Pages

Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

06 June 2008

It's Not That Simple!, The Answers

He..he.. post ini ditujukan guna memenuhi janji saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyan Anan dan Rae di komen post It's Not That Simple! Ternyata benar dugaan saya saat itu, ketika hendak mem-publish post tersebut. Bahkan sempat juga terlintas di benak ini untuk tidak menyediakan kolom komentar, karena saya perkirakan kemungkinan besar seseorang akan menjadi reaktif sekali setelah membacanya.

Mengapa saya berpikir bahwa sebagian orang akan reaktif ketika membacanya? karena saya sendiri juga begitu ketika pertama kali membacanya he..he... Akan tetapi perpedaannya saat itu saya hanya bisa ngedumel sendirian karena saya membacanya dari sebuah buku bukan blog yang ada kolom komentarnya. Mungkin ini bisa juga disebut sebuah kekurangan blog dan kelebihan buku. Ketika saya membaca buku, bila tidak mengerti atau sepaham dengan ide yang tertera pada buku tersebut, saya akan mencoba membaca ulang, merenungkan kembali dan berusaha mengubah-ubah sudut pandang. Lain halnya pada blog biasanya saya langsung reaktif saja, mengkritik atau bila tidak mengerti juga yah nyampah komentar sekenaknya saja he..he....

Sebelumnya izinkan saya untuk agak so' tau pada post ini ya he..he.. Post It's Not That Simple! merupakan post yang saya letakan di ranah wisdom (silakan lihat kembali bagan piramida ini) jadi mungkin akan ada beberapa hal tidak dapat Anda langsung megerti, seperti halnya saya juga, karena saat ini tatanan sosial masyarakan kita memang sudah sangat jauh dari wisdom. Oke kita langsung ke pertanyaan pertama dari saudara Anan, saya akan coba menjawab hem.... atau kalaupun tidak bisa, akan balik bertanya untuk menghindari malu (baca: ngeles) he..he...
jadi menurutnya adakalanya mesti pasrah dalam mengejar sesuatu? bilamana kita sebaiknya mulai untuk membiarkan lepas?

kadang akan lebih mudah untuk "membiarkan lepas" di saat kita udah tau bahwa "hei ini saatnya berhenti!"

gimana cara tau kapan saat untuk berhenti?

(eh komen gw bisa dimengerti kah?)
Yak itu dia pertanyaan dari teman kita Anan di Bogor bagus, bagus, bagus. Sebuah pertanyaan yang sangat baik sekali (biar Anan senen :p), saya akan coba memjawab semampu saya tentunya.

Menurut penerawangan saya, inti dari pertanyaan tersebut adalah kapan saatnya untuk menyerah?, betul ? Terus terang saya tidak ingin mejawab dalam bentuk "definisi waktu yang tepat untuk menyerah" guna menghindari perdebatan tanpa akhir dan timbulnya si maha tahu dan si bodoh. Saya kira Andalah (Anan) yang lebih tahu kapan waktunya untuk menyerah ketika menghadapi suatu masalah. Mungkin post saya sebelumnya (Strategy, as far as I know) dapat dijadikan bahan pertimbangan juga (mangkanye dibaca jeng jangan cuman nupang pertamax doang :p).

Kita berlanjut ke pertanyaan berikutnya, dari teman kita Rae di Bogor juga bagus, bagus, bagus.
[lah koq bisa tau dari rae, pan anonymous ?] (bisa dong ketika Anda mendalami wisdom maka akan terkuak semua rahasia dunia)
!!PERHATIAN TIDAK SEMUA YANG ANDA BACA ITU BENAR HE...HE...!! liar
Iyah! Saya juga bingung dengan yang dibingungin anandita. Kapan kita harus jadi batu mati yang cuma ngikutin gravitasi dan kapan kita jadi pinus hidup (mau pake beringin tapi takut konotasinya jadi jelek =b) yang daunnya selalu mencari matahari dan akarnya mencari air? Kayak yang dibilang oom henry ford,"ketika segala sesuatu terasa sedang melawanmu, ingatlah pada pesawat terbang yang selalu berlari melawan angin, bukannya tertiup angin."
Hem...ya...ya... batu itu mungkin termasuk ke dalam mahluk mineral (benda), sedangkan pinus masuk kedalam tumbuhan sedangkan kita adalah manusia, mahluk tuhan paling sexy mulia jadi jangan di downgrade dong. Nah karena saudara Rae bingung dengan yang dibingunkan Anandita maka jawabannya juga sama berarti he..he..tongue

