Pages

Showing posts with label lifehacks. Show all posts
Showing posts with label lifehacks. Show all posts

07 September 2008

Plan B on Draft

Hem.. ya..ya..ya... pipe yahoo down untuk waktu yang lumayan lama dan itu berarti blogrollgator saya ikut ngadat juga, soalnya mesinnya ya pipe yahoo itu. Untungnya ketika saya menulist post ini sudah bisa lagi he..he.. biggrin. Sambil nungguin pipe yahoo iseng-iseng tadi siang saya bacain komik google chrome, bagus juga ya idenya bikin komik he..he... Komiknya itu bukan manual guide sih tapi lebih ke prensentasi konsep pengembangan google chrome. Mungkin berdasarkan mata awam saya, ide yang dikembangkan dalam google chrom itu hem...ya... "there is nothing new under the sun" [sotoy lo] (he..he..), akan tetapi saya suka dengan mind-set keseluruhannya saya pikir termasuk kategori progressive, serta menafikan pakem-pakem "browser yang semestinya".

Dan yang terpenting dari komik tersebut saya jadi paham maksud "Jendela penyamaran" he..he... Pada intinya sih jendala penyamaran akan mempermudah keisengan saya dalam berselancar mengarungi dunia maya (jadi nggak usah pake dua browser lagi he..he..ninja).

The Plan B

Kembali ke yahoo pipe yang down. Sebenarnya ketika petama kali muncul ide untuk membuat blogrollgator yang ada di benak saya memang bukan yahoo pipe sebagai engine-nya melainkan google reader. Tak lama kemudian langsung saya coba deh google reader untuk merakit blogrollgator, akan tetapi hasilnya tidak memuaskan saya yang banyak maunya ini sweat. Singkat cerita akhrinya saya menemukan yahoo pipe dan secara autodidak mempelajari cara penggunaanya dan saya pun jatuh cinta he..he.. tongue. Cinta itu bukan tanpa alasan, alasan-alasan tersebut antara lain adalah.
  • Dengan yahoo pipe saya dipaksa belajar lagi.
  • Dengan yahoo pipe saya mendapatkan kebebasan lebih menentukan apa yang saya mau yah tapi sepanjang yahoo pipenya bisa he..he..
  • Dengan yahoo pipe saya ditantang untuk mengoptimasi mesin tersebut sehingga lebih efisien.
  • Dengan yahoo pipe saya dapat mengekspresikan keisengan dan keusilan saya dengan lebih leluasa he..he..evil
Maka dari itu yahoo pipe saya jadikan mesin utama sedangkan google reader saya jadikan mesin cadangan ketika mesin utama down dan terkapar.

The Draft

Nah sebelum baca komik google chrome itu tadi sebenarnya saya menyempatkan diri untuk melakukan blog walking menggunakan google blog search. Entah apa kata kuncinya tadi (maaf dah rada pikun sweat) saya berlabuh di sebuah blog, seingat saya blog itu menggunakan Blogger (service)/ Blogspot sebagai enginenya. Setelah beberapa saat pelanga-pelongo, liat-liat pemandangan sekitar saya agak tersentak dan sedikit dibuat takjub melihat kolom komentar yang berada di halaman yang sama dan terlihat natural serta menyatu dengan halaman tersebut tanpa ada kesan implant silicon commenting system dari penyedia pihak ketiga. Tidak seperti biasanya saya pun bertanya kepada si empunya blog melalui southbox yang tersedia tentang kolom komentar tersebut [emang biasanya gimana mon?] (biasanya seh langsung gw korek-korek aja tuh halaman bis itu steal the code he..he.. evil).

