Pages

Showing posts with label ♥ love. Show all posts
Showing posts with label ♥ love. Show all posts

06 March 2009

Adults (Men) Only

MaturePost kali ini berisi tentang dunia laki-laki dan diperuntukan bagi laki-laki sejati dan dewasa. Bila Anda bukan laki-laki atau belum dewasa, tetapi tetap memaksa ingin membaca yah sudah, terserah saja saya mau bilang apa, tapi ingat resiko tanggung sendiri :D. Sebenarnya post ini sudah lama ada di draft akan tetapi tidak kunjung rampung dan sempat beberapa kali disalip oleh post-post lain.


Rating: Mature 17+

Keyword: laki-laki, sejati, cinta, suami, istri, resmi.

Comment system: IntenseDebate


15 August 2008

Let's Sing A Song

Pagi-pagi dah dikagetkan oleh dashboard blogger yang berubah layout, sepertinya blogger nggak terima saya mengganti foto profile semalem, langsung deh nggak mo kalah (promosi foto baru terselubung cool1).

Hem.. ya dah hari jumat lagi ya tapi koq yang saya tunggu-tunggu blom tiba juga ya hem... sepertinya harus bersabar (sebelum kita ambil tindakan yang lebih agresip* ya he..he..). Nah karena Rae dan Nda akhir-akhir ini pada suka post lirik lagu saya juga nggak mau ketinggalan trend dong, sekaligus membumikan salah satu falsafah hidup saya yang amat mulia sekali gitu loch "I'm Support Whatever is TRENDY!!" he..he.. maka dari itu post kali ini hanya akan berisi sebuah lirik lagu disertai sedikit omelan saya sendiri he.he.. biggrin. Silakan Anda skip dan sudahi sampai di sini membaca post kali ini bila merasa ada hal lain yang lebih penting, tapi pastikan Anda tidak akan menyesal nanti evileyebrows.


Lirik yang akan saya tulis adalah sebuah lagu dari Tompi, salah seorang musisi faforit saya juga. Dikarenakan saya tidak terlalu paham tentang PPLYBU (Prinsip Penulisan Lirk yang Berlaku Umum), maka untuk mendapatkan lirik lagu tersebut yah biasalah googling he.he... Tapi saya kecewa sebagian besar situs yang katanya mengandung lirik lagu ini ternyata tidak memberikan saya kepuasan atas kelengkapan lagu tersebut. Sampai pada suatu saat saya tiba di situs ini walaupun hanya sebuah komentar ternyata beliau (kalo nggak salah jeng Feera namanya yah) dapat menghilangkan dahaga akan kelengkapan lirik lagu yang saya cari itu (lebay) sweat. Nah bila Anda termasuk yang sedikit kuper, dan tidak pernah mendengan lagu tersebut silakan langsung klik lingnya karena di sana juga tersedia fasilitas audio streaming lagu tersebut (dan kayaknya jg bisa di download ya he..he..) okay kita muai saja.

Selalu DenganMu
by Tompi

Adakah waktu yang tak berbatas
Untukku merasa bahagia
Saat-saat aku jatuh cinta
Saat ku terbang jauh ke sana

reff:
Selalu denganMu
Kasihku selamanya
Selalu denganMu
Cintaku bersama

Kaulah matahari dalam hidupku
Dan Kaulah cahaya bulan di malamku
HadirMu selalu akan ku tunggu
CintaMu selalu akan ku rindu

repeat reff

Tahukah Kau diriku
Tak sanggup hidup
Bila Kau jauh dariku
Ku ingin di pelukMu selalu

HadirMu selalu akan ku tunggu
CintaMu selalu akan ku rindu
Dan tiada lagi batas ruang waktu

Tahukah Kau diriku
Tak sanggup hidup
Bila Kau jauh dariku
Ku ingin di pelukMu selalu

Oh Tuhan tetapkan rasa cintaku ini
Hanya untukMu
Selalu setia selama-lamanya

Tahukah Kau diriku
Tak sanggup hidup
Bila Kau jauh dariku

=================

Jarang-jarang ya lagu spiritual jazzy soul full begitu. Jadi bila Anda selama ini salah menafsirkan lagu tersebut segeralah bertaubat angel.

)* Agak gerepes tapi sip lol-roll

Related Post:

Do you hear what I hear ?

Heh ? nyesel, tau blog ini ada nyesel gw mon !!(baca lebih lanjut...)