Dan satu lagi nih tentang pesawat terbang, Henry Ford dan angin. Coba Anda (Rae) perhatikan lagi quote-nya di sana tertulis juga ketika hendak take-off, dan bila Anda ada sedikit waktu silakan goggling sejenak mempelajari sedikit tentang penerbangan ternyata tidak hanya saat take-off pesawan diusahakan untuk melaju berlawanan terhadap arah angin tetapi saat landing juga. Menurut perkiraan sekenaknya ala saya (sambil mengingat buku fisika SMP), hal tersebut dikarenakan ketika take-off pesawat membutuhkan gaya keatas, dan gaya itu didapat dari alirang udara di sayapnya yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga semakin cepat alirang udara maka semakin besar gaya angkat yang timbul. Sedangkan ketika landing yah untuk bantu-bantu ngerem gitu kali yah, biar nggak babalas he..he.. Ketika di udara arah angin memang sangat mempengaruhi sebuah penerbangan dan pada umumnya para pilot lebih suka bila tidak ada angin karena tidak perlu banyak penyesuaian. Akan tetapi terkadang angin buritan (angin belakang) dapat membantu menghemat bahan bakar.
When everything seems to be going against you, remember that the airplane takes off against the wind, not with it.
Henry Ford
Jadi apa yang dimaksud oleh Henry Ford? Menurut penafsiran saya yang ala kadarya, beliau hanya ingin menyemangati para inovator yang mendapat tentangan dari status quo dan orang-orang yang tidak punya mimpi terhadap inovasi yang ia buat, begicu loch kiss.

Mereka yang menemui jalan buntu harus memeriksa tujuan awal; mereka yang sudah berhasil harus memperhatikan arah tujuan.

Orang dapat meninggalkan keduniawian setelah melepaskan ambisi duniawi. Orang dapat memasuki kebijakan setelah melepaskan ambisi spiritual.

Huanchu Daoren, Kembali ke Asal Refleksi dari TAO




Heh nggak masang komentar ah ngak asyik neh!! (baca lebih lanjut...)

31 March 2008

It's Not That Simple!

Sekilas tampak terbudakkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya tertuankan.

Sekilas tampak merugi, perhatikan dan resapi ternyata hanya laba yang melimpah.

Sekilas tampak terkekang, perhatikan dan resapi ternyata hanya terbebaskan.

Sekilas tampak melemahkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya menguatkan.

Musibah kah ? atau anugerah, semakin hari semakin kehilangan nyali untuk memilah.

Arahkan perahumu dan nikmati riak, gelombang, serta badai alirannya. Improvisasi dalam mendayung membuat-mu awet muda.

Lepas dan lupakan maka kau akan selalu diingat.

22. Paradoks Membiarkan Lepas

Apabila saya melepas diri saya apa adanya, saya menjadi apa yang semestinya saya menjadi. Apabila saya melepas apa yang saya miliki, saya akan menerima apa yang saya butuhkan.

Itulah paradoks feminin atau Yin:
  • Dengan menghasilkan, saya bertahan lama.
  • Ruang yang kosong adalah berisi.
  • Apabila saya memberi, saya menjadi lebih.
  • Apabila saya merasa begitu rusak saya sedang tumbuh.
  • Ketika saya tidak ingin apa-apa, banyak yang datang kepada-ku.
Pernahkah Anda berjuang untuk mendapatkan pekerjaan atau cinta dan akhirnya menyerah, dan tiba-tiba Anda menemukan keduanya baik pekerjaan maupun cinta ?

Apakah Anda ingin menjadi bebas dan merdeka. Sesuaikan dengan hukum Tuhan bagaimana sesuatu itu terjadi.

Ketika saya berhenti mencoba memberi kesan pada kelompok, saya menjadi sangat mengesankan. Tetapi ketika saya mulai berusaha untuk membuat diri saya nampak baik, kelompok mengetahui hal itu dan tak menyukainya.

Pekerjaan saya yang terbaik terlaksana ketika saya melupakan sudut pandang saya, semakin sedikit saya membuat diri saya sendiri, semakin lebih saya.

