia dulu", and yang terakhir mungking yg bikin pemerintah sekarang males make dia karena dia itu presiden PPDK (kepanjangannya cari sendiri) WOOIIWOOII INI BUKAN PROPAGANDA, GW JUGA BUKAN PARTISAN PARTAI APA PUN, maksud gw kalo dia berani ngecap kaya tadi ya suruh buktiin. Kalo diliat-liat kapasitasnya cukup memadai, trus kalo berhasil partainya juga keangkat ya nggak papa kan jadi motivasi biar kerjanya bagus tapi kalo gagal ya tanggung konsekwensi gw kira masyarakat dah mulai pinter sekarang ya?.

28 March 2006

Komat-kamit Komitmen

Sebuah obrolan ringan di suatu sore untuk mengusir kantuk dan jenuh antara seorang Senior-Citizen dengan Bujang-urban.

Senior Citizen : Hai Mon siapa pacarmu sekarang ?
Bujang-urban: Em...m tidak ada Pak.
S.C. : Kenapa bisa tidak ada ?
B.U.: Saya pikir punya pacar itu semacem ngenjalin ikatan semu, atau komitmen semu yang cuma buang-buang sumberdaya (dalam arti luas) karena nggak punya tujuan yang jelas. Apalagi saat ini masa depan saya juga belum jelas-jelas amat, itukan bakalan nyusahin aja, terutama pihak perempuannya.
S.C. : Kamu ini, namanya juga pacaran mana ada yang jelas, wong kadang-kadang orang nikah aja masih ada yang nggak jelas. Trus kamu juga jangan salah emangnya perempuan cuma bisa disakiti dia juga bisa nyakiti loh !!
B.U.: Oooo begitu ya ?!
Sebuah pencerahan di suatu sore yang cukup cerah bagi Bujang-urban, tetapi ia tetap pada pendiriannya untuk tidak menjalin sebuah komitmen semu. Ia hanya bercita-cita dalam beberapa tahun ke depan ketika semua dapat terlihat lebih jelas, ia dapat menyusun sebuah komitmen yang tidak sempurna di awalnya tetapi terus berproses menuju kesempurnaan seraya melengkapi dua elemen lainnya dengan tujuan yang jelas. Ketetapan hati ini diperkuat ketika beberapa waktu lalu ia menyadari bahwa cinta itu sebuah sistem, sistem itu menyeluruh, dan menyeluruh itu kompleks.

Intense Debate Comments