Pages

Showing posts with label open diary. Show all posts
Showing posts with label open diary. Show all posts

19 May 2008

Friday Jazzy Night With Ireng Maulana and Friends

Yiaahhh agar tetap mendapat predikat sebagai blogger maka harus posting, betul? Setelah hampir sebulan, dalam postingan kali ini saya akan sedikit berceritra tentang sepenggal kegiatan rutin yang kerap saya lakukan perpekan, hemm kurang lebih dua bulan belakangan ini. Apakah kegiatan rutin itu? yah tepat sekali hangin' "solitary" out di Friday Jazzy Night bersama Om Ireng Maulana dan Rekan (lah koq jadi kayak' nama law firm yah he..he...) kita ganti penyebutannya, bersama Ireng Maulana dan Teman-temannya he..he... biggrin

Sebagai penganut mazhab jumat malam yang taat dan tidak terlalu disiplin :p maka setiap malam sabtu, bila tidak ada hal yang lebih penting, saya sempatkan diri untuk menyaksikan Friday Jazzy Night yang diadakan di food court Pasar Festvial, GOR Sumantri Brojo Negoro. Menurut sumber yang agak sulit untuk dipercaya, kegitan ini sudah berlangsung kurang lebih sejak lima tahun lalu (mungkin lebih). Sebenarnya beberapa tahun belakangan ini saya juga sudah mendengar tentang FJN tersebut, tetapi baru bulan Januari lalu saya menyempatkan diri untuk menghadirinya dengan seorang kawan, itupun tidak sengaja :D

What's happening ??
Pasar Festival, disibeut mall... bukan, disebut pasar... sepertinya juga kurang pas. Yah sudah kita sebut Pasar Festival saja ya he..eh.., sebuah tempat yang munkin boleh dikategorikan kurang happening dibanding mall, plaza, atau berbagai square yang ada di Jakarta. Tetapi itulah nilai plusnya bagi saya pribadi, tidak terlalu bising, tidak terlalu glamor dan aroma konsumerisme tidak terlalu menyengat di sana [lebay mode on] he..he.. Selain dekat dengan rumah, yang menyebabkan saya gemar datang kesana adalah lokasinya dekat dengan kampus utama saya (tolong dicatat bukan BSM), dan satu lagi, ada Bengawan Solo Coffee disitu he...he..

Second Term
Namanya juga Friday Jazzy Night ya hampir 99.95% diadakan pada jumat malam, betul? Dimulai pada pukuk 18.30 dan berakhir pada pukul 21.00. Diantara selang waktu tersebut diselingi juga dengan break-time (Ireng Maulana dan Teman-tenannya kan juga manusia) selama 30 menit pada pukul 19.30 sampai dengan pukul 20.00. Nah bila Anda memiliki keperluan lain atau ingin bermunajat cinta dahulu seusai solat Magrib dan Isya maka saran saya datanglah pada termin kedua, yaitu bagian setelah breack-time. Terus terang saya sendiri lebih suka termin yang kedua ini, selain bebas dari gangguan para weekend warrior yang pada so' asik bersantap malam di food court sehabis bermain tenis seraya ngegodain mbak-mbak pramu saji, Jazznya Ireng Maulana dan Teman-temannya lebih keluar lagi pada termin kedua ini. (FYI:jam session biasanya keluar pada termin kedua)

Kind Of Crowd
FJN memiliki crowd setianya yang... yah tidak fanatik-fanatik amat sih he.. santai, setelah dua-tiga kali berturut-turut datang ke acara tersebut, saya pikir Anda dapat dengan mudah mengenali siapa-siapa saja yang secara rutin datang di FJN. Yang saya rasakan crowd FJN bersahabat, asik, nggak pake jaim dan seru, walau agak males kalau diajak nyanyi bersama oleh host singer :p. Bila diperhatikan usia crowd disana, sayalah yang termuda (he..he.. jadi malu, tapi kalo tampang bukan saya he..he..) [iya tampang lo bermutu seh, bermuka tua evileyebrows] Sepertinya sebagian besar dari mereka adalah para karyawan yang berkantor di sekitar Pasar Festival.

Everlasting Song
Ok saya coba sedikit membahas tentang musik-musik yang dimainkan (sebatas pengetahuan saya tentunya ya he..he..) Bila dilihat dari tempatnya (sebuah food court) yah memang tidak bisa diharapkan yang hadir adalah jazz geek semua apalagi FJN ini geratis, namun tepuk tangan seikhlasnya sangat diharapkan. Mungkin di food court tersebut ada orang kelaperan hanya ingin makan guna menyambung hidup, sekumpulan weekend warrior (seperti yang telah saya bahas sebelumnya), ada juga yang sedang merayakan ulang tahun, dan tidak menutup kemungkinan ada yang sedang PDKT dan ngajak nge-date di situ (saya sarankan Anda mencari tempat lain saja karena jurus-jurus gombal Anda tidak akan menang melawan sound system). Karena itu, saya pikir pemilihan kata jazzy (bernuansa jazz) menjadi tepat karena memang tidak semua lagu adalah lagu jazz banyak juga lagu-lagu top 40 yang dimainkan, dan berhubung yang memainkan adalah musisi yang gemar musik jazz maka lagu-lagu tersebut otomatis akan menjadi jazzy he..he.. (kayak yang "iya" nggak ngomongnya gw? he..he..).

Munkin satu hal lagi yang harus saya bahas sedikit di sini. Berhubung para musisinya ini sudah pada beruban berumur maka lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu yang mungkin boleh dikatakan everlasting song (lagu-lagu lama yang masih enak dan disukai oleh banyak orang) dengan kata lain saya ingin menyampaikan, tolong jangan sebut-sebut Afgan di sekitar sini he..he.., Dewa 19 aja pada nggak tau :p

Guess Star
Bila Anda memiliki kemampuan olah suara dan nyali secukupnya saat menghadiri FJN maka jangan segan-segan untuk menyumbangkan suara Anda di FJN ini. Dengan catatan lagunya itu lagu yang telah saya bahas sebelumnya ya! jangan lagu kemaren sore. Tidak perlu Anda berkecil hati bila di-underestimate-kan ketika Anda naik ke panggung, karena menurut pengalaman saya dua bulan belakangan ini malah penyanyi-penyanyi yang di-underestimate-kan yang ternyata "pembunuh" bahkan salah satunya kalalu boleh saya katakan Gland Fredly... PUTUS!!


PS: List lagu yang sering dimainkan di FJN (seingat saya he..he..)

  • Still Got The Blues [Gary More] (faforit Om Ireng, jangan cepet-cepet tepok tangan improfisasi bisa 10 menit sendiri he..he..)
  • L-O-V-E [Nat King Cole] (sering jadi bahan jam session)
  • Route 66 [Nat King Cole]
  • Fly Me to The Moon [Sinatra]
  • You Look Wonderful Tonight [Erick Clapton]
  • Amigos Para Siempre [Sarah Brightman] (kayaknye kesukaan host singer untuk menunjukan kejumawaan dan skillnya di depan para guess star yah he..he.. dari monyong-monyongnye kayaknya susah tuh lagu :p)
  • The Prayer [Josh Groban] (kesukaan host singer, sepertinya juga untuk alasan yang sama)
  • Corazón Espinado [Santana] (nah ini enak nih buat goyang, goyang ditempat aja maksudnya)
  • All Night Long [Lionel Richie]
  • Dan beberapa lagu instrumentalia yang terdengar enak tetapi saya tidak tau judulnya :p



DKK ajah dan kawan-kawan gitu?! (baca lebih lanjut...)