Ketika saya menyerah kepada harapan dari orang yang bekerja saya tidak menghadapi hambatan apapun.

Inilah kebijaksanaan feminin: membiarkan agar dapat mencapai sesuatu.

Pemimpin bijak menunjukan hal ini.

Jhon Hider-The Tao of Leadership (translated)


Related posts: It's Not That Simple! The Answers

Paradoks Membiarkan Lepas (baca lebih lanjut...)

02 January 2008

The Red Pill of Love

Must Read Before You Die!! Series
Hallo semua apa kabar !!, mudah-mudahan Anda bukanlah salah satu orang yang memasang kembang api, petasan atau semacamnya pada malam pergantian tahun kemarin di sekitar tempat saya tinggal. Bila Anda salah satu pelakunya terus terang (tidur) saya benar-benar terganggu atas tindakan Anda itu. Jadi lain kali bila Anda ingin melakukannya tindakan semacam itu lagi lakukanlah di tempat-tempat yang kemungkinan untuk mengganggu mahluk lain lebih kecil (ex. dalam mimpi, imajinasi atau khayalan Anda masing-masing). [kalo semua orang kayak lo dunia sepi mon!] (ha..ha..ha..).

Ok kembali fokus ke post ini [eh tunggu dulu Red Pill apaan tuh kebalikan dari Blue Pill ? semacem obat biar impotent gitu?] (he..he..). Tolong jangan kaitkan Red Pill disini dengan pil biru produksi Pfizer®, kaitkan saja dengan perkataan Morpheus dalam The Matrix (1999).
This is your last chance. After this, there is no turning back. You take the blue pill - the story ends, you wake up in your bed and believe whatever you want to believe. You take the red pill - you stay in Wonderland and I show you how deep the rabbit-hole goes.
Pada kesempatan kali ini saya akan coba me-review sebuah buku yang dalam waktu singkat telah berhasil mempengaruhi mind set, cara pandang tentang kehidupan umumnya dan dalam hal cinta khususnya Selain itu buku tersebut juga telah memberikan validasi atas pikiran-pikiran liar di benak saya dalam empat tahun terahir yang beberapa waktu lalu sempat juga saya sesali (sedikit). Sebuah buku yang saya temukan sekitar dua atau tiga bulan lalu, secara tidak sengaja, tanpa referensi atau saran dari siapa pun. Sebuah buku yang saya temukan terselip di rak perpustakaan antara bagian psikologi dan filosofi. Sebuah buku dengan cover mencolok yang membuat saya geuleuh (males cenderung jijik) karena berkesan terlalu ABG-baget (maaf ya para ABG serta siapa pun yang berjiwa serupa :p).

Entah apa yang ada di benak cover-designer buku tersebut (versi Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama) ketika membuatnya, mungkin karena pasar ABG sangat menggiurkan atau hanya ingin membuatnya lebih eye-catching. Tetapi terus terang usaha beliau cukup berhasil "menekan" tombol penasaran di pikiran saya. Seraya menaikan kedua alis dan dengan bibir membentuk kurfa senyum terbalik, saya pun mencabut buku tersebut dari raknya serta membolak-balik beberapa halaman secara acak. Sampai pada akhirnya saya tiba pada halaman hak-cipta dan ternyata buku tersebut baru diterbitkan pada tahun 2005 oleh GPU tetapi telah diterbitkan untuk pertama kali pada tahun 1956. "Hem...ya...ya...ya... sepertinya ada yang nggak beres nih!!" pikir saya setelah mengetahui hal tersebut.