01 August 2008

Virgin Mind

He..he.. pada kemana aja nih lama nggak keliatan :p, kebalik ya he..he... Karena satu dan lain hal saya harus menyiapkan sesuatu yang cukup menyita perhatian dan waktu sehingga blog gurem ini agak sedikit terbengkalai.

Dah lama nggak posting tiba-tiba jadi pengen posting masalah seks he..he... biar semangat gitu >:) . Okay posting kali ini seperti tertera pada kategori di atas, akan membahas sebuah isu yang berkaitan dengan seks. Pada intinya posting kali ini akan mengejawantahkan pandangan saya tentang salah satu isu yang cukup sensitip dalam masyarakat kita, yaitu tentang keperawanan. Karena berisi pandangan pribadi saya maka segala sesuatunya berdasarkan udel (dan sekitarnya) saya sendiri, jadi kepada Anda yang hendak membaca, saya harap tidak marah-marah dan menyebarkan aura negatip jikalau kita berseberangan pendapat. Bila ada pendapat lain silakan dituliskan pada bagian komentar post ini dan saya harap dapat tercipta sebuah diskusi yang mesra dan intim he..he... .


Yak kita mulai saja, beberapa hari yang lalu salah seorang teman saya yang sedikit banyak memiliki alur pikiran hampir serupa dengan saya (rada sama gilanya) menanyakan tentang isu virginity di sebuah chat ringan menjelang magrib. Hem... sebenarnya isu tersebut pernah kami bahas beberapa bulan lalu, mungkin karena saat itu saya yang memulai jadi beliau menjawab dengan acuh tak acuh dan kemungkinan besar semua jawaban itu dilakukan di bawah sadar.

Untuk lebih jelasnya saya akan sertakan cuplikan chat tersebut (nama sengaja disamarkan untuk kepentingan penanam modal).

pemuda penuh pesona: eh, semalem jam 2 pagi (malem apa pagi ya?) mantan gue tau" SMS gue
ppp: nanya ke gue: menurut kamu penting gak sih bang virginity itu?
perjaka bersertipikat terakreditasi: kenapa? minta pertanggungjawaban?
ppp: KAGAK!
ppp: :))
pbt: hem trus bilang apaan ??
ppp: intinya gue bilang penting, tapi bukan sesuatu yang gak bisa ditawar
ppp: gitu
pbt: trus dia bilang apaan ?
pbt: apa nggak dilanjutin
ppp: udah sih
ppp: dia bilang temennya lagi ada yang uring"an
pbt: bikin post dong tar gw comment "pertamax he..he..."
ppp: abis lebaran nti temennya itu mau nikah, tapi cowoknya belum taukalo dia udah gak virgin
ppp: najong komen pertamax!:p
pbt: iya tuh bagusnye sih diomongin, yah dengan segala konsekwensinya seh
pbt: tapi keknye co nye harus di tatar dulu he..he..
ppp: iye ye...
pbt: tapi gimana ce jg seh he.he.. ribet 8-}
ppp: kalo lo mau nerima gak yang udah gak pirgin geto? (kayaknya udah pernah dibahas deeeh....)
pbt: iya kan dah pernah kesimpulannye kan yg penting bagi gw "a virgin mind" masih inget nggak ??
ppp: lupak:p
ppp: maksudnya virgin mind tuhg gimana?
ppp: dasar
pbt: jadi gini
ppp: pikirannya tetep perawan gitu?
pbt: jaman kek sekarang kan yah rada susah lah ya kalo terlalu menuntut pa lagi gw di jkt B-)
pbt: yah kalopun nanti istri gw nggak perawan, ya gw tanya jg kenapa bisa nggak perawannya
ppp: yui... kata mantan gue itu 63% cewek di atas 20 taun di jakarta itu udah gak virgin
ppp: (termasuk yang udah nikah dan mbah" sih gue rasa:)))
pbt: trus menurut dia arti keperawanan itu apa
ppp: kalo kata cewek lo ntar karena keadaan dan kondisi gimana?:p
pbt: yah gw nggak tau istri gw nanti tau" dulunye pernah pulang sendirian trus diperkosa di jalan kan kasian kalo gara" begitu nggak ada yg mo nikahin
ppp: gue gak nanya arti keperawanan itu apa ke mantan gue itu
ppp: kalo kata cewek lo ntar karena keadaan dan kondisi gimana?
pbt: yg penting bagi gw istri gw itu nggangep perawan itu penting dan masalah dia perawan atau kagak ya bisa diatur lah
ppp: :-?
pbt: walaupun dia perawan tapi dia ngangap nggak perawan itu lumrah, itu sih masalah kesempatan aja kele he...he...
ppp: paham paham...
pbt: dia nggak dapet kesempatan :))
pbt: jutekan kale =))
pbt: gw malah nggak mau sa ce perawan yg kek gitu
pbt: jelas kan
ppp: ya
pbt: okay cabs dulu ye :D
ppp: ok