16 January 2008

The Ten Reasons

Huh..huh...huh... *ngos-ngosan sambil ngetik* Sepekan yang sangat melelahkan. Sepekan di dalam daerah tidak nyaman, daerah "angker" yang saya biarkan kosong tak terurus tujuh tahun terakhir, walaupun sesekali ada saja yang mencoba masuk tetapi kali ini yang paling menggangu karena ia pernah menjadi (satu-satunya) orang dalam dan sepertinya masih hafal akan jalan rahasia menuju ke sana [daerah mane mon? bukit belakang sekolah] (doraemon banget sih?) Bukan, bukan bukit belakan sekolah, daerah itu bernama My Feeling Inside This Heart.

Entah lah, tapi saya yakin ini adalah ujian dari-Nya, mungkin berkaitan dengan kelancangan saya berkoar-koar sok tau tentang masalah cinta beberapa waktu lalu di sebuah milis sampai-sampai ada yang protes dan berteriak "AH TEORI!!" he..he... Lagi-lagi entah lah, apa saya berhasil lulus atau tidak tetapi hati ini terasa lebih tenang sekarang. Dengan berbekal kearifan filosofi seadanya, berbagai teori strategi, marketing, pengetahuan dasar psikologi pria dan wanita dan tentunya bantuan dari beberapa orang teman, saya harap saya telah melewati ujian tersebut dengan baik.

Dan pada akhirnya saya harus menunjukan sebuah daftar yang sempat saya susun beberapa waktu lalu kepada seseorang (tersebut di atas). Sebuah daftar yang terinspirasi dari gaya anti-marketing distro debian linux dan dipicu oleh pernikahan kawan dari ibunda tercinta yang menemukan pasangan hidupnya melalui biro jodoh.

10 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Memilih Saya Sebagai Pasangan Hidup
  1. I can't read your mind.
  2. I won't always there right beside you coz I have missions in life.
  3. I already have chosen values to respect (not society, media or other say to respect).
  4. I'm not immortal I’ll die someday.
  5. I'll carry my life on, with or without you.
  6. I'm just a jealous guy.
  7. Little bit bohemian, moderate (somewhat aggressive) risk-taker.
  8. Will always looks unromantic (save my romance for the one, emm may be for another one too he...e...e...e...).
  9. I'm just a stupido who always try to improve quality of my life.
  10. Will always love you as you are, and I hope you will always love me as I'm.
Not My Type

Heh biro jodoh sudah se-desperate itu kah ? (baca lebih lanjut...)

06 December 2007

Pardon Me

Akhirnya lampu hijau itu benar-benar menyala [lampu ijo, maksud lo?] ya itu, restu dosen pembimbin II untuk saya segera melanjutkan tahap selanjutnya (ternyata restu yang kemaren itu masih ragu-ragu he..he..). Sangat wajar bila ada dosen pembimbing yang meragukan skripsi mahasiswa tingkat akhir (jangan ditanya semester berapa ya :p) sekonyong-konyong muncul sambil membawa skripsi lengkap dengan metode akal-akalan beserta hasil yang sudah matang (bahkan hampir busuk). Maka dari itu saya tidak ingin melewatkan kesempatan yang sangat berharga ini untuk segera mengakhiri tingkat akhir yang seharusnya sudah lama berakhir hir..hir..hir...

Dalam beberapa waktu kedepan saya berencana untuk menghabiskan jatah hiatus tahun ini sebelum hangus [ape lo kate??]. Sebenarnya saya masih melakukan posting tetapi tidak di blog ini melainkan diblog lain yang sifatnya FMEO (for my eyes only) alias bukan konsumsi publik. Blog tersebut bisa juga disebut sebagai jurnal muara dari berbagai catatan yang berserakkan dimana-mana mengenai skripsi yang tengah saya kerjakan dengan sepenuh hati.

Yah memang kedengarannya aneh mengapa skripsi yang dikerjakan sepenuh hati bisa molor sampai dua tahun :p. Mungkin karena alasan dasar saya dalam menyusun skripsi ini bukanlah untuk mendapat gelar S1 malainkan untuk memperkokoh dan menjadi landasan bagi hidup saya selanjutnya. Dengan demikian baru beberapa bulan belakangan saya mulai mengerjakan skripsi ini dengan pendekatan full time karena, selain skripsi, ada beberapa hal yang juga harus saya persiapkan untuk hidup saya selanjutnya (mungkin sebagian tertera di blog ini).

Ok sekian dulu pamitan singkatnya he..he... Mohon didoakan agar skripsi ini juga dapat bermanfaat bagi orang lain nantinya [].

Related Post:
(Another) Indonesian Dream


Sepenuh hati?? koq bisa lama bener ? (baca lebih lanjut...)

31 August 2007

Before Summer's End (When the living is not so easy anymore)

Summer time and the living is easy
Fish are jumping, and the cotton is high
Your daddy's rich and your mama's good looking
I said hush little baby, don't you cry
........
Summer Time salah satu my fav song ever, sepertinya sudah dapat dikategorikan sebagai salah satu everlasting jazz song. Dari berbagai versi yang ada sejak 1935, pilihan saya jatuh kepada Coco d'Or dengan versi simple akustiknya.

Membicarakan summertime saya pikir saat ini di Jakarta khususnya dan wilayah Indonesia di selatan katulistiwa umumnya masih dikategorikan masuk keadam musim panas kemungkinan tergolong akhir musim panas tapi entahlah :p. Tahun lalu keluarga kami melewatkan musim panas dengan merenovasi rumah (seperti yang telah disinggung di sini). Untuk tahun ini kami merencanakan untuk berlibur dan tujuan pun ditetapkan, Bali.

Setelah tujuan ditetapkan maka tinggal menyusun rencana. Ok Ibu bawa koper nomer 1, kaka nomer 2, dan Temon jaga rumah, sip xp. "Mon, betul nih nggak ikut?" ibu bertanya guna memastikan sebelum mengurus akomodasi, "Iya bener, lagi banyak urusan nih" saya pun menjawab tanpa keraguan sedikit pun, "Bener nih nggak ikut, rencananya ibu mau naik kapal selem lo" ibu kembali bertanya seraya mencoba menggoyah keyakinan "Ah kapal selem doang aja" saya mencoba terlihat yakin padahal penasaran juga sih :p. Bali, untuk saat ini mungkin tidak. Saya sendiri baru sekali pergi ke sana itu pun sudah 14-15 tahun lalu he...he..

Dan akhirnya saya tinggal sendiri dirumuah untuk empat hari tiga malam. Berhubung keluarga kami tidak mempekerjakan pembantu rumah tangga maka saya benar-benar sediri. Rasanya seperti ketika kos dahulu tetapi perbedaannya ruangan yang harus disapu dan dipel lebih luas. Sebenarnnya saya juga sudah lama menanti saat-saat seperti itu (sendiri di rumah, sepi). Ketika sampai di rumah tidak ada siapa-siapa, saya bisa memjemur handuk di kursi makan untuk beberapa lama tanpa dimarahi, tidak harus langsung mencuci piring sehabis makan, dan yang terpeting adalah tiga hari tanpa senetron Cinta Fitri he..he..he..

Setelah saya perhatikan sepertinya ketika hanya sendiri di rumah kehidupan saya lebih teratur, mencuci, menyetrika, memasak nasi dan membeli lauk di warteg he..eh. Mungkin karena tidak ada yang dapat diandalkan mau-tidak mau semua harus dilakukan sendiri. Semoga hal-hal tesebut dapat saya pertahankan ketika mereka (ibu dan kakak) pulang nanti.