Ok sudah cukup basa-basinya, saya akan langsung me-review buku tersebut. Karena kebetulan saya telah sempat membuat review singkat (plus sedikit rayuan gombal) di suatu tempat, maka saya akan kembali menggunakan review tersebut di sini. Riview tersebut adalah sebagai berikut.
Bila tiba-tiba ada peraturan yang hanya memperbolekan seorang membaca satu buku dalam masa hidupnya, saya tidak akan memilih buku ini sebagai satu-satunya buku yang saya baca. Tapi bila tiba-tiba ada peraturan yang hanya memperbolehkan seseorang membaca satu buku yang mengandung kata love/cinta/amour pada judulnya dalam masa hidupnya, maka saya akan memilih buku ini. Sebuah buku yang telah menggoyahkan konsep cinta yang telah saya susun dengan susah payah selama ini. Walaupun demikian pada akhirnya buku ini hanya memperkokoh konsep cinta yang saya bangun tadi. Konsep dalam buku ini dapat dikatakan everlasting karena merupakan fundamental yang amat, sangat mendasar sekali. Terbukti dengan cetakan terakhirnya di tahun 2006 walaupun telah terbit untuk pertama kali pada tahun 1956. Entah mengapa setelah membaca buku ini seketika semua wanita menjadi cantik di mata saya. (Salah satu versi Bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, 2005)

DANGER Conformity Hazard
Ok semoga review buku The Art of Loving karya Erich Fromm ini dapat berguna bagi Anda, bila belum puas silakan lihat sendiri review yang lebih berbobot di sana dan di sini. Bila tertarik Anda dapat memperoleh buku tersebut (salah satu versi Indonesia The Art of Loving Memaknai Hakikat Cinta) seharga IDR 30.000,00 (harga toko buku Gra-Met tepatnya).

PS:
Daftar isi buku

Pengantar
I. APAKAH CINTA ADALAH SENI?
II. TEORI CINTA
  1. Cinta : Jawaban atas Masalah Eksistensi Manusia
  2. Cinta antara Orangtua dan Anak
  3. Objek Cinta
  • Cinta Sesama
  • Cinta Ibu
  • Cinta Erotis
  • Cinta-Diri
  • Cinta Kepada Allah (Tuhan)
III. CINTA DAN KEHANCURANNYA DALAM MASYARAKN BARAT KONTEMPORER
IV. PRAKTIK CINTA
Tentang Penulis

UPDATE 25-06-2008

Kabar gembira!!! Bagi Anda-Anda yang penasaran dengan buku tersebut di atas tetapi karena satu dan lain hal sulit mendapatkan kopi buku tersebut (seperti saya sendiri, sebenernya dah sempet beli seh trus dikasihin ke seseorang eh pas mo beli lagi dah nggak ada dan susah dicari) janganlah berkecil hati.
Bila Anda berminat dan benar-benar niat serta memiliki kemampuan membaca buku berbahasa English atau Korea silakan hubungi saya he..he....biggrin [terus apa ? mo dikirimin gitu??] (enggak tau juga yah, ya hubungi aja dulu he..he..)


UPDATE 08-07-2008

Nah ini dia nih, bagi pembaca setia yang menasaran karena sampai saat ini belum juga melihat sampul The Art of Loving versi Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama yang di sebelah ini saya potret sendiri loh he..he... Harap maklum adanya karena saya tidak kunjung mendapatkan kopinya lagi jadi yang saya potret itu salah satu koleksi perpustakaan ini deh (langganan saya itu loh). Karena buku perpustakaan jadi sudah rada lecek dan ada sampul plastik (anti iler) nya, kena sinar jadi ketara banget glossy-nya yah tapi nggak apa-apa yah kan biar dikira design web 2.0. he..he...



Jangan pernah bilang saya tidak memperingatkan Anda! (baca lebih lanjut...)

13 August 2007

New Blog Head (Smartass Version)

Di tengah keprihatinan atas melemahnya Rupiah serta beratnya loading page di beberapa blog yang saya kunjungi, maka timbullah suara batin untuk menyederhanakan blog head yang sudah lama tidak diganti-ganti. Beratnya loading page beberapa blog tersebut disinyalir disebabkan oleh entah itu image guede dengan resolusi HD, mp3 yang disodorkan secara paksa, flash-flash kurang penting serta tetek-bengek lainnya. Tanpa coba menghakimi saya hanya ingin menyegarkan kembali ingatan kita pada falsafah KISS yang mungkin telah sedikit terlupakan.