Yah tapi tidak dapat saya pungkiri, karena enggan menunggu si empunya blog akan menjawab pertanyaan saya tanpa pikir panjang saya langsung korek-korek aja tuh halaman dan steal the code ninja he..he.. Selidik punya selidik, ternyata komentar tersebut berasal dari blogger (service)/ blogspot langsung dan bukan dari penyedian commenting system pihak ketiga. Untuk mengaktifkannya pengguna blogger (service)/ blogspot harus masuk ke dashboard draft. Blogger Draft adalah Blogger (service)/ blogspot yang menyediakan wahana-wahana yang masih dalam masa uji coba dan evaluasi (beta version). Tanpa menunggu lebih lama saya langsung saja mencoba commenting system baru tersebut seperti di bawah ini he..he.. Ayo cobain dong tongue.

Dasar laki-laki iseng he..he..(baca lebih lanjut...)

31 August 2008

Yeah I'm The Ideal =))

Setelah "test the water" maka saya telah putuskan mengurungkan niat saya untuk me-review "primbon" yang saya sebut-sebut di post sebelumnya. Jangankan me-review, untuk menuliskan judulnya saja saya enggan. Kemungkinan besar Anda akan langsung meludahi layar monitor desktop, laptop, atau hp Anda sesaat setelah membaca judul "primbon" tersebut sweat. Yah mungkin jalur grilya menjadi pilihan saya dalam menyebarkan virus akal budi yang satu itu.

Mungkin akan saya beri sedikit gambaran saja ya. Dalam perpustakaan maya (bukan maia) pribadi saya, buku tersebut termasuk ke dalam kategori Venusian-Art dan tergolong buku "baik-baik". Pengetahuan di dalamnya cenderung berada pada tataran wisdom walaupun knowledge-nya juga ada. Yah seperti yang Anda ketahui hidup haruslah berimbang selain membaca buku yang "baik-baik" saya juga tidak alergi dengan buku yang tergolong "evil-evil"evil, karena kebaikan dapat datang dari mana saja termasuk dari (maaf sebelumnya bila agak kasar) mulut kucing sekalipun tongue.

Masih berkaitan dengan nasib "primbon" tersebut di atas, pada post kali ini saya ingin mengajak Anda meribetkan sedikit tentang pengaruh judul terhadap persepsi terhadap sebuah buku secara umum, dan di Indonesia khususnya. Jadi pada intinya adalah don't judge a book by its title.

Mungkin sebagian dari kita sudah familiar dengan buku-buku terbitan over seas yang berbahasa Inggris. Bukannya saya menguderestimatekan penulis dalam negeri tapi terus terang selera membaca saya sering kali terpuaskan oleh buku-buku luar tersebut. Saya yakin banyak penulis Indonesia yang juga berkualitas tetapi mungkin memang akses dan jaringgannya belum selancar di luar sana.

Salah satu ragam buku yang saya gemari adalah serial buku panduan (how-to) yang memiliki judu-judul unik dan cenderung eksentrik. Let's say seri "(whatever) for Dummies", "(whatever) Hack", "(whatever) The Missing Manuals", "(whatever) for The Evil Genius" dan lain sebagainya. Pada kesempatan kali ini salah satu seri yang akan saya bahas agak lebih panjang adalah "The Complete Idiot's Guide to (whatever)".

Jika Anda berkesempatan menyaksikan film "The 40 Year Old Virgin" dan mencermatinya, seri The Complete Idiot's Guide to (whatever) sempat muncul di salah satu scene-nya. Seri yang muncul dalam film tersebuh adalah "The Complete Idiot's Guide to Tantric Sex". Buku macam apa yang muncul di benak Anda ketika membaca/ mendengar sebuah buku dengan judul seperti itu? Saya pribadi, yang ada di benak saya adalah sebuah buku yang akan menerangkan kepada saya secara lengkap tentang Tantric Sex dan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh awam dan pemula bahkan untuk idiot sekalipun. Bagaimana apakah Anda setuju dengan pendapat saya [yah setuju aja dah biar cepet].