Dan akhirnya empat hari tiga malam pun berlalu tanpa masalah berarti. Ibu dan kakak sampai kebali di rumah dalam keadaan utuh jadi satu serta sehat wal afiat. Setibanya di rumah tak lama berselang, dimulailah cerita pengalaman liburan, dari kapal selam beserta acara pamer sertifikat (yaampun penting ya?, masukin cv aja besok), balon udara besertra acara pamer karcis (sekalian aja ada monyetnya), parasailing plus pamer foto, belanja di sini dan di situ (lumayan kaos 2 biji) sampai dengan tindakan-tindakan bodoh yang dilakukan kakak (seperti biasanya).

Related Post:
Happy Flood 2007 !! Hip-hip blug-blug

Ceile ke Bali ni ye ada oleh-oleh ? (lanjut...)

09 August 2007

Are we shakin or just her? (Gempa)

TU !!, MON!! BANGUN!! GEMPA !! AYO KEDEPAN SEMUA !!
Yang berseru itu adalah ibu saya, sebenarnya dari tadi beliau juga telah tertidur, tetapi dapat terbangun saat gempa. Jauh berbeda dengan kedua anak-anaknya yang mudah tidur sulit bangun. Masih belum sepenuhnya sadar dan belum dapat merasakan bahwa telah dan sedang terjadi gempa, hanya bisa melihat lampu gantung yang terus bergoyang-goyang seperti pendulum di ruang tengah.

EH MALAH NONTON TV AYO KEDEPAN DULU !!
Sesampainya di depan beliau hery (heboh sendiry) tapi niatnya bagus, memberi peringatan pada tetangga dan benar saja beberapa tetangga juga keluar untungnya tidak sampai panik di sini. Beberapa saat kemudian akhirnya kami duduk-duduk di ruang tamu (sejujurnya saya tiduran :p)
Tadi waktu tidur ibu denger kayak suara meledak gitu nggak tau apaan itu, abis itu tempat tidurnya bunyi krek-krek-krek-krek berasa' goyang-goyang wah kayaknya gempa nih. Kalau di padang namanya gampo, kalo di jawa namanya apa? lindu ya?
OK, sebaiknya kita cari suber yang cepat dan terpercaya DETIK.COM eh iya gempa he..he....

Dah baal kali ? (lanjut...)

25 April 2007

Nagabonar Jadi (nambah satu lagi yg review)

Dan setelah ..... (lupa dah berapa taun)... akhirnya gw nonton di bioskop lagi hua..ha..... Coba gw inget" inget film terakhir yg gw tonton di bioskop itu apa ya emm..... (Shanghai Noon sama Romeo Must Die duluan mana) ya antara itu lah. Sebenernya genre yg gw suka bukan cuma kung-fu tapi kalo buat nonton di bioskom kayaknya cuma kungfu yg seru kalo yg laen dirumah saja cukup [iya nonton flora dan fauna di rumah aja cukup].

Senin kemarin tepatnya tanggal 23 April gw nonton Nagabonar (jadi) 2 bersama keluarga (full team, jarang"). Seperti yg udah di review sama si Adriel, Jdig dan para blogger lainnya dipenjuru blogsphere Endonesia yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu per satu, film ini memang bagus. Ide nonton itu dateng dari Bos Besar (nyokap he...), dia dah ngajakin nonton dari filmnya masih baru rencana or udah lagi digarap taudeh lupa soalnya dah lama banget taun 2006 kali. Waktu itu gw iya-iya in aja biar seneng, di pikiran gw waktu itu adalah (ketularan kakak gw) film Endonesia ya hemm yah tunggu aja nggak sampe setaun juga ada di tipi. Dikarenakan review yg positif oleh berbagai pihak di berbagai media (tipi, koran, blog, forum, dll) akhirnya gw tertarik juga untuk nonton film ini di bioskop.

Soal nonton film baik itu di bioskop vcd, dvd gw rada" selektif [eh kalo dvd sama vcd mana filmnya?](dasar lo, ok movie deh) karena gw pikir investasi waktu, listrik, ongkos rental maupun reputasi [loh koq reputasi??] harus kembali baik dalam bentuk kepuasan batin, ilmu pengetahuan dan kearifan [berat bener!]. Jadi gw sama sekali nggak suka membeli kucing dalam karung, kalo semen, singkong, beras boleh deh dalam karung. Dengan kata lain review film dalam memutuskan untuk menonton sebuah film (dengan niat) merupakan suatu hal yg penting. Sering terjadi gw baru nonton film-film yg udah dua-tiga tahun keluar gara" gw baru dapet reviewnya dari reviewer yg cukup gw percaya.

Terus terang gw sendiri nggak terlalu lihai dalam ngereview film, tapi untuk kesempata kali ini boleh lah sekalian he..he... Nagabonar (Jadi) 2, secara keseluruan menghibur pesan utamanya yaitu tentang generation gap sangat baik dikomunikasikan. Anda tidak harus menonton berulang kali untuk dapat memahami pesan-pesan di dalamnya nggak kaya spongebob, dora, atau chalk zone [itu seh di rerun karena kekurangan episod, oon]. Cerita yg sederhana memudahkan penyisipan berbagai keritik sosial yg cukup menyentil. Kritik sosial yg ditampilkan antara lain adalah minimnya ruang publik terbuka untuk bermain bola di Jakarta, praktek
perdukunan pajak, sampai para menganut mazhab STMJ (solat terus maksiat jalan).

Ada satu hal yg cukup menarik waktu gw nonton di bioskop 21 stiabudi building kuningan kemaren. Mungkin karena sudah hampir satu bulan sejak premier, yg menyebabkan banyaknya review di berbagai media --seperiti yg udah gw sebutin sebelumnya-- ataupun review word of mouth, sehingga telah berhasil membentuk persepsi sebagian penonton film di studio itu. [Maksud lo?] jadi begini, mungkin karena banyak review yg menyatakan bahwa film ini sangat lucu maka banyak dari penonton yg sudah ketawa-ketawa nggak jelas sejak film dimulai di scene-scene yg...(..oh..come on man ..!) bahkan sejak iklan sebelum film dimulai (itu kan iklan kayak yg di tipi juga, sama persis koq ketawanya begitu banget sih ??)

13 April 2007

IIP + STPDN = IPDN ?

Sebenernya sih dah mo nulis dari hari Ahad kemaren, berhubung gw terlibat dalam "olah raga" jalanan di dalam sebuah alat trasnportasi masal [trasnportasi lagi] sorenya, jadi Senen-Selasa nyut"nya blom ilang Rabo otot pada ngilu badan kaku, jadi males ngetik. Abis ngomongnya one-on-one eh jadinya keroyokan-on-one yaudah akumulasi lactic acid deh[wah kekerasan nih,nggak mendidik!]. Easy.., sebenernya gw juga nggak suka kekerasan yah tapi namanya juga di jalan (aku tergoda-aku tergoda)[dasar dumbass!], nantideh gw ceritaain di post sendiri. Sekarang kita omongi IPDN dulu Ok.

Wooow ni berita lagi hot banget ya, nggak di tipi, nggak di koran, tapi kalo gw peratiin kayaknya solusi yg dinanti masih mengawang, tapi yg gw heran gimana tuh bukannya IPDN itu peleburan IIP sama STPDN koq IIP dan orang" yg membidaninya nggak pernah dibahas ya?

neh boong-boonganya ngobrol sama Si Om yg pernah jadi kakak tingkat (laen jenjang he..he..)
set : di tengah sawah (praktek) padi organik, di sebelah kebo yg lagi poop

Bujang Urban: kumaha iye Om ?
Si Om: iya nih sayah juga sedang mikirin tindakan yang pundamental euy..!
Bujang Urban: pundametal?, eh tunggu dulu ini p-nya yang di panta afa yang di pespa ?
Si Om: yang di panta atuh!... Tah eta tah genep langkah na :D
Bujang Urban: hemm ho..oh-ho..oh, abdi rek baca dulu otre *lagi baca sambil ngusir laler* heh, dua bulan ? kemaren Ahad kang Ryaas Rasyid bilang bisa beresin dua minggu wae ? kumaha atuh bisa di ferfendek enggak ?
Si Om : makanya kalo bersama kita... bisa lah!
Bujang Urban: nah bersamanya itu-tuh, bisa ?

tuh!, sebenernya udah ada orang yg menyanggupi untuk membenahi IPDN "Nggak usah bayar saya, saya nggak butuh jabatan, kasih saya wewenang dua minggu saya beresing IPDN" itulah kurang lebih perkataan Ryaas Rasyid yang gw denger di Elshinta hari Ahad (08 April) lalu sekitar pukul satu siang nggak tau sesumbar nggak tau bener, tapi dia bilang sebenernya sistem baru itu udah ada tinggal implementasi aja. Jangan tanya gw sistemnya kayak gimana, mana gw ngarti.

Siang itu dia juga nyeritaain bahwa peleburan STPDN dan IIP dulu taun 2004 bisa dibilang gagal, system IIP ilang ketelen system STPDN. Memang menghibrid system nggak semudah membalik telapak kaki [balik telapak kaki aja udah susah ye] apalagi belakangan dengan penyingkapan berbagai borok di IPDN oleh Inu Kencana bahwasannya korupsi, suap, serta pemetiesan kasus-kasus kematian (yg ternyata diobyekin juga) telah mengurat akar. Dengan begitu tidaklah mengherankan bila ternyata banyak pihak yang berkepentingan atas bertahannya status quo system STPDN, walaupun berganti topeng menjadi IPDN.

[Ok-ok tapi kenapa harus dengerin Ryaas Rasyid] setau gw dia pernah jadi rektor di IIP, dan guru besar pula, waktu jamannya Gus Dur dia jadi mentri Otonomi Daerah yang akhirnya mundur karena beda visi sama si Gus Dur, trus siang kemaren itu dia juga ngasih testimoni buat P' Inu Kencana dia bilang "Inu itu orang jujur, bekas murit saya dia dulu", and yang terakhir mungking yg bikin pemerintah sekarang males make dia karena dia itu presiden PPDK (kepanjangannya cari sendiri) WOOIIWOOII INI BUKAN PROPAGANDA, GW JUGA BUKAN PARTISAN PARTAI APA PUN, maksud gw kalo dia berani ngecap kaya tadi ya suruh buktiin. Kalo diliat-liat kapasitasnya cukup memadai, trus kalo berhasil partainya juga keangkat ya nggak papa kan jadi motivasi biar kerjanya bagus tapi kalo gagal ya tanggung konsekwensi gw kira masyarakat dah mulai pinter sekarang ya?.

01 April 2007

Melly Goeslow - Gantung 3:34

Bukan, gw bukan fan-nya Melly, gw itu fan-nya nobody alias, nggak nge-fan sama siapa", dan lebih suka memposisikan diri sebagai pemerhati. Gw suka sama syair-syair lagunya Melly, tapi nggak semuanya. Syair yg gw suka itu lebih kepada yg menceritakan realita kehidupan, tapi kalo yg berbau-bau abg, males.

Salah lagu yg cukup berhubungan dengan hidup gw ya lagu gantung ini terutama beberapa bagian dari music video-nya.

...sampai kapan kau gantung cerita cintaku memberi harapan
hingga mungkin kutak sanggup lagi dan meninggalkan dirimu....

Begini ceritanya....


Sekitar delapan tahun lalu sebagai seseorang anak baru gede di sebuah kota metropolitan gw sempat mengenyam bangku sekolah [abis dong bangkunya ?] (diem dulu lagi serius nih) pada salah satu SMA di bilangan Pasar Minggu (tidak termasuk bilangan prima), suatu tempat yg relatif cukup jauh dari rumah gw waktu itu.

Sekitar tiga tahun mundar-mandir membuat daerah antara sekolah dan rumah menjadi "my play ground" you know. Berhubung waktu sma dulu itu gw ngangkot maka salah satu alternatif transportasi yg paling sering dipakai adalah angkutan Metro-Mini (si Setan Merah) S75 jurusan Pasar Minggu-Blok M. Setau gw selama sekolah tiga tahun mundar-mandir pake S75, rutenya itu nggak lewat Kemang, dan setelah gw recheck lagi ternyata sekarang nggak berubah, tetap nggak lewat Kemang. Nah yang jadi pertanyaan kenapa di music video-nya Melly S75 lewat halte yg namanya Kemang. Setau gw halte kemang itu ada di Jalan Kemang Raya depan Tamani Kafe, dan jalan tersebut bukan trayek S75 (ni disini loh). Kalo dah liat link sebelumnya itu, kayaknya yg di musicvideo-nya itu bukan halte Kemang yg sebenernya ya?

Sebetulnya inti dari post kali ini adalah ke-naggung-an (sehingga gantung) sutradara, penulis sekenario dan orang-orang sejenisnya dalam berkreasi. Hal tersebut gw pikir cuma menimbulkan bantahan-bantahan yg sebenernya bisa di hindari serta menghilangkan kemakluman para penonton. Jadi kalo mo ngarang ya ngarang sekalian, sebaliknya kalo mo base on the facts ya udah. Gw pribadi dalam menyaksikan musicvideo-nya juga jadi rada kagok, mo dianggap sebagai totally rekaan baik cerita maupun lingkungan or ceritanya aja yg rekaan tapi lingkungannya berdasarkan fakta. Kalo mo totally rekaan ya sekalian aja Metro Mini-nya di nomerin "9001" dan atau haltenya dinamain misal "Setia Menunggu" or apa kek.

[Gitu aja koq repot] he..he.. iya ya, tapi terus terang gw sangat menghargai informasi" berguna walaupun datang dari film, game or karya sejenis lainnya. Nah kalo sesat begitukan berabe. Let say gw tau prosesi pergantian Paus (Pope) dari sebuah film yg nggak mau gw sebutin judulnya [ah nggak asik lo!](coz ini film komedi begajulan yg harusnya nggak usah ditonton menurut gw, bukan karena Paus-nya loh), and waktu Paus Yohanes Paulus II meniggal dunia taun 2005, ternyata bener tuh prosesinya sama, ok gw kasih inisialnya aja ya ET 2004.

Bagi yg belum liat musicvideonya bisa diliat disini

31 March 2007

Search mp3 and "UNDUH !!"

Duh lagi stuck nih he..he... ok kalo gitu gw bagi-bagi pengalaman aja ya. Jadi gini kemaren gw dah mencoba berbagai jurus yg udah gw kuasain untuk nyari sebuah file mp3 dengan ciri khusus, nah masalahnya cirinya ini rada-rada ambigu, susah deh [nggak cape?](cape juga sih) cape deh. Setelah berdiskusi dengan seorang teman akhirnya gw menemukan jurus baru (walaupun bukan hasil diskusi itu tadi he..he...).

Pernah denger multiply gw baru bikin account satu bulan yg lalu dong :D [halah ini ni salah satu living specimen of orang katro](biarin). Walaupun dah bikin account satu bulan lalu tapi baru kemaren ini gw confirm email yg gw pake buat daftar. [Confirm email what for ?] untuk mastiin email buat daftar itu emang email yg daftarin jadi nggak spamming jatohnya si multiply. Biasanya si multiply ngirim link unik ke email yg bersangkutan jadi mau-ngak mau si pendaftar harus bisa login untuk cek email tsb. Setelah konfirm baru deh aktif accout gw.

Ok kembali ke topik utama, ternyata eh ternyata di multyply itu banyak sekale mp3 maur bececeran nggak karu-karuan [duh bahasanya tanjung barat sekali]. Untuk dapat mengunduh salah satu mp3 itu ada dua syarat utama
  1. Lo harus dah ngaktifin account lo (seperti yg udah dijelaskan).

  2. Lo harus tau lokasi mp3-nya lah [sopasti].

Nah point ke-dua itulah yg menjadi inti dari segala inti post kali ini.

Pas gw selesai ngaktifin account langsung deh gw cari file mp3 yg dimaksud. Waktu itu menu pencarian (link-nya ada di kanan atas waktu lo di situs multiply and udah login, gambar kaca pembesar) ada pilihan mo cari apa video, musik, jurnal or apa lagi gitu gw lupa [koq bisa lupa?] nah itu dia masalahnya karena sekarang dah nggak ada lagi menunya (nahlo-nahlo). Ternyata saat ini untuk pencarian konten si multiply dah mendelegasikannya pada Om Google. Maka dari itu untuk memfilter pencarian kita, sedikit pengetahuan sintak google akan sangat membantu.

Ok langsung [eh..eh.. tunggu" sintak apan asin dijitak ?] emm.. pendeknya kata-kata manis yg ditujukan untuk mesin google biar dia nurut (untuk lebih jelasnya silakan lihat disini).
Udah ? langsung ya. Sintak pertama dan terakhir yaitu {site:} "es-i-te-e-titik dua" nggak pake kurung kurawal. Maksud dari sintak ini adalah google akan mencari kata kunci yg kita berikan anya pada sebuah situs (termasuk sub-subnya) yg kita telah tentukan saja. Untuk kasus ini situsnya yaitu multiply dengan sub... let say music jadi ngetiknya {site:.multiply.com/music}, [kenapa garis miring music?], ya seperti yg udah disebut sebelumnya biar nyarinya di daerah musik aja, jadi ketika kata yang kita cari disebut-sebut dalam juarnal or video nggak ikut jadi hasil pencarian, [O.., gito ?]

Untuk kata kunci seperti biasa ketik kata-kata yg paling bekaitan dengan hasil yang kita harapkan, let say gw pengen cari ceramahnya Aa Gym yang bisa diunduh jadi ngetik di googlenya adalah {ceramah aa gym download site:.multiply.com/music/} nggak pake kurung kurawal [lah koq download bukannya dari tadi unduh?] he..he.. unduh blom populer :p.

PS: Karena pendelegasian tugas pencarian ini belum lama terjadi, bila Anda mencari sesuatu dengan metode tersebut di atas akan tetapi tidak membuahkan hasil, ada dua kemungkinan penyebabnya. Pertama, susuatu yg Anda cari memang tidak ada, kedua situs yg berisikan kata kunci dimaksud belum ter"garuk" oleh robot-nya Om google (crawler robot), jalan keluarnya adalah bergrilya mencari sendiri menggunakan jurus lain atau yah bersabar saja ;).

--update--

Pendelegasian tugas pencarian konten multiply kepada google ternyata tidak diperpanjang, dan alhasil pencarian kontent kembali seperti sedia kala [nggak guna dong post lo ini?](huu....uuu...:"< )

19 March 2007

Materialism Instinct Buttons (Part 1)

Ok nge-blog lagi kita! Hari Ahad kemaren, trus kemarennya lagi (11 Maret ‘07) gw dateng ke pameran di JHCC, kalo nggak salah ada tiga pameran sekaligus disana. Pameran fotografi (Focus), pameran komputer (Maga Bazaar Computer), alat musik juga ada (tapi yg ini gw nggak tau nama pamerannya :D ). Sebenernya sehari sebelumnya gw juga dah ke situ, tapi seperti biasa kalo ke pameran komputer dan gw berniat membeli sesuatu harus ada ritual “merenung”, jadi gw dateng dua kali (dari pada menesel mending ngongkos dikitlah).

Kembali ke hari Ahad, agenda utama di pameran komputer adalah eksekusi hasil “merenung” semalam suntuk (nggak sebegitunya sih :). Target dah di lock, jarak terukur, situasi mendukung and.... “BLAST OFF” berangkat deh ke pameran. Hari itu gw cuma punya waktu sedikit aja di JHCC coz ada janji lagi abis itu. Wuzzzz, wuzzz, wuzzz (8th gear), [eh emangnya PPD 46 giginya sampe berapa](he..he.. iya, ini maksudnya cara jalan gw waktu di pameran, gitu ganti). Dengan rambut yg baru dipotong 2cm lagi, gw merasa stabil karena tahanan angin dapat diperkecil [heleh mulai lagi].

Lagi asik-asiknya meluncur ke sasaran melalui short cut, (motong area stand berbagai produk yg ikut serta kalo lewat gang lama macret banyak orang sih) tiba-tiba dari arah pukul 08 dan 43 menit [lah jam gw digital nih ?] (just shut up and dance !) ada sebuah suara dengan bunyi “TEMON !” loh.. eh.. loh… loh… Setelah berhasil untuk berhenti walaupun masih ditengah asap tebal dengan bau karet yg terbakar dan rem parasut yg belum sempat menguncup, seperti biasa berusaha untuk sok” keep cool dalam kebimbangan nengok or lanjut tancap gas lagi. Ok let me think for awhile faktor pertama nama Temon itu jarang yg make, nggak seperti Asep, Agus or Ucok, faktor kedua dari tipikal suaranya kemungkinan besar dihasilkan oleh pita suara seorang wanita (he..he..) [kalo kayak begini seh faktor pertama bobotnya 5% faktor kedua 95%, iya kan ?](hus.. jangan kenceng-kenceng ngomongnya) akhirnya diputuskan untuk memalingkan pandangan ke arah suara berasal. Setelah memalingkan pandangan ke arah datangnya suara ternyata eh ternyata ada sesosok gadis dari masa lampau (temen SMA maksudnya) oo… si (cicit-cuit) [heh siapa ??] itu si (cicit-cuit) [ngomong apa lo ?] (nggak jelas ya? oo.. berarti disensor guna menghormati privasi yang bersangkutan).

Di pameran itu ia bertugas sebagai seorang SPG sebuah perusahan ternama yg memproduksi monitor LCD, sebut saja inisialnya LG [heleh itu emang trademaknya] (iya ya?) dengan pakaian yg WOW !(harap diperhatikan WOW! disini bersifat subjektif sehingga sangat relatif jadi jangan naif). Guna menghormati temen lama tersebut gw putuskan untuk menghampirinya. Setelah sedikit basa-basi akhirnya gw mohon diri unutuk melanjutkan perjalanan, dengan meminta souvenir yg ia bawa tentunya (dapet bolpoint gantung, lumayan :).

Nah itu dia tuh sebenernya yg pengen gw omongin di post kali ini dan kemungkinan juga untuk beberapa post ke depan, iya betul SPG. Bagi yg belum tau SPG itu stands for “Sales Promotion Girl”, kalo untuk laki” ya SPB lah (Sales Promotion Boy). Sebenernya gw juga pernah punya pengalaman di bidang Sales Promotion [jadi apa?] SPB pastinya (gile aje lo, masa’ jadi….). Kalo mo tau lebih jauh ceritanya silakan liat di sini. Sebenernya pendekatannya waktu itu nggak profesional dalam artian I wasn’t paid for that. Menjadi SPB waktu itu, cuma usaha gw untuk nyebar kuesioner penelitian skripsi aja, [kasian bener nggak dibayar] iya lah kalo asumsinya rasional, siapa yg mo bayar gw untuk jadi SPB [tau sendiri tampang gw lebih cocok jadi hit man ketimbang SPB he..he….].

To be continued...

10 March 2007

Pica-pica! (Pikacu?)

Three days ago I went to Bogor with my friend (my tutormate), her husband and their baby boy. That day both of us wanted to meet the department principal [hey I think he has already fed up with you man] (he..he..) at Campus. We talked about many things during the journey, from just a chitchat and jokes to our scripcy progression and serious business.


One of the talk was about my friend's experience during her pregnancy. At the beginning of her pregnancy she had felt craving for "bakpau" (kind of Chinese bread) at 3 am (what a silly request). "Did you get it?" asked me, "No" her husband answered, "You think where can you find bakpau at that time ?" (he..he..,should I answer this question)[no you don't dumbass], I asked why, why suddenly she wanted to eat bakpau at early morning, she answered "I don't know I just wanted that thing, just right in that time" (what the heaven!). Yeah that's one of the weirdest things I know on earth, and that fenomena also happen to me and my mom too. My mother told me that when she was pregnant, which was loaded by me inside, she had felt craving for bite car's tire rubber. [What the hack, are you serious?] (unfortunately, yes!)

Ok let's drill it down! Some pregnancy articles said that, those fenomena is called pica, a craving for eats non food things which are found mostly among pregnant woman. Some of them said that it fenomena may coursed by the deficiencies of some minerals needed. But the other said the unstable hormones responsible for those all mess. So which one you chose, according to my experience as teenage I prefer to the second theory. I think "the rollercoaster" of pregnancy and puberty is alike, both of them are hormonal trouble base. So there's no strong reason to fulfill all silly, weird, nonsense requests. The fact, my mom never bites car's tire rubber and I didn't dribble when I was a baby. But if you have ability to fulfill your pregnant wife request, just fulfill it to show her that you care.[ceile...]

08 February 2007

Happy Flood 2007 !! Hip-hip blug-blug

As a Jakarta dweller, I feel so sorry about all of this predicted, periodic, massive flood. Poor Jakarta :(

Judul entry nya agak kurang simpatik kali ya ? emm... ...
nggak maksud apa-apa koq, gw juga korban walaupun banjir terdekat ke rumah gw itu sekitar 100-150 m tapi kemana-mana jadi susah, koneksi lambat dan lain-lain. Gw cuma mo bilang, mo lo sedih, lo marah, lo ngumpat, lo bersembunyi or lo tetep don't worry be happy banjir tetep aja banjir. Kesimpulannya take it easy man.

Sebagai warga Jakarta "sejati" gw dah kenal sama banjir kira" semenjak TK. Waktu itu kalo dah musim ujan pas mo pergi or pulang dari sekolah gw harus membelah jalanan yang kebanjiran, bisa sih kalo mo muter tapi kejauhan man. Dan keadaan tersebut berlanjut sampai SD berakhir. Maklum daerah rumah gw emang disebut-sebut sebagai langganan banjir tapi nggak semuanya loh.

Tapi rumah kemasukan aer sih pernah dua kali. Pertama waktu itu gw lagi di Bogor (jadi diceritain doang he..he..). Rumah gw kemasukan air 1 cm (plus lumpur) dari ruang tamu rata sampe dapur. Masalahnya katanya sih waktu itu selokannya lagi error padahal ujannya ringan aja koq, yang biasa kebanjiran aja nggak kebanjiran he..he.. dasar lagi apes aja kale :D. Nah yang kedua gw lagi ada di rumah sekitar Juli-Agustus kemaren, waktu itu rumah gw lagi di renov kata insinyurnya ganti “cup” (ganti semua atep maksudnya, abis sama rayap soalnya). Waktu itu menurut prakiraan pola cuaca kan masuk musim panas tuh, and pas banget waktu rumah gw nggak ada atepnya sama sekali dan karena nggak ujan dari kemaren pas pulang tukannya masang terpal sekenaknya aja, ternyata eh ternyata hujan datang mengusir dahaga.

Memang, waktu masuk air yang kedua ini "Mantap Kali Pun!", kerimpungan karena buku" koleksi dan peninggalan leluhur posisinya kurang aman, kalo komputer sih udah diungsikan ke rumah tetangga, tapi data skirpsi (kuesioner itu tuh) sebagian ada yang basah keujanan, untung data nya dah gw salin di spreadsheet. Prioritas pertama gw waktu itu buku, kalo nyokap, sofa, kalo kakak gw TIDUR dasar kurang ajar!! Waktu mencoba merapihkan susunan barang, gw merasakan tetesan air yang cukup hangat ternyata air menetes dari lampu neon hua..aa.a...aaa. Dan akhirnya perabotan yg masih di rumah dititipkan di sebuah rumah kontrakan.

Rasanya sangat melelahkan waktu itu, baik secara [kayak anak gaul nih ngomongnya he..he..] fisik maupun mental. Tapi betul kata nyokap gw, kurang lebih "yaudah hadepin aja orang ada koq yang lebih buruk dari ini". Yah begitulah hidup The invisible hand is really exist. You have plans, He has too. Some time you may think some things are good for you, but He "think" those aren't good for you and vice versa. One think you should always remember that He knows your self better then anything else, even then your own self.

27 January 2007

Nopromise, Overdeliver

In order to maintain my confident, comfortableness, appearance and saving shampoo of course, once in a month I go to nearest barbershop around my neighborhood. I’ve been cutting my hair routinely there at least since one and a half year ago with same style, 2 cm short flat hairstyle. The barbers called it “sepid” /spd/ in

Sundaness accent [they actually mean are Keanu Reeves hairstyle in Speed movies].Last Sunday, just like another day before, for a hair cut I had to wait for a while. [Hei what da pic is that ? Just keep on reading man !] After 35 minute of a beautiful waiting had done, my turn came over. Had been given a brief instruction, the barber started to work on my hair immediately. As usual there are three terms in hair cut, first is rough approach [with emm… I don’t know what that electric tool called, what I know only it has some kind of two blades with zigzag edges, and sound “wezzzz” when operated], the second is finishing touch [they use thin scissor and skinny comb for detail shaping], and the third is light massage and clean all up [sometime I feel worry with neck breaking alike movement “prek-prek” he..he..].

In the first term every thing had ran smoothly and fine, those situations always make me little bit sleepy. And then second term started, right side, left side, beck side, every thing had ran easily till front side finishing touch hit me. After had tidied fore head part suddenly the barber cut off the outside edges of my left eyebrow. “WooWoooWoooW” that’s shocking me, made me speechless. Actually I wanted to say “What da heaven you think you doing man?” but I didn’t. If I had stopped him to cut the other side, I would have loose my balance [the eyebrows balance of course].

What could I say? Every thing has done, regrets were useless. I was wondering how he could have that initiative. Maybe it was caused because my eyebrows ware too long on the edges and looked massy. Some time in the morning when I wake up my eyebrows appear on my view. And some time my mother yell at me “Tidy up your eyebrows!!”. I Thing the barber has already do the right thing :D. Thanks barber but next time confirmation is important ok.

19 July 2006

Live Reporting (It was)

Are we shakin or just me.... ??
And I think now is time to move my a**
from here..... !!.

Adiós Amigos
Yiii....haaa.....

Jakarta, Nyi Ageng Serang Building, 7th floor.

10 June 2006

Front Liner

Dalam rangka menyelesaikan skripsi yang tertunda, hari Sabtu dan Ahad pekan lalu gw mencoba menyebarkan kuesioner yang ditujukan kepada konsumen (orang yang udah pernah beli seenggaknya satu kali) sayuran organik segar, di sebuah pasar swalayan yang memposisikan diri sebagai penjual buah modern, yang terletak di salah satu ujung
Jakarta. Seiring dengan permintaan pelanggan dan pengembangan usahanya swalayan ini tidak hanya melulu menjual buah segar, akan tetapi juga menjual berbagai jenis makanan dan minuman baik yang segar maupun olahan dengan tetap mempertahankan buah segar sebagai produk utamanya.

Berhubung perusahaan tempat gw penelitian ini memproduksi, memasarkan serta menjadi supplier sayuran organik segar di swalayan tersebut maka gw pikir menyebarkan kuesioner di sana akan menjadi sangat potensial coz order dari swalayan tersebut relatif besar dibanding yang lain. Tapi ingat nggak ada sesuatu yang gratis di dunia ini, selain gw harus menempuh puluhan kilo, duit bensin yg harus dianggarkan dari dana penelitian yg terkumpul dengan susah payah, blom lagi pake acara ditilang pak pol di Sabtu malam ku sendiri wau&acirc;€¦wau…wau… (kayaknya ini bakal jadi blog sendiri :p), dan yg paling mahal adalah gw didaulat pula menjadi SPB (sales promotion boy) sayuran organik bermodalkan sebuah pin di dada kiri dan tampang sekedarnya (pinnya juga gw bikin sendiri dengan mengorbankan pin sebuah ritual tahunan di kampus he..he.. sorry ya almamater ku) huaa....ha...ha... Sebenernya ada untungnya juga buat gw, selain bisa jadi bahan cerita buat anak-cucu (kek..kek...) gw juga bisa melakukan semacam under cover-lah gitu :D.

Kenapa bisa dibilang under cover coz seperti yg udah gw bilang sebelumnya sasaran kuesioner gw ini harus orang yang seenggaknya udah pernah beli sayuran organik dari perusahaan tempat gw penelitian sebelumnya (ngarti nggak, jadi tar jangan ada yg nanya' emangnya gw dah pernah penelitian di berapa perusahaan ?...ambigu nih). Maka dari itu setiap ada orang yg celingak-celinguk di depan rak sayuran organik gw sapa deh "Heh sapa lu ?" nggak gitu ding :p. Ternyata soal sapa-menyapa ini buakan suatu hal mudah, terutama untuk gw he..he..., setelah gw perhatikan pegawai disana ada beberapa cara antara lain.

  1. Tanya cari apa (so'-so' menawarkan bantuan).

  2. Kalo dia keliatan nggak bawa keranjang or troli dan tangannya penuh barang lo tawarin keranjang (dengan catatan lo siapin beberapa keranjang di sekitar lo).

  3. Eee..mmmm nggak ada lagi, itu dua doang yg gw tau kalo ada tambahan tolong kasih tau gw ye :D


Nah setelah itu kan ada respon tuh dari orang tersebut, secara garis besar respon positif or penolakan, kalo nolak mending lo mundur aja (ngapain emang gw co apaan :* muah =)), tapi kalo positif gw lanjutin, "Sebelumnya pernah beli produk sayuran organik kami Bu'/Pak" (kalo di Jak-Bar seperti swalayan kemaren itu lo juga bisa pake sapaan Ci/Koh he..he... yu-(you) no-(know) la-(lah) cingcai-cingcai :). Nah kalo jawabannya blom, gw kasi brosur, tapi kalo jawabannya udah gw bisa menunjukan jadi diri gw sebenarnya sambil merobek polo shirt (nggak sebegitunya sih), cuma membalik idcard mahasiswa yg sengaja gw gantung ngadep kedalem sebelumnya. Nah abis itu barudeh "Saya , 'nama_resmi_gw', mahasiswa,'tempat_gw_menjadi_malfunction_student_selama_ini', sedang melakukan penelitian tentang sayuran organik, apakah Bapak/Ibu bersedia mengisi kuesioner....dst".

Dari berpuluh-puluh ribu (yg ini agak hiperbola) orang yang udah pernah membeli sayuran organik sebelumnya dalam dua hari tersebut ternyata kuesioner yang berhasih gw dulang cuma sekitar 5% bahkan kurang hu..hu... Hari kedua gw pulang dengan hati gundah-gulana untung ngak kena tilang lagi, kalo masih di tilang mungkin gw jadi headline "Lampu Merah" Senen paginya hua..ha..... Dua hari berikunya gw putuskan untuk menyepi sejengak sambil menghilangkan pilek setengah hidung karena dua hari kurang-lebih enam jam per hari gw chilin di depan chiler yg bersuhu 13,8 &Acirc;°C dengan catatan hari kedua telat makan malem, srup-srup he..eeh.

Setelah gw pikir" ternyata cara menyebar kuesionernya yg harus disesuaikan dengan perilaku konsumen di swalayan itu. Orang yang belanja itu mulai rame jam 6 sore keatas dan biasanya gw nongkrong dari jam 3 siang, trus kalo gw peratiin apa yg mo dibeli sama mereka dah terencana, jadi pengunjung itu bawaanya buru" aja, dan kalo gw peratiin lagi pengunjug di swalayan itu paling lama cuma antara 10-15 menit sedangkan kuesioner gw butuh waktu 5-7 menit pantesan (setiap nawarin ngisi gw selalu bilang estimasi waktunya biar semuanya jelas) Oooo itu masalahnya (semantara ini yg bisa gw identifikasi) he..he..... sekarang gw dah dapet ide mudah-mudahan berhasil nanti kalo berhasil gw ceritain kalo enggak juga gw ceritain pekan depan gw mo jadi SPB lagi ah.

19 May 2006

Late Night Jazz (Bang Toyib loves Big Band too)

Now I'm listening Louis Armstrong and his big band on CNJ Radio. Several weeks ago my junior called me "Bang Toyib", WHAT DA HEAVEN, but that was ok to me and I understood what actually she mean.
Today I'm on intersection of my life, it's hard to decide which way to

go it's not about jiggy, status, or chick, I think it's all about vision. Is it important to tell them all about that ? don't think so. Maybe they think I'm silly or something, up to them coz I don't really care. And I'll always play ....

With Imagination (I'll Get There)
Harry Connick, Jr.

I've travelled many a mile
And I haven't found a home
I've travelled many a mile
And one seed's unsown
I'll travel another mile
'Til I finally find my own
With imagination
I'll get there

I started with a dream
But came to a decision
I started with a dream
But now I have a mission
I have a goal
To see beyond my vision
With imagination
I'll get there

I've got to be strong [Shannon]
TO CLIMB THE NEXT HILL
I've got to be strong [Russell]
MY FATE TO FULFILL
And from a strength [Leroy]
STRONGER THAN MY WILL
WITH IMAGINATION
I'LL GET THERE

In my father's house
No harsh words are spoken
In my father's house
No vows are broken
In a holy place
My sould like beams oaken
With imagination
I'll get there

When weary is your world
Go and spin another
When weary is your world
There's heaven to discover
Here on earth
We're sister and brother
With imagination
We'll get there

And if I stand alone
To my cause I'm loyal
If I stand alone
Either common or royal
I'm not afraid
To cross their sea of toil
With imagination
I'll get there

With imagination
I'll get there

With imagination
I'll get there

And last but least, if you know why to live you will live any how.

28 March 2006

Komat-kamit Komitmen

Sebuah obrolan ringan di suatu sore untuk mengusir kantuk dan jenuh antara seorang Senior-Citizen dengan Bujang-urban.

Senior Citizen : Hai Mon siapa pacarmu sekarang ?
Bujang-urban: Em...m tidak ada Pak.
S.C. : Kenapa bisa tidak ada ?
B.U.: Saya pikir punya pacar itu semacem ngenjalin ikatan semu, atau komitmen semu yang cuma buang-buang sumberdaya (dalam arti luas) karena nggak punya tujuan yang jelas. Apalagi saat ini masa depan saya juga belum jelas-jelas amat, itukan bakalan nyusahin aja, terutama pihak perempuannya.
S.C. : Kamu ini, namanya juga pacaran mana ada yang jelas, wong kadang-kadang orang nikah aja masih ada yang nggak jelas. Trus kamu juga jangan salah emangnya perempuan cuma bisa disakiti dia juga bisa nyakiti loh !!
B.U.: Oooo begitu ya ?!
Sebuah pencerahan di suatu sore yang cukup cerah bagi Bujang-urban, tetapi ia tetap pada pendiriannya untuk tidak menjalin sebuah komitmen semu. Ia hanya bercita-cita dalam beberapa tahun ke depan ketika semua dapat terlihat lebih jelas, ia dapat menyusun sebuah komitmen yang tidak sempurna di awalnya tetapi terus berproses menuju kesempurnaan seraya melengkapi dua elemen lainnya dengan tujuan yang jelas. Ketetapan hati ini diperkuat ketika beberapa waktu lalu ia menyadari bahwa cinta itu sebuah sistem, sistem itu menyeluruh, dan menyeluruh itu kompleks.

06 February 2006

Motives.

"Ini eskrim rasa no.1 ini eskrim rasa no.2 (sorry gw lupa nama rasanya he..), gw produsen eskrim Walls, hei anak" muda khususnya para ABG dari golongan keluarga ekonomi menengah atas (atau yg ingin dianggap begitu) yg karena dorongan lingkungan malu dapet gelar jomblo kalo mo punya ce or co --walaupun lo nggak secakep model-model iklan gw-- salah satu caranya lo bisa pake eskrim bikinan pabrik gw ini, lo kasiin deh ke
"demenan" lo itu, ok-ok lo punya duit berapa sekarang ?? he..he.. $-)"

Itu merupakan kutipan sebuah iklan eskrim yang udah gw modifikasi (bukan kutipan lagi dong he...he..). Namanya juga iklan kalo di-pikir" mungkin itu sebenernya kata yang pengen disampein sama si tukang eskrim yang aslinya tapi biar lebih sopan makanya dibikin lah iklan yg kita saksikan bersma sambil bermain-main dengan emosi penontonya. Eit tapi jangan salah sebenernya nggak cuma emosi, yg gw liat lebih kearah maen" sama insting penontonnya hii... . DASAR iklan !!. DASAR pemasaran !!. DASAR industri !!. DASAR kapitalisme !!. DASAR manusia !!. DASAR ketidakseimbangan (sebenernya bisa juga dipake kata "ketidakadilan" tapi nggak enak ah terlalu berbau politik he..he...) !!. DASAR politik !!. DASAR INTP !!

::: Jakarta, mendung, dalam bis kota bekas yg baru diimport, sekitar pukul 20.00-20.30 :::

The perfect stranger: Mau eskrim ?, ini saya punya dua.
Bujang Urban: Nggak, terima kasih.
The perfect strager: Kenapa ?
Bujang Urban: Sedang agak kurang sehat (sambil berkecamuk berbagi asumsi dan prasangka di pikirannya).

::: Hening sampai terminal berikut, dan kemudian mereka berdua terpisah guna melanjutkan perjalanan masing". :::

Gw pikir yang satu ini bukan iklan eskrim, jadi apa dong ? don't know. Tapi saran gw buat Bujang Urban keep positif thinking, but always alert Ok, agak lues sedikit lah sama orang yg belom lo kenal nggak usah pake intuisi lo terlalu banyak disini, dan jangan berpikir untuk jadi player jadi prayer aja cukup he..he...

03 November 2005

Yaampun..!, kirain apa :| .

Alhamdulillah udah Idul Fitri lagi, dan yang lebih harus disukuri lagi ternyata pagi ini gw masih diberi kesempatan untuk solat Id berjamaah di Mesjid. Padahal kemaren sore udah agak pesimis bakal bisa solat Id di Mesjid. Enggak tau kenapa tiba-tiba saat memasuki 1 Syawal (versi perintah dan sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia) gw terserang suatu gejala aneh (lagi) yang sampai sekarang gw hanya bisa menduga-duga.

Kalo enggak salah gw pernah terkena gejala serupa itu sekitar dua atau dua setengah taun lalu, tapi waktu itu gw lagi tidur sekitar tengah malam jadi nggak terlalu menghawatirkan. Sedangkan yg kemaren itu terjadi dalam perjalanan (kaki) pulang dari sebuah toko buku terkemuka dalam rangka melengkapi sebuah seri film dokumenter (satu"nya seri yg baru bisa gw lengkapin (akhirnya), karena cuma tiga volum he..he...) deket rumah pada sebuah gang di belakang salah satu TV swasta nasional. Dengan terhuyung-huyung dan sempat beristirahat di pangkalan ojek yang udah ditinggal pergi tukang ojeknya untuk bersiap takbiran (padahal tinggal 50m dari rumah).

Akhirnya sampai juga dirumah walaupun dengan susah payah menggukankan sisa tenaga yang masih tersisa. Sesampainya di rumah dan setelah beristirahat sebentar gw mulai memikirkan pemicu gejala aneh itu. Apakah gejala itu timbul karena gw "bermain-main" dengan gelombang otak beberapa hari sebelumnya, atau karena gw "bermain-main" dengan kipas angin merek Maspion pas tidur siang tadi plus sembelit karena kekurangan serat, atau gw mungkin juga harus mempertimbangkan pendapat ibu gw yg katanya "kebanyakan minum kopi sih !". Tapi kalo gw pikir, gw bandingkan dengan pengalaman terdahulu, dugaan kedua adalah yg paling beralasan, dan kesimpulannya gw cuma masuk angin komplikasi dengan sembelit, penyakit orang kebanyakan (dosa). Akhirnya malam takbiran tahun ini gw habiskan dengan beristirahat di peraduan sambil sesekali terbangun melihat sms dari kawan-kawan lama yang mulai masuk, ditandai dengan bunyi ring-tone standard monophonic "TIT-TULUT-TULIT".

29 September 2005

The Heritages

Father and Son
Ronan Keating and Yusuf Islam
(formerly known as Cat Stevens)

Father
It's not time to make a change,
Just relax, take it easy.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to know.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.

I was once like you are now, and I know that it's not easy,
To be calm when you've found something going on.
But take your time, think a lot,
Why, think of everything you've got.
For you will still be here tomorrow, but your dreams may not.

Son
How can I try to explain, when I do he turns away again.
It's always been the same, same old story.
From the moment I could talk I was ordered to listen.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.

Father
It's not time to make a change,
Just sit down, take it slowly.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to go through.
Find a girl, settle down,
if you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.
(Son-- Away Away Away, I know I have to
Make this decision alone - no)

Son
All the times that I cried, keeping all the things I knew inside,
It's hard, but it's harder to ignore it.
If they were right, I'd agree, but it's them They know not me.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.
(Father-- Stay Stay Stay, Why must you go and
make this decision alone?)


This blog is dedicated to

Supardi .S (Alm)

Why sometimes we know someone better after he or she has gone.

Intense Debate Comments