Usaha saya untuk memperingati falsafah KISS haya pada paragraf pertama itu saja selebihnya saya hanya akan membahas blog head di blog saya ini :D. Blog head lama yang baru saja lengser tersebut saya beri nama versi "Lirikan Maut" (terinspirasi dari Satria Baja Hitam). Selain versi lama standard terdapat juga versi lama pengembangan yaitu "Lirikan Maut Pembunuh Jiwa/Sharingan" (terinspirasi dari Naruto) mungkin hanya disaksika oleh beberapa orang yang beruntung (atau sial, entah lah) karena masa tayangnya sangat sebentar sekali. Gambar pada vesi lama tersebut merupakan hasil rekayasa photoshop dengan teknik photo to cartoon seperti yang diajarkan di.. (waduh saya lupa :p) dengan bahan dasar yang sama dengan yang dinakan di sini.

Varsi baru, seperti yang kita saksikan bersama kali in (kecuali bagi Anda yang men-disable picture pada browser), saya beri nama "Smartass" terinspirasi dari salah satu sifat saya sendiri (entah itu termasuk baik atau buruk he..he..). Pada vesi kali ini tidak dibutuhkan teknik yang njelimet untuk merekayasa gambar dasar. Selain images vesi kali ini juga mengandalkan rekayasa CSS dengan pendekatan berlajar sambil bermain. Pada intinya versi yang mengusung tema minimalis (baca: meni males pisan eui!) ini berusaha sebisa mungkin untuk menampilkan blog head yang sederhana, ramping serta lebih memperkuat positioning tag line blog ini "Are you thinking what I'm thinking ?".

Ok mungkin itu saja kisah dibalik blog head yang pernah dan sedang saya gunakan, segala masukan Anda baik itu komentar, saran dan keritik mengenai blog head ini sangat saya harpakan.
Terima kasih.

Yaampun Smartass (lanjut...)

01 August 2007

Dora The Killer


doraPertama, saya ingin mengutaraka permintaan maaf kepada seluruh penggemar Dora the Explorer atas pemasangan gambar di samping. Terus terang gambar tersebut bukanlah hasil karya saya sendiri melainkan saya ambil di suatu tempat di internet dan kebetulan saya juga sudah lupa lokasinya. Gambar tersebut muncul di search engine ketika saya ketik "dora the killer" FYI (tau nggak sih lo?) selain sebagai penjelajah ternyata, ada juga Dora lain yg kerjanya membunuh.

PERHATIAN!! post kali ini tidak ditujukan kepada anak berusia dibawah 13 tahun dan/atau aktivis pecinta binatang pengganggu.

Siklus musim yang kian tidak menentu, ternyata tidak hanya menimbulkan paceklik di berbagai desa. Semut dan tikus sebagai salah satu binatang ciptaan Tuhan sepertinya juga merasakan hal serupa akibat pemanasan global yang kian menggila. Diperkirakan karena hal tersebut, akhir-akhir ini dilingkungan tempat saya tinggal telah terjadi eskalasi tingkat agresifitas tikus dan semut merah kecil--yg kalo ngegigit gatelnya minta ampun. Tidak hanya memanjat tembok, tikus-tikus tersebut terlihat sudah mulai menganut faham vandalisme dengan merusak kawat nyamuk almunium (tolong bedakan dengan anarkis, emang sejak kapan tikus punya kelurahan). Nah inilah saatnya Dora The Killer beraksi !!

Dora yang saya maksud kali ini adalah merek dagang racun tikus yang diproduksi oleh perusahaan patungan Indonesia-Nippon, PT. FUMAKILLA, Tanggerang di bawah lisensi FUMAKILLA LTD. Japan. Saya mengetahui produk tersebut ketika berniat mencari racun tikus di sebutah jaringan supermarket yang pada tiga tahun lalu kantor pusatnya sempat saya jadikan tempat PL (praktek lapang) dengan alasan hanya 10 menit berjalan kaki dari rumah. Berhubung saat itu cuma itu satu-satunya pilihan racun tikus yang tersedia, langsung saja saya ambil ukuran sedang. Dengan merelakan 6000 IDR sebagai pengganti bahan baku, upah buruh, gaji staf, marjin, pajak dan berbagai komponen harga lainnya maka saya, secara legal, dapat membawa pulang si Dora dengan tenang.