Seiring dengan derasnya arus informasi, motif bisnis dan adanya peluang bahwasannya tidak semua orang Indonesia mampu membaca tulisan berbahasa Inggris (atau setidaknya belum lancar) maka terbitlah seri "The Complete Idiot's Guide to (whatever)" versi tarjamah Indonesia. Nah yang saya tidak habis pikir mengapa judulnya juga dialihbahasakan, eh... bukan deng biggrin maaf saya salah, judulnya tidak di alih bahasakan, tetapi diganti lebih tepatnya. Judul versi bahasa Indonesianya menjadi The Complete Ideal's Guide to (whatever).

Nah sekarang saya tanya kembali, buku macam apa yang terbersit di benak Anda ketika mendengar/ membaca The Complete Ideal's Guide to MBA (salah satu seri yang telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia yang saya ketahui sejauh ini). Bagi saya pribadi yang terbersit itu adalah sebuah buku yang akan menerangkan secara lengkap tentang MBA dengan pendekatan untuk orang-orang ideal, yah seperti suami ideal, pacar ideal, mertua ideal, anak ideal yah pokoknya yang ideal lah dan pastinya hanya ada di dunia ide dan nggak ada di dunia nyata. Jadi karena saya bukan seorang yang tergolong ideal saya tidak patut dan layak membaca buku tersebut. He..he... agak berlebihan ya tapi kurang lebih memang seperti itu.

Dibodo-bodoin.

He..he.. yah memang bila saya sedang bercanda dengan orang yang sudah dekat, terbilang agak kasar, kata-kata "Dodol", "Geblek", "Idiot" terkadang suka nyelonong aja nggak pake permisi. Yah tapi seiring bertambahnya uban umur dan dalam upaya untuk menjadi ideal tongue maka saya pun sudah mengurangi penggunaan kata-kata tersebut. Tapi saya cukup fair dalam bermain, saya sendiri juga tidak keberatan di bilang "Dodol", "Geblek", "Idiot" oleh kawan dekat bahkan oleh orang yang baru bertemu sekalipun, karena saya pikir toh sepertinya saya memang seperti itu biggrin. Semakin hari saya merasa semakin bodoh saja, semakin banyak yang saya baca atau ketahui malah membuat saya semakin merasa bodoh dan semakin penasaran. Selain itu mungkin juga karena sedikit banyak saya telah dapat melebur ego dalam diri ini, dalam artian mengendalikannya, yah bila hanya dibodo-bodoin terus terang sudah tidak menggangu ego saya lagi. Santaicool1.

Idiot= Ideal ?

Lalu sekarang mengapa judul buku itu diganti ? Apakah saya yang sudah kurang update dan ternyata sekarang memang idiot sama arti dan maknanya dengan ideal. Apakah ada motifasi bisnis? atau mungkin ini juga terkait dengan konspirasi global? Berhubung saya sedang enggan berteori konspirasi bagi pembaca yang tau (atau sekedar sok tau juga tidak apa-apa lah) boleh dong beri saya sedikit pencerahan yan berharga biggrin.

PS:
Nah disini saya akan menunjukan kepada Anda sekalian cover dari masing-masing versi.

ideals idiots
Nah bagi Anda yang sudah ndak percaya lagi sama gambar-gambar yang saya sajikan sweat (berhubung beberapa orang telah mencium keusilan saya dalam mengolah gambar sehingga mengacaukan persepsi liar) silakan diperiksa pada sumber masing-masing buku tersebut (click saja pada masing-masing gambar).


Apaan? don't judge books by it's title, curhat colongan nih? ha..ha..(baca lebih lanjut...)

27 August 2008

Usin' My Right to Answer

Post kali ini merupakan jawaban atas tulisan Saudara Rae yang dimuat dalam blognya berupa sebuah post. Post ini menjadi penting bagi saya guna meluruskan beberapa hal yang bengkok di dalam tulisan Saudara Rae tersebut. Berikut ini akan di sertakan beberapa kutipan obrolan saya dengan beberapa orang melalui yahoo messenger yang sebenarnya saya sendiri agak merasa kurang nyaman, yah tetapi apa boleh buat saya pikir bagus juga untuk membalas posting Si Rae tersebut dengan setimpal (bahkan lebih evil) kidding tongue.