Bagaimana? Saya harap dapat dipahami dengan baik ya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurnag berkenan karena memang tidak saya saring lagi langsung copy-paste aja. Dan kesimpulannya adalah keperawanan itu penting tetapi bukan esensi inti, we have a situation here kalo kata pilem-pilem. Bagi saya pribadi yang lebih menentukan itu adalah mind set yang perawan he...he...

no sex until marrieage

16 January 2008

The Ten Reasons

Huh..huh...huh... *ngos-ngosan sambil ngetik* Sepekan yang sangat melelahkan. Sepekan di dalam daerah tidak nyaman, daerah "angker" yang saya biarkan kosong tak terurus tujuh tahun terakhir, walaupun sesekali ada saja yang mencoba masuk tetapi kali ini yang paling menggangu karena ia pernah menjadi (satu-satunya) orang dalam dan sepertinya masih hafal akan jalan rahasia menuju ke sana [daerah mane mon? bukit belakang sekolah] (doraemon banget sih?) Bukan, bukan bukit belakan sekolah, daerah itu bernama My Feeling Inside This Heart.

Entah lah, tapi saya yakin ini adalah ujian dari-Nya, mungkin berkaitan dengan kelancangan saya berkoar-koar sok tau tentang masalah cinta beberapa waktu lalu di sebuah milis sampai-sampai ada yang protes dan berteriak "AH TEORI!!" he..he... Lagi-lagi entah lah, apa saya berhasil lulus atau tidak tetapi hati ini terasa lebih tenang sekarang. Dengan berbekal kearifan filosofi seadanya, berbagai teori strategi, marketing, pengetahuan dasar psikologi pria dan wanita dan tentunya bantuan dari beberapa orang teman, saya harap saya telah melewati ujian tersebut dengan baik.

Dan pada akhirnya saya harus menunjukan sebuah daftar yang sempat saya susun beberapa waktu lalu kepada seseorang (tersebut di atas). Sebuah daftar yang terinspirasi dari gaya anti-marketing distro debian linux dan dipicu oleh pernikahan kawan dari ibunda tercinta yang menemukan pasangan hidupnya melalui biro jodoh.

10 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Memilih Saya Sebagai Pasangan Hidup
  1. I can't read your mind.
  2. I won't always there right beside you coz I have missions in life.
  3. I already have chosen values to respect (not society, media or other say to respect).
  4. I'm not immortal I’ll die someday.
  5. I'll carry my life on, with or without you.
  6. I'm just a jealous guy.
  7. Little bit bohemian, moderate (somewhat aggressive) risk-taker.
  8. Will always looks unromantic (save my romance for the one, emm may be for another one too he...e...e...e...).
  9. I'm just a stupido who always try to improve quality of my life.
  10. Will always love you as you are, and I hope you will always love me as I'm.
Not My Type

Heh biro jodoh sudah se-desperate itu kah ? (baca lebih lanjut...)

02 January 2008

The Red Pill of Love

Must Read Before You Die!! Series
Hallo semua apa kabar !!, mudah-mudahan Anda bukanlah salah satu orang yang memasang kembang api, petasan atau semacamnya pada malam pergantian tahun kemarin di sekitar tempat saya tinggal. Bila Anda salah satu pelakunya terus terang (tidur) saya benar-benar terganggu atas tindakan Anda itu. Jadi lain kali bila Anda ingin melakukannya tindakan semacam itu lagi lakukanlah di tempat-tempat yang kemungkinan untuk mengganggu mahluk lain lebih kecil (ex. dalam mimpi, imajinasi atau khayalan Anda masing-masing). [kalo semua orang kayak lo dunia sepi mon!] (ha..ha..ha..).