Seasampai di rumah, first thing first, baca aturan pakai!! Setelah membaca untuk beberapa saat, saya pun terheran-heran seraya berpikir "Koq kepikiran sampe situ ya ?? CANGGIH !! SUGOY !! BANZAI !!" (kebetulan ketika tingkat I - II ada seorang Jepang di kosan, kesimpulannya jangan menaruh cincin anda di sembarang mangkok :)) [Woi koq canggih, kenape emangnye??] Maaf jika penasaran, jadi begini, racun tikus tersebut mengandung bahan aktif Warfarin 0.105% (apakah anda ingat pelajaran kimia dahulu, saya sih sudah lupa :p). Dan intinya adalah racun itu bekerja secara kronis yang berarti dalam beberapa kali makan tikus-tikus imut target-operasi tersebut tidak akan langsung mati. Tikus-tikus tersebut diperkirakan akan mati antara tiga sampai dengan empat hari kemudian bila memakan umpan tersebut secara terus-menerus setiap harinya. [Kenapa harus begitu?] jangan salah, tikus-tikus sekarang sudah pada pinter-pinter loh!! (sepertinya pernyataan ini dapat menjadi salah satu senjata busuk bagi para customer service representative guna menyelesaikan keluhan tagihan telp/internet dari para pelanggan) jika melihat rekan sejawat dan seprofesinya memakan umpan kemudian langsung mangkat di tempat, maka tikus-tikus tersebut tidak akan bersedia lagi untuk memakan umpan tersebut.

Sebenernya ada satu lagi ke-SUGOY-an Dora si racun tikus. Pada petunjuk penggunaan juga tertulis bahwasannya racun yang terkandung akan menurunkan kepekaan indra pengelihatan sang target-operasi (tikus-tikus imut) sehingga beliau akan mati di tempat yang terang dan mudah terlihat. (Canggi nggak tuh?) Pada intinya, target operasi dibuat menjadi buta secara perlahan dan diharapkan beliau akan mencari sumber cahaya, keluar dari lubang/tempat persembunyiannya sebelum akhirnya wafat. Hal tersebut akan memudahkan datasemen umum 13 untuk memfoloapi keadaan ketika target opersasi terbujur kaku.

Tunggu sebentar!, itu semua masih berupa janji-janji manis produsen Dora si racun tikus, kita masih membutuhkan pembuktian untuk memvalidasi kecanggihan dan fitur-fitur yang ditawarkan. Tempatkan Dora didalam semacam wadah kecil (agar termonitor apakah berkurang) di beberapa tempat yang strategis kemudian ditinggalkan.--Sehari Kemudian-- Masih utuh. --Tiga Hari Kemudian-- Tidak ada perubahan. --Satu Pekan Kemudian-- Sudah terlupakan, wah gagal maning Son!!

Sampai suatu siang ada seekor tikus konyol keluar dengan santainya dari lubang persembunyian dengan gerakan kurang lincah. Dan betul saja, keesokan harinya ada dua ekor tikus tergolek lemas tak berdaya di tempat terbuka serta mudah dijangkau.

"BERHASIL-BERHASIL-BERHASIL HORE...!!"

Sepertinya penyesuaian selera membutuhkan waktu, mungkin formula Dora disukai oleh tikus-tikus Jepang akan tetapi kurang pas di lidah tikus lokal. Untuk menyiasatinya dibutuhkan kebijakan-kebijakan lainya yang mendukung. Kebijaan yang dimaksud seperti menutup akses terhadap makanan-makanan lainya yang lebih familiar bagi tikus lokal dan tidak berracun (sisa makanan, bunga-bungaan dan umpan dalam usaha menjebak tikus secara mekanis yang terbukti sudah tidak efektif lagi, seperti lem tikus).

Masih terheran-heran, sebenarnya dari mana para penyusun formula Dora si racun tikus membuat strategi yang cukup Out Of The Box tersebut. Setelah dipikirkan dan direnungkan kemunkinan besar ide tersebut berasal dari pabrik rokok serta para perokok yang mati satu-persatu terserang berbagai penyakit kronis dalam 15-20 tahun kemudian.

TERIMA-KASIH PABRIK ROKOK !!

19 May 2007

Pimp My Picture

Pimp my pictureSeraya mengumpulkan dan menyatukan kembali berkas-berkas skripsi yg sudah terpencar ke delapan penjuru angin di tujuh samudra, ditengah kesibukan on job training guna meraih gelar arcade gamer jadul (PacMan) dengan status diakui, gw menyempatkan diri mengutak-atik Photoshop® dengan pendekatan belajar sambil bermain. Dengan objek foto pribadi andalan (karena satu-satunya yg tersenyum dengan baik), gambarpun dipoles menjadi dua level lebih tinggi.