.....
jeng-anu: iya lah
ja: apalg gw ud pnh cerai pula
ja: ga banget d buat maen"

bujang-uban: ya sejak awal gw pikir emang harus langsung masuk ke chapter keluarga, trus liat apakah bisa masuk, kalo enggak ya coba dulu apa masih bisa diperjuangkan kalo enggak yah udah mungkin bukan jodoh begitu kira"
ja: iyaaaaaa
ja: gw juga setuju banget ama lo mon
ja: sukaaaaaaaaaaa
bu: he..he.. tepok tangan dong :">

ja: plok plok plok
.....
another satisfied customer evileyebrows
.....
bu: kalo menurut gw gini ndoro, iya bener nikah itu untuk menenangkan, dan sterusny-dan seterusnya tapi itu kan tataran mikro
bu: termasuk penyaluran kebutuhan sexual ya
bu: tapi kan lo juga harus inget bakal ada anak disitu kan
bu: nah anak" kita itu yg bakal ngebentuk masyarakat
berikutnya trus melebar sampai jadilah sebuah negara
bu: nah gw nggak mau sembarangan milih istri yg bakal ngedidik anak gw dong
ndoro-abdi-dalem: SATUJU...
nad: yah jwban gw sama ma lo..
nad: idem..

.....
always work biggrin
.....
bu: nah jadi kesimpulan gw jendral sudirman, imam bonjol, diponegoro bukan berjuang untuk "indonesia" tapi untuk nilai" yang dia anggap bener dan pengen dia pertahain biar anak cucunya tetep terpelihara sam nilai" itu
bu: giman menurut lo?
pemuda-penuh-pesona: Betul bgt!
ppp: Perang tuh bukan cm unt pertahanin petak tanah,tapi lbh dr itu.Bwt pertahanin ideologi
.....
make your own conclusion cool1

Rae you'r not alone.

Perlu saya perjelas di awal, bahwasannya beberapa kutipan chat tersebut telah mengalami proses pengeditan. Proses pengeditan di sini tidak bermaksud merubah substansi isi pembicaraan, melainkan hanya untuk melindungi identitas orang yang bersangkutan dan juga untuk mempermudah Anda untuk membacaya. Mungkin sebagian dari kita tahu bahwa terkadang ketika chat berlangsung acap kali terjadi delay (baik yang disebabkan kecepatan jaringan internet maupun kecepatan prosesor otak pihak-pihak yang terlibat ) sehingga topik pembicaraan terkadang berlompatan maju mundur. Oke saya akan coba perkenalkan kepada Anda siapa-siapa saja yang ber-chat-ria bersama saya (bujang-uban) di atas tersebut.

Kutipan pertama, saya bersama seorang janda muda tanpa anak. Chat tersebut terjadi lebih-kurang tiga bulan lalu. Saat itu kami tengah membahas "konsep pacaran" yang efektif efisien dan tidak menghamburkan sumberdaya baik berupa materi, waktu, emosi, perasaan dan lain sebagainya.

Kutipan kedua, saya bersama rekan saat menyadap ilmu di strata satu, dan sekarang beliau tengah menyadap ilmu para Mafia Brekele Barkley guna mendapat strata yang lebih tinggi sehingga dimungkinkan untuk naik kasta di kerajaan tempat ia mengabdi sekarang. Chat ini juga terjadi kurang lebih tiga bulan lalu. Saat itu kami tengah membahas "Kajian Makro-Mikro Pembangunan Lintas Sektroral Dalam Rangka Mencari Pendamping Hidup".

Kutipan ketiga, saya bersama seorang pemuda revolusioner, anti kemapanan, dan gandrung akan musik rage against the machine. Seorang pemuda kritis (liat aja selang infus masih nempel di tangan biggrin) yang terkadang juga memberi saya inspirasi (dan yang terpenting suplay temen-temen ce nya untuk saya gombalin di ym kiss). Ternyata chat ini juga terjadi tiga bulan lalu (tiga bulan lalu koq gw cerewet amat ya sweat). Saat itu kami tengah mencibir demokrasi dan menyimpulkan bahwa semangat nasionalisme itu isapan jempol kaki belaka.

Pada bagian ini saya hanya ingin menenangkan hati Saudara Rae bahwasannya bukan Anda sendiri saja yang kerap kali mengamini ide-ide ndak jelas saya itu, jadi tenang saja cowboy.

Confronter Answers

Pada bagian ini saya akan mengutip tulisan saudara Rae dan langsung menjawabnya point per point sehingga saya harap akan menjadi jelas segala sesuatunya.
dalam sebuah diskusi yang penuh dengan jungkir balik, tipu muslihat, metafora, dan tanda tanya besar (ditambah kapasitas otak gue yang nggak bisa maksimal mengolah data karena lagi flu berat), temon memberikan "nasehat" kepada juniornya ini tentang pernikahan (umur emang mempengaruhi orang untuk menjadi dominan dalam beberapa bahasan).
Sebelumnya saya mohom maaf bila ternyata Saudara Rae di sana sampai jungkir balik, tertipu oleh muslihat, terkacaukan oleh metafora dan memikul tanda tanya besar. Terus terang saya di sini nyantai-nyantai aja sambil menaikan satu kaki ke sandaran tangan, dengan kondisi yang sudah setengah ngantuk dan sesekali mengayunkan raket nyamuk listrik secara random guna melatih dan menyempurnakan backhand saya he..he... . Dengan kata lain, saya sama sekali tidak sedang mencari persetujuan atau semacamnya. Saya hanya sedang mengajak Anda bertukar pikiran berbagi pengalaman (orang lain tongue) dan mencoba memikirkan solusi yang mungkin untuk beberapa hal tersebut. Saya tidak pernah mengeluarkan jurus-jurus "bantingan logik, emosi dan sedikit perasaan", speak-speak muslihat, "buaian metafora" serta teknik terlarang "membuat penasaran" ninja kecuali kepada ce-ce di ym yang sedang saya bombalin. Nah sekarang coba Saudara Rae pikir apa untungnya saya melakukan hal tersebut terhadap Sudara, itu hanya membuang energi substansi saya yang berhaga saja bukan pirate.

Yah saya akui terkadang umur memang mempengaruhi dominasi diskusi apa lagi yang menyangkut pengalaman. Saya juga pernah mengalami berdiskusi dengan seorang purnawirawan kolonel (tentang tips dan trick mencari istri) yang saya anggap itu bukan diskusi melainkan ceramah dadakan biggrin karena saya cuman bisa manggut-manggut (biar dia seneng) dan sesekali berujar lirih "iya..ya hem....". Tetapi terus terang saat di ceramahi saya pikir saya tidak menemukan pencerahan yang sangat berarti, mungkin hanya studi kasus tambahan saja karena ternyata sang purnawirawan juga pernah mengalami kegagalan dalam berumah tangga.

Saya akui kembali, pengalaman paktis saya tentang relationship memang minim tetapi seperti yang Saudara juga ketahui, walaupun belum akan menikah dalam waktu dekat, saya sudah konsern dengan masalah tersebut sejak lama (mungkin bisa dilhat kembali posting ini dan juga itu). Kerap kali saya melakukan telaah, studi kasus langsung ke sumbernya, mengenerate simulasi model (ceile), dan membaca berbagai "primbon" tentang relationship. Dan mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa dahulu kala ketika berusia sekitar enam-tujuh tahun saya pernah stress sendiri memikirkan "Ntar gw nikah sama siapaaaa????"lol-roll .
mengutip judul bab dari buku yang baru saja dibaca, dia pun bilang untuk jangan pernah merubah mind-set hanya untuk mengikuti mind-set pasangan lo! yah, kurang lebih begitulah... dan dengan bodohnya gue langsung menyepakati kata-kata itu tanpa memikirkan lebih lanjut implikasinya.
Tentang "primbon" yang saya sarankan kepada Anda itu. Perlu saya luruskan di sini, memang saya baru membaca buku tersebut tetapi untuk yang kesekian kalinya. Saya mendapatkan buku tersebu sekitar satu tahun lalu dan karena ada suatu kasus yang terjadi pada sahabat saya belakangan ini, sehingga saya merasa perlu membuka kembali buku tersebut. Terus terang saat pertama kali membaca buku itu sekitar satu tahun lalu, saya juga merasa skeptis, bahkan ketika baru membaca judulnya saja sudah geuleuh, tetapi setelah saya baca isinya dan sedikit saya renungi ternyata buku tersebut mengandung filosofi yang amat dalam dan berbobot.

Nah disinilah kelemahan Rae, yang saya pikir cukup fatal, dalam melakukan sebuah penilaian (padahal dia sendiri yang bilang di posting sebelumnya yah he..he..), seperti kata pepatah lama garbage in garbage out, sebelum menghakimi sebaikna diklarifikasi segala sesuatunya sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang mendekati sempurna. Oke saya akan mengutip salah satu judul bab yang dimaksud dalam buku tersebut secara verbatim tanpa "kurang lebih begitulah..."
Never Change Your Mind Just to Please a Woman
Silakan anda nilai sendiri apakah kutipan tersebut memiliki subsatansi yang sama dengan "jangan pernah merubah mind-set hanya untuk mengikuti mind-set pasangan lo!". Untuk menyenangkan/ menggirangkan/ menggembirakan saya pikir berbeda dengan mind-set.

Oke agar tidak mengawang saya langsung saja memberikan contoh aplikasi konkrit dari mind-set. Silakan tinjau kembali kutipan chat saya dengan beberapa orang di atas sana, Anda akan dapat mengetahui dan merasakan mind-set saya. Dalam "meng-injek-kan" main-set tersebut kepada orang lain saya tidak pernah berusaha membypas (menerobos) logika, saya selalu melalui jalur logika, walaupun saya tau ada beberapa jalur yang dapat membabalas logika sehingga mind-set kita dapat dengan mudah di adopsi oleh orang lain, tetapi saya pikir itu bukan cara yang baik, karena tujuan saya adalah untuk "membenturkan" mind-set saya dengan mind-set oran lain karena dengan demikian sangat dimungkinkan saya dapat mendapatkan mind-set baru yang lebih baik dengan catatan mind-set baru tersebut dapat melampaui barikade logika yang saya miliki.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, terus terang telah banyak mind-set yang berubah dalam diri saya. Dahulu salah sekarang benar, maupun sebaliknya bukan hal yang istimewa semua karena mindset sangat terkait dengan wawasan dan perspektif.
You should always listen to your woman, and then make your own decision. If you choose to go with your woman's suggestion even when deep in your heart you feel that another decision is more wise, you are, in effect, saying, "I don't trust my own wisdom." You are weakening yourself by telling yourself this. You are weakening your woman's trust in you: why should she trust your wisdom if you don't?

Kutipan salah satu paragraf dalam bab
Never Change Your Mind Just to Please a Woman
Yah mungkin suatu saat saya akan mereview "primbon" yang telah menimbulkan masalah ini. Tetapi sebenarnya saya juga telah mengutip beberapa isi dari "primbon" tersebut di salah satu post yang termasu seri MRBYD (Must Read Before You Die). Sebenarnya saya kurang suka juga sih membahas "primbon" tersebut karena nanti ketauan dong modalnya sweat. Yah tapi tak apalah semoga hubungan antara laki-laki dan perempuan akan menjadi lebih baik lagi ketika kedua belah pihak dapat saling memahami.
Kebajikan berputar sesuai kapasitas; kapasitas bertumbuh melalui persepsi. Karena itu jika kamu ingin memperkaya kebajikanmu, kamu harus memperluas kapasitasmu; dan bila kamu ingin memperluas kapasitasmu kamu harus meningkatkan persepsimu.

Huachu Daoren dalam Kembali ke Asal Refleksi dari TAOyin-yang


PS: *abis baca ulang sms rae kemaren* He..he.. iya ya kepedean amat emang yakin bakal bisa punya anak =)). Begene Re anak pan nggak harus secara biologis kan ada anak secara ideologis, spiritual atau mungkin nanti ada juga anak virtual gitu, segede gantungan konci aja kayak tamagoci kali ya he..he.. Kalo mo yang rada gede ya kayak pelem artificial intelligence-nya spielberg itu loh.

An eye for an eye, a post for a post he..he..(baca lebih lanjut...)

03 August 2008

Speedy Happy Hours

Kemarin malam sepulang kondangan setelah selesai menghabiskan semangkok tongseng daging sapi, saya ber-chat ria dengan beberapa orang teman di depan TiPi masih di meja makan. Sangking asiknya, seraya berkonsentrasi mengontrol tarian jempol agar tepat ketukannya, saya hampir-hampir tidak menyadari lagi bahwa TiPi itu ada dan menyala. Tiba-tiba saya mendengar kata-kata "FREE-FREE" dari arah TiPi seketika saya terhenyak dan memalingkan wajah serta perhatian kearah TiPi, yang telihat saat itu hanya Carissa Putri di depan sebuah monitor LCD lalu terdengan tagline "Speed That You can Trust". Sepertinya saya baru saja melewatkan sebuah TVC (television commercial) Telkom Speedy. Dengan sedikit menyesal saya berusaha untuk menanyakan kepada beberapa orang sekitar, tetapi tidak ada tanggapan yang berarti.

Beberapa jam setelah kejadian tersebut tepatnya pukul 03.20 pagi, saya terbangun dari sebuang mimpi yang kurang jelas dan tidak penting jadi saya tidak akan membahasnya disini tongue. Setelah memenuhi panggilan alam (pipis di kamar mandi) saya hendak melanjutkan tidur akan tapi sepertinya kantuk itu telah pergi bersama air seni. Kemudian saya memutuskan untuk menyalakan komputer uzur kesayangan saya (karena cuma satu jadi nggak ada yang laen yang bisa disayang). Tekan tombol swich di CPU, swich di modem ADSL tak lama kemudian saya sudah tersambung ke dunia di mana platform-platform lama telah hancur terhempas kehilangan relevansi (lebay) he..he...

Ya saya tersambung ke jaringan internet menggunakan PC tua ini dengan ISP Telkom Speedy. Setelah melihat blog gurem ini dan beberapa situs lain guna memantau keadaan, saya teringat kejadian malam tadi "FREE, Carissa Putri, iklan TiPi dan Speedy". Tak memberi waktu jam digital untuk berkedip menambah nominal detik saya langsumg mengarahkan browser Firefox ke seitus resmi terlkom Speedy. Setelah melalui beberapa halaman tidak penting akhirnya saya melihat sebuah Breaking News yang berjudul "BEBAS USAGE DARI PUKUL 20.00 HINGGA PUKUL 08.00 PAGI", ada apakah gerangan?!

Setelah memelototi berbagai syarat dan kondisi yang bertubi-tubi sayapun akhirnya mengerti apa yang dimaksud, menurut kesimpulan saya adalah sebagai berikut.

  • Di tengah persaingan ISP yang kian nggak karu-karuan belakangan ini Speedy akhirnya belajar dari kenyataan bahawa hanya menggembar-gemborkan "Cepat yang Bisa Diandalakan" tidaklah cukup, karena atribut yang lebih penting bagi pengguna adalah harga, quota, harga dan quota. Untuk apa lebih cepat bagi pengguna program jatah (quota) jikalau harga tetap (mahal), bila tidak hati-hati malah membuat quota cepat habis.
  • Di sinyalir terlah terjadi eksodus pelanggan Speedy ke beberapa provider lain sehingga harus dilakukan langkah cepat untuk mengambil hati pelanggan yang tersisa, untung-untung mendapat pelanggan baru. Salah satu langkahnya adalah program free usage dari pukul 20.00 sampai dengan 08.00 keesokan harinya lah pastinya (masa' mundur??) yang berlaku pada Divisi Regional II (Jabodetabek & Purwakarta) terhitung sejak 1 Agustus 2008 s.d. 31 Januari 2009.
  • Jadi pada penggunaan dalam range waktu setersebut, pengguna program jatah meteran bandwidth-nya akan diputer lagi [maksudnya??] ya ketika berinternet pada range waktu tersebut meteran bandwidth Anda akan tetap berjalan tetapi pada pukul 09.00 esok harinya meteran akan diputer kembali keasal dimana Anda mulai terkoneksi ke internet melalui Speedy (login).
  • Seperti pepatah lama "waktu adalah pedang", maka berhati-hatilah dengan waktu, agar Anda tidak kering karena ternyata tidak mendapatkan pemutihan, dalam artian bandwidth Anda tersunat maka perhatikanlah waktu Anda memulai koneksi (login) dan menyudahinya (logout). Pastikan seluruh kegiantan tersebut berada di antara range waktu yang telah disepakati (dengan catatatan tidak lebih dari 12 jam, jadi nggak boleh mulai jam 20.05 sampe 20.05 besoknye nggak aci tuh) dengan patokan waktu punya Speedy jadi bukan waktu lokal di kopmputer Anda yang sering telat itu karena batre cmos-nya abis tongue.

PS: Telah saya praktekan dan terbukti berat saya susut 5 kg dalam lima menit, eh ini program apa yah he..he... Enggak koq, kembail ke Speedy betul tuh saya dah coba balik lagi meteran bandwidth-nya horray.


Nah loh apan tuh Fast and Cheap kale he..(baca lebih lanjut...)

01 August 2008

Virgin Mind

He..he.. pada kemana aja nih lama nggak keliatan :p, kebalik ya he..he... Karena satu dan lain hal saya harus menyiapkan sesuatu yang cukup menyita perhatian dan waktu sehingga blog gurem ini agak sedikit terbengkalai.

Dah lama nggak posting tiba-tiba jadi pengen posting masalah seks he..he... biar semangat gitu >:) . Okay posting kali ini seperti tertera pada kategori di atas, akan membahas sebuah isu yang berkaitan dengan seks. Pada intinya posting kali ini akan mengejawantahkan pandangan saya tentang salah satu isu yang cukup sensitip dalam masyarakat kita, yaitu tentang keperawanan. Karena berisi pandangan pribadi saya maka segala sesuatunya berdasarkan udel (dan sekitarnya) saya sendiri, jadi kepada Anda yang hendak membaca, saya harap tidak marah-marah dan menyebarkan aura negatip jikalau kita berseberangan pendapat. Bila ada pendapat lain silakan dituliskan pada bagian komentar post ini dan saya harap dapat tercipta sebuah diskusi yang mesra dan intim he..he... .


Yak kita mulai saja, beberapa hari yang lalu salah seorang teman saya yang sedikit banyak memiliki alur pikiran hampir serupa dengan saya (rada sama gilanya) menanyakan tentang isu virginity di sebuah chat ringan menjelang magrib. Hem... sebenarnya isu tersebut pernah kami bahas beberapa bulan lalu, mungkin karena saat itu saya yang memulai jadi beliau menjawab dengan acuh tak acuh dan kemungkinan besar semua jawaban itu dilakukan di bawah sadar.

Untuk lebih jelasnya saya akan sertakan cuplikan chat tersebut (nama sengaja disamarkan untuk kepentingan penanam modal