Ok kembali fokus ke post ini [eh tunggu dulu Red Pill apaan tuh kebalikan dari Blue Pill ? semacem obat biar impotent gitu?] (he..he..). Tolong jangan kaitkan Red Pill disini dengan pil biru produksi Pfizer®, kaitkan saja dengan perkataan Morpheus dalam The Matrix (1999).
This is your last chance. After this, there is no turning back. You take the blue pill - the story ends, you wake up in your bed and believe whatever you want to believe. You take the red pill - you stay in Wonderland and I show you how deep the rabbit-hole goes.
Pada kesempatan kali ini saya akan coba me-review sebuah buku yang dalam waktu singkat telah berhasil mempengaruhi mind set, cara pandang tentang kehidupan umumnya dan dalam hal cinta khususnya Selain itu buku tersebut juga telah memberikan validasi atas pikiran-pikiran liar di benak saya dalam empat tahun terahir yang beberapa waktu lalu sempat juga saya sesali (sedikit). Sebuah buku yang saya temukan sekitar dua atau tiga bulan lalu, secara tidak sengaja, tanpa referensi atau saran dari siapa pun. Sebuah buku yang saya temukan terselip di rak perpustakaan antara bagian psikologi dan filosofi. Sebuah buku dengan cover mencolok yang membuat saya geuleuh (males cenderung jijik) karena berkesan terlalu ABG-baget (maaf ya para ABG serta siapa pun yang berjiwa serupa :p).

Entah apa yang ada di benak cover-designer buku tersebut (versi Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama) ketika membuatnya, mungkin karena pasar ABG sangat menggiurkan atau hanya ingin membuatnya lebih eye-catching. Tetapi terus terang usaha beliau cukup berhasil "menekan" tombol penasaran di pikiran saya. Seraya menaikan kedua alis dan dengan bibir membentuk kurfa senyum terbalik, saya pun mencabut buku tersebut dari raknya serta membolak-balik beberapa halaman secara acak. Sampai pada akhirnya saya tiba pada halaman hak-cipta dan ternyata buku tersebut baru diterbitkan pada tahun 2005 oleh GPU tetapi telah diterbitkan untuk pertama kali pada tahun 1956. "Hem...ya...ya...ya... sepertinya ada yang nggak beres nih!!" pikir saya setelah mengetahui hal tersebut.

Ok sudah cukup basa-basinya, saya akan langsung me-review buku tersebut. Karena kebetulan saya telah sempat membuat review singkat (plus sedikit rayuan gombal) di suatu tempat, maka saya akan kembali menggunakan review tersebut di sini. Riview tersebut adalah sebagai berikut.
Bila tiba-tiba ada peraturan yang hanya memperbolekan seorang membaca satu buku dalam masa hidupnya, saya tidak akan memilih buku ini sebagai satu-satunya buku yang saya baca. Tapi bila tiba-tiba ada peraturan yang hanya memperbolehkan seseorang membaca satu buku yang mengandung kata love/cinta/amour pada judulnya dalam masa hidupnya, maka saya akan memilih buku ini. Sebuah buku yang telah menggoyahkan konsep cinta yang telah saya susun dengan susah payah selama ini. Walaupun demikian pada akhirnya buku ini hanya memperkokoh konsep cinta yang saya bangun tadi. Konsep dalam buku ini dapat dikatakan everlasting karena merupakan fundamental yang amat, sangat mendasar sekali. Terbukti dengan cetakan terakhirnya di tahun 2006 walaupun telah terbit untuk pertama kali pada tahun 1956. Entah mengapa setelah membaca buku ini seketika semua wanita menjadi cantik di mata saya. (Salah satu versi Bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, 2005)

DANGER Conformity Hazard
Ok semoga review buku The Art of Loving karya Erich Fromm ini dapat berguna bagi Anda, bila belum puas silakan lihat sendiri review yang lebih berbobot di sana dan di sini. Bila tertarik Anda dapat memperoleh buku tersebut (salah satu versi Indonesia The Art of Loving Memaknai Hakikat Cinta) seharga IDR 30.000,00 (harga toko buku Gra-Met tepatnya).

PS:
Daftar isi buku

Pengantar
I. APAKAH CINTA ADALAH SENI?
II. TEORI CINTA
  1. Cinta : Jawaban atas Masalah Eksistensi Manusia
  2. Cinta antara Orangtua dan Anak
  3. Objek Cinta
  • Cinta Sesama
  • Cinta Ibu
  • Cinta Erotis
  • Cinta-Diri
  • Cinta Kepada Allah (Tuhan)
III. CINTA DAN KEHANCURANNYA DALAM MASYARAKN BARAT KONTEMPORER
IV. PRAKTIK CINTA
Tentang Penulis

UPDATE 25-06-2008

Kabar gembira!!! Bagi Anda-Anda yang penasaran dengan buku tersebut di atas tetapi karena satu dan lain hal sulit mendapatkan kopi buku tersebut (seperti saya sendiri, sebenernya dah sempet beli seh trus dikasihin ke seseorang eh pas mo beli lagi dah nggak ada dan susah dicari) janganlah berkecil hati.
Bila Anda berminat dan benar-benar niat serta memiliki kemampuan membaca buku berbahasa English atau Korea silakan hubungi saya he..he....biggrin [terus apa ? mo dikirimin gitu??] (enggak tau juga yah, ya hubungi aja dulu he..he..)


UPDATE 08-07-2008

Nah ini dia nih, bagi pembaca setia yang menasaran karena sampai saat ini belum juga melihat sampul The Art of Loving versi Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama yang di sebelah ini saya potret sendiri loh he..he... Harap maklum adanya karena saya tidak kunjung mendapatkan kopinya lagi jadi yang saya potret itu salah satu koleksi perpustakaan ini deh (langganan saya itu loh). Karena buku perpustakaan jadi sudah rada lecek dan ada sampul plastik (anti iler) nya, kena sinar jadi ketara banget glossy-nya yah tapi nggak apa-apa yah kan biar dikira design web 2.0. he..he...



Jangan pernah bilang saya tidak memperingatkan Anda! (baca lebih lanjut...)

02 November 2007

Critical Success Factors (Part II)

(The Searching of)

(Huuh dasar! katanya nggak mau ikut campur masalah pribadi orang koq tanya-tanya kapan nikah segala, tapi nggak apa-apa lah biar serasa arties getu :p)

Seperti yang sudah saya tuliskan di sini, bagi saya menikah termasuk ke dalam rencana jangka menengah (dalam terminologi manajemen strategi) atau kurang-lebih dua sampi tiga tahun sejak dua atau tiga bulan lalu itu. Maka dari itu, untuk mewujudkannya salah satu usaha yang saya lakukan adalah mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang menentukan kelanggengan suatu pernikahan (Critical Success Factors).

[Mon-Temon!, pilih dulu calonnya awet-nggak awet sih urusan nanti, nah yang penting sekarang gimana cara milih yang paling tepat buat lo, soulmate gitu kata anak muda] Mungkin ada benarnya, akan tetapi saya pikir ketika kita telah mengetahui faktor keritis yang menentukan kelanggengan suatu pernikahan memilih calon pasangan akan menjadi lebih mudah karena kriteria untuk itu dapat diturunkan dari faktor kritis tersebut. Nggak mau dong hanya pintar milih calon pasangan tapi tidak cakap mempertahankan suatu hubungan [gw mau] (oh ya sudah :|)

Sekitar akhir Ramadhan kemarin saya dan S.T. (lihat Part I) berkesempatan untuk memadu janji guna bertemu di suatu tempat, dan karena saya telah mendapat izin dari [cicitcuit] untuk mengetahui masalah yang menjadi penyebab perceraiannya maka dalam pertemuan itu saya coba sisipkan agenda untuk membicarakah hal tersebut.

Setelah membahas separuh agenda utama, di sela jeda sejenak sayapun menanyakan hal tersebut. Walau jawaban S.T. relatif singkat dan langsung pada inti kesimpulannya saya dapat memahami apa yang dimaksud oleh S.T. [gile canggi amat!, lo pake helem doremon ya?, atau punya koskaki ajaib?] (daras korban tipi) Tidak, saya tidak secerdas dan secanggih itu hal yang menyebabkan saya dapat langsung paham tentang apa yang S.T. maksud adalah karena selama "masa penasaran" dengan berbekal pengetahuan seadanya dari berbagai sumber (beberapa di antaranya tertera apa akhir post) saya menyempatkan diri untuk menyusun sebuah hipotesis mengenai penyebab berakhirnya pernikahan si [cicitcuit]. Tanpa banyak berharap ketika mengonfirmasikan hal tersebut pada S.T. ternyata hipotesis saya sesuai dengan yang disampaikan oleh S.T. Pembicaraan mengenai hal tersebut terhenti pada kesimpulan umum itu dan kemudian kami lanjutkan agenda utama.

[geblek! jadi apa kesimpulannya, hipotesis lo apa hasilnya? apa?...apa?...] (he..he...) Hemm... bagaimana ya? saya measih ragu untuk menyampaikannya di sini karena kesimpulan tersebut masih sangat kasar dan kurang jelas kongkritnya, sepertinya saya masih memerlukan waktu untuk membandingkan dengan beberapa studi kasus sehingga lebih jelas dan mudah diterapkan. Selain itu sebenarnya saya ingin mengajak para pembaca setia [ada gitu?] (yakin aja :p) untuk ikut berpendapat mengenai penyebab perceraian tersebut. Guna memberi dasar bagi pembaca yang berminat untuk membuat perkiraan maka saya akan memberikan beberapa petunjuk (sejauh yang saya ketahui) mengenai si [cicitcuit] berserta mantan suaminya. Dan bila berkenan silakan tuliskan perkiraan Anda pada komentar post kali ini. Tidak usah dipikirkan benar atau salah, saya hanya ingin mendengar pendapat lain yang mungkin saja terlewatkan oleh saya, akan tetapi bila ada hal lain yang ingin disampaikna silakan saja :) (anonymous welcomed) [].

Pihak Laki-laki
  1. Mental : Seharusnya sudah stabil dan matang (tetapi entah lah tidak terlalu kenal).
  2. Kegiatan : Pekerjaan tetap, gaji Ok, fasilitas menggiurkan, kesimpulan mapan.
  3. Tampang : Hem.. yah lumayan (maaf sedikit agak kesulitan dalam menilai laki-laki).
  4. Umur (saat itu) : Sekitar midtwenty.
  5. Lian-lain : Mungkin boleh dikatakan laki-laki baik-baik.
Pihak Wanita
  1. Mental : Stabil dan matang (seperti kebanyakan wanita seusianya).
  2. Kegiatan : Mahasiswa kedokteran tahap koas.
  3. Tampang : Boleh lah (maaf sedikit agak kesulitan dalam menilai wanita) [wadoh sakit lo ya ?].
  4. Umur : Twenty something (awal-awal tapi tidak terlalu awal juga sih).
  5. Lain-lain : Wanita baik-baik dengan busana muslim moderat cenderung gawul (sedikit) :p.
Hubungan
  1. Pacaran : Sepertinya sudah lebih dari satu tahun, bagi pihak wanita ini merupakan kali pertama berpacaran.
  2. Latar belakan keluarga : Lintas suku, satu agama dan sepertinya ketika menikah sudah mendapatkan restu dari kedua belah pihak.
  3. Umur pernikahan : Sekirat tujuh-delapan bulan.
Beberapa sumber:
  • Personality (The Humand Mind Vol. 2)-Documentary-BBC
  • Making Friend (The Human Mind Vol. 3)-Documentary-BBC
  • Deepest Desire (The Human Instinct Vol. 2)-Documentary-BBC
  • Raging Teens (The Human Body Vol. 2)-Documentary-BBC
  • Science Of Beauty Sex Signs-Documentary-Discovery Channel
  • Don't Sweat The Future: Relatinships-Documentary-Discovery Health
  • What's Sexy (Naked Science)-Documentary-National Geographic
  • Rahasia Di Balik Materi-Documentary-Harunyahya Chanel
  • Mamah dan Aa' (CURHAT DONG!!)-TV Program-Indosiar
  • Sehati-TV Program-Indosiar (ini masih ada nggak ya?)
  • Playboy Kabel-TV Program-SCTV
  • Berbagai Infoteiment yang tertonton-TV Program-Berbagai Televisi Nasional
  • Beberapa situs konseling pernikahan
  • Berbagai buku mengenai hubungan pria dan wanita (kecuali teen-lit, chick-lit dan yang sejenis)
to be continued.....

Related Post:
Critical Success Factors (Part I)


PS
: Tidak, saya tidak beranggapan bahwa tidak ada pelajaran yang dapat diambil dari teen-lit, chick-lit atau barbagai karya fiksi lainnya but I just can't stand to read those kind of book (kalo udah jadi film boleh juga :)

Faktor kritis ya?! hemm ya..ya...ya..! (lanjut...)

16 July 2007

Critical Success Factors (Part I)

(The Story Behind)

AnTam (Aneka Tampar) bukan deng :p Aneka Tambang, tetapi kali ini saya tidak akan membicarakan kinerja perusahaan atau pun sahamnya guna membangun sebuah portfolio [emang kapan lo ngomongin portfolio?]. Jika Anda berniat mengadakan seminar, arisan keluarga (besar), pameran foto tunggal, resepsi pernikahan atau acara" lainnya yang membutuhkan tempat, Anda dapat pertimbangkan gedung AnTam di T.B. Simatupang 1 menjadi salah satu pilihan.

Kemarin siang, untuk keduakalinya saya bertandang ke gedung tersebut, dan kali ini dalam rangka nemenin nyokap hadir ke resepsi pernikahan anak temannya. Pertama kali ke sana sekitar satu tahun lalu, ketika itu salah satu teman SMA tengah mengadakan acara yang serupa. Mungkin untuk cw (co juga sepertinya) yang seumur dengan saya memang sudah saatnya untuk menikah, entah memang sudah siap, tuntutan sosial, memanfaatkan peluang, atau kecelakaan [kecelakaan koq nikah, nggak ngarti gw?] (bagus lah). Tetapi saya yakin pernikahan teman saya sekitar satu tahun lalu tersebut bukan karena alasan yang terakhir.

Sepertinya banyak yang sudah berubah dalam jangka waktu satu tahun terakhir ini, logo AnTam sekarang ada ijo-ijonya mungkin agar terkesan echo-friendly, jalan Poltangan antara Gunuk dan Kadang-Ayam sudah di aspal mulus, underpass Pasar Minggu sudah dioperasikan, dan status pernikahan teman saya tersebut di atas sudah berakhir alias cerai, what a life ?!

Setahun ? sepertinya tidak sampai deh, sebenernya saya sudah mendengar beritanya sejak bulan Februari lalu, di sebuah resepsi pernikahan teman SMA lainnya--yang bisa dikatakan menjadi reuni terselubung. Ketika itu saya ngobrol bersama beberapa orang teman SMA dan salah satunya adalah teman dekat sejak SMA dan masih satu kampus dengan [cicitcuit], mungkin bisa kita sebut sumber terpercaya (s.t.).
*untuk menjaga privasi beberapa nama sengaja disamarkan*
..........
s.t.: eh mon tau nggak si [cicitcuit] udah cere lo!
bujang urban: yang bener lo ?
s.t.: bener !, mo tau ceritanya nggak ?
b.u.: em... kira" bisa jadi pelajaran nggak, trus kira" si [cicitcuit] suka ngak kalo dia tau lo cerita beginian ke gw ?
s.t.: bisa jadi pelajaran sih kayaknya, tapi nggak tau deh dia suka apa engak ?
b.u.: ok let's skip that subject !
...........
Sampai pada suatu malam ketika saya sedang ol menggunakan ym tiba-tiba si [cicitcuit] menyapa.
.....
[cicitcuit] :hoi mon lo dah denger cerita tentang gw?
b.u.: iya tapi secara garis besar aja, kemaren si s.t. mo ceritain tapi nggak jadi abis gw takut"in he..he... kalo lo nggak keberatan, emang gimana sih ceritanya?
[cicitcuit] : ah males gw nyeritain lagi, bosen tau, dah mending lo tanya sama s.t. aja
b.u.: ok kalo gitu ...
......
Dan sampe sekarang saya belum tau secara pasti apa yang sebenarnya terjadi, by default saya juga tidak terlalu tertarik dengan masalah pribadi orang lain dan saya harap begitu pula sebaliknya.
[Ok-ok gw nggak ikut campur masalah pribadi, jadi kapan nikah?]

to be continued.....

Related Post:
Critical Success Factors (Part II)

12 June 2007

Everything has its own formula

Judul postnya, merupakan tarjamah bebas dari tagline salah satu merek perkakas pembersih mulut beserta isinya. Tapi F-nya kecil, bukan f-gede. Berhubung (mudah-mudahan) gw dah bisa membedakan antara lust and love, maka pada post ini gw memberanikan diri untuk membahas tentang seks. Ya benar, anda tidak salah baca let's talk about sex. Bagi yang merasa belum dewasa atau berpikiran serupa, sangat disarankan segera mengurungkan niatnya untuk membaca kelanjutan post ini.

He..he.. read more juga, or langsung nyape dari link lain ok nggak masalah. Bukan, bukan jebakan, kali ini kita akan benar-benar membicarakan tentang seks bahkan suatu hal yang serius he..he... (eh rekaman ketawanya lupa dimatiin).

Datang bulan or bahasa englishnya itu menstrual, siapa sih yg nggak tau (ya orang yg belom tau he..) gw sendiri tau masah ini dari kecil walaupun pemahaman menyusul kemudian. Kalau tidak salah sejak SMP pada pelajaran biologi bab reproduksi masalah ini sudah disinggung, BETUL? Pada post kali ini kita akan membicarakan sebuah siklus, rentang waktu yang berhubungna dengan seks tapi bukan pada wanita melainkan pada pria.

Jangan salah, pria/ laki-laki/ man/ pejantan/ lekong/ buaya-darat/ kucing-garong (puas?-puas?) juga punya siklus tersendiri dalam sistem reproduksinya. Agak sedikit berbeda dengan wanita, siklus ini lebih merupakan proses pengisian ulang (reload) atas apa yg dikeluarkan [emangnya apa yg dikeluarkan?] aduh koq gw jadi risih sendiri begini ngebahasnya ya? (harap maklum penulis cabul on-training). Ya udah, tentang apa yg dikeluarkan cari sendiri di sumber lain ok, buku SMP or SMA (ada nggak ya?) atau buku-buku sistem reproduksi pria (jangan dari bokep ya, bisa jadi malah misleading).

Seperti halnya cara kerja lampu kilat (flashlight) pada kamera, di setiap release (jepret) maka diperlukan waktu untuk dapat jepret berikutnya. Bila kita menggunakan batre alkaline maka waktu jeda (reload) antar jepret relativ sempit (sebentar) sedangkan untuk batre biasa yah bisa di kira-kira lah ya. Hal tersebut juga yang teradi pada laki-laki.

Tidak tergantung pada jenis batre atau mereknya, pada laki-laki variabel yang cukup menentukan lama-sebentarnya waktu jeda adalah faktor umur, dengan rumus umum sebagai berikut

LWL=USI*0.2

Keterangan : LWL= Lama waktu load (hari); USI = Usia saat ini (tahun komariah boleh)

Let's say ada seorang pria berusia 21 tahun maka waktu loadnya adalah 21 kali 0.2 yah kurang lebih 4.1 hari lah ya. [emangnya kalo di-release lebih cepet kenapa?] konon kabarnya tindakan tersebut kurang baik karena dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan pria tersebut, dan bahkan konon kabarnya dapat ngurangi umur (wuidih ngeree). [Trus kalo lebih lama?] ya nggak masalah, tapi nanti kalo release tetep 4.1 hari untuk release berikutnya nggak bisa jadi lebih cepet (emangnya koprasi simpan pinjam? he..he...)

[Eh lo tau beginian dari mana? jangan-jangan mengarang bebas lagi] Rumus tersebut berasal dari sebagian kecil bab seks Tao. Tao "The Way" merupakan kearifan tradisional Cina kuno CMIIW.

*langsung lari nyari kalkulator, ngejadual ulang rencana nikah*

28 March 2006

Komat-kamit Komitmen

Sebuah obrolan ringan di suatu sore untuk mengusir kantuk dan jenuh antara seorang Senior-Citizen dengan Bujang-urban.

Senior Citizen : Hai Mon siapa pacarmu sekarang ?
Bujang-urban: Em...m tidak ada Pak.
S.C. : Kenapa bisa tidak ada ?
B.U.: Saya pikir punya pacar itu semacem ngenjalin ikatan semu, atau komitmen semu yang cuma buang-buang sumberdaya (dalam arti luas) karena nggak punya tujuan yang jelas. Apalagi saat ini masa depan saya juga belum jelas-jelas amat, itukan bakalan nyusahin aja, terutama pihak perempuannya.
S.C. : Kamu ini, namanya juga pacaran mana ada yang jelas, wong kadang-kadang orang nikah aja masih ada yang nggak jelas. Trus kamu juga jangan salah emangnya perempuan cuma bisa disakiti dia juga bisa nyakiti loh !!
B.U.: Oooo begitu ya ?!
Sebuah pencerahan di suatu sore yang cukup cerah bagi Bujang-urban, tetapi ia tetap pada pendiriannya untuk tidak menjalin sebuah komitmen semu. Ia hanya bercita-cita dalam beberapa tahun ke depan ketika semua dapat terlihat lebih jelas, ia dapat menyusun sebuah komitmen yang tidak sempurna di awalnya tetapi terus berproses menuju kesempurnaan seraya melengkapi dua elemen lainnya dengan tujuan yang jelas. Ketetapan hati ini diperkuat ketika beberapa waktu lalu ia menyadari bahwa cinta itu sebuah sistem, sistem itu menyeluruh, dan menyeluruh itu kompleks.

Intense Debate Comments