Level 1: koreksi cahaya, suhu warna, dan hal-hal kecil lainnya.

Level 2: kebohongan publik

Pas lagi muter-muter nggak jelas di BlogFam ketemu thread yg ngomongin gambar diri di blog, kurang lebih pertanyaannya itu:
Narsis ?
Fotonya nggak jelas, malu-malu?
Nggak masang, kurang pd or gimana gitu?
Nggak takut tuh nanti fotolo disalah gunakan sama orang, misal diutak-atik pake photoshop tus digimanain gitu.?
Gw sendiri pasang foto diri biar ada personal touch aja jadi nggak dingin-dingin amat, tapi nggak jelas gambarnya :D

Narcissism kayaknya nggak, tapi bukan berarti gw terbebas dari mental disorder yg laeh hue..e..e.e (tukan).

Bukannya malu or kurang pd (nyokap gw bilang, lumayan good lokin' koq) [ya iya lah masa' mo jelek-jelekin gen sendiri?] selain untuk menjaga objektivitas [yaampun] gw juga belom siap dikejar-kejar B-) (dikejar-kejar massa lengkapnya :p )

Foto disalahgunakan, hemm... keyaknya gw duluan deh yg menyalahgunakan sejak awal :)

*)Click on da pic to see a bigger one.

13 April 2007

New Ad Space in Town

Tes check sound-check sound satcu, dua, chiga ch..ch.. *kebatuk-batuk* haduh...
suara gw kalo kena flu tambah berat nih, banyak yg bilang tambah sexy he..he... bossa sekale he..he... B-)
[iya berat kayak kodok, kodoknya juga yg mobil bukan yg lompat]
Kemaren lagi ada perlu lewat perempatan Kuningan lah koq ada....

Ada apa ayo ya seperti judulnya, ada iklan [lah iklan doang norak banget seh?] eit tunggu dulu ini beda nggak kayak biasanya iklan ini dipasang di beberapa pilar flyover diperapatan Kuningan itu.

[Eh bukannya itu tempat biasanya bomber pada gambar graffiti] yak tul, tepat sekale gw pikir dasar pemikiran inovasi (seenggaknya bagi gw soalnya baru tau) untuk masang ad di tempat itu juga berasal dari graffiti-graffiti yg ada di situ. Nah tu pemda DKI Jakarta yg terhormat, jangan lupa sama bomber" yg udah membuka peluang penambahan pemasukan kas daerah, didukung dong [iya beliin cat gitu, jangan di korup] selama gambarnya dapat dipertanggungjawabkan gw pikir nggak ada masalah.

Formatnya sih biasa aja ya, neon box udah itu juga nggak gede-gede amat, tapi kalo diitung-itung potensi traffic yg ngeliat emang gede ya apa lagi kalo kena lampu merah, keliatan dengan jelas deh, trus pesan-pesannya juga bisa lebih panjang. Dibanding baliho-baliho yg segede gaban nggak peke lobang angin lagi, ngere gw kalo lewat dibawahnya. Tapi yg paling bikin kesel itu, pohon" pada ditebangin dengan alasan ngehalangin baliho yg baru kemaren sore jadi, lah kan pohon dulua yg sape di situ gimana sih. [itulah kapitalis sialan].

PS: Nama Bujang Urban yg serig gw pake juga terinspirasi dari salah satu bomber yg gambarnya dulu sering gw liat (sebelom ditimpa) dengan nick Bujangan Urban. RESPECT!

01 April 2007

Melly Goeslow - Gantung 3:34

Bukan, gw bukan fan-nya Melly, gw itu fan-nya nobody alias, nggak nge-fan sama siapa", dan lebih suka memposisikan diri sebagai pemerhati. Gw suka sama syair-syair lagunya Melly, tapi nggak semuanya. Syair yg gw suka itu lebih kepada yg menceritakan realita kehidupan, tapi kalo yg berbau-bau abg, males.

Salah lagu yg cukup berhubungan dengan hidup gw ya lagu gantung ini terutama beberapa bagian dari music video-nya.

...sampai kapan kau gantung cerita cintaku memberi harapan
hingga mungkin kutak sanggup lagi dan meninggalkan dirimu....

Begini ceritanya....


Sekitar delapan tahun lalu sebagai seseorang anak baru gede di sebuah kota metropolitan gw sempat mengenyam bangku sekolah [abis dong bangkunya ?] (diem dulu lagi serius nih) pada salah satu SMA di bilangan Pasar Minggu (tidak termasuk bilangan prima), suatu tempat yg relatif cukup jauh dari rumah gw waktu itu.

Sekitar tiga tahun mundar-mandir membuat daerah antara sekolah dan rumah menjadi "my play ground" you know. Berhubung waktu sma dulu itu gw ngangkot maka salah satu alternatif transportasi yg paling sering dipakai adalah angkutan Metro-Mini (si Setan Merah) S75 jurusan Pasar Minggu-Blok M. Setau gw selama sekolah tiga tahun mundar-mandir pake S75, rutenya itu nggak lewat Kemang, dan setelah gw recheck lagi ternyata sekarang nggak berubah, tetap nggak lewat Kemang. Nah yang jadi pertanyaan kenapa di music video-nya Melly S75 lewat halte yg namanya Kemang. Setau gw halte kemang itu ada di Jalan Kemang Raya depan Tamani Kafe, dan jalan tersebut bukan trayek S75 (ni disini loh). Kalo dah liat link sebelumnya itu, kayaknya yg di musicvideo-nya itu bukan halte Kemang yg sebenernya ya?

Sebetulnya inti dari post kali ini adalah ke-naggung-an (sehingga gantung) sutradara, penulis sekenario dan orang-orang sejenisnya dalam berkreasi. Hal tersebut gw pikir cuma menimbulkan bantahan-bantahan yg sebenernya bisa di hindari serta menghilangkan kemakluman para penonton. Jadi kalo mo ngarang ya ngarang sekalian, sebaliknya kalo mo base on the facts ya udah. Gw pribadi dalam menyaksikan musicvideo-nya juga jadi rada kagok, mo dianggap sebagai totally rekaan baik cerita maupun lingkungan or ceritanya aja yg rekaan tapi lingkungannya berdasarkan fakta. Kalo mo totally rekaan ya sekalian aja Metro Mini-nya di nomerin "9001" dan atau haltenya dinamain misal "Setia Menunggu" or apa kek.

[Gitu aja koq repot] he..he.. iya ya, tapi terus terang gw sangat menghargai informasi" berguna walaupun datang dari film, game or karya sejenis lainnya. Nah kalo sesat begitukan berabe. Let say gw tau prosesi pergantian Paus (Pope) dari sebuah film yg nggak mau gw sebutin judulnya [ah nggak asik lo!](coz ini film komedi begajulan yg harusnya nggak usah ditonton menurut gw, bukan karena Paus-nya loh), and waktu Paus Yohanes Paulus II meniggal dunia taun 2005, ternyata bener tuh prosesinya sama, ok gw kasih inisialnya aja ya ET 2004.

Bagi yg belum liat musicvideonya bisa diliat disini

03 February 2007

Not a Super Hero, just another costume freak detective.

Can you guest who's the men described by this post's title? Yeah you're right! [hei wait a minute dude, you speak like Dora the Explorer, ask questions and respond as if somebody have answered it yet, are you sure?] Hei take it easy pal easy...

The man is BATMAN yeah! Comic character which's created by Bob Kyne as the artist) and Bill Finger (writer) in May 1939. He can't fly, can't see trough wall and can't run as fast as bullet, in other words, he like just another human being. So why he's called super hero by some people, I think because he has pushed him self to the top condition of physical and intellectual condition, after had witnessed his parents' dead in a robbery, when he was a kid. By using sophisticated tools and vehicle he can parallel super-human power and ability which possessed by other heroes. With detective skill, knowledge and strategy he fight the crimes.

[Hei why Batman, why don't you talk about others heroes like superman, flash gordon, gundala, si buta dari gua hantu, etc and if you want to, I can create one for you!] No thanks pal, Batman character has given much influence to my life. All started when I was around seven or eight years old. I was sick and had to get a medical care in Jakarta Hospital (RSJ he..he..). At that time, in every single working day even thouth visiting time had up, and I had already slept, my father still came to my room and used to buy me Batman comic series.

Intense Debate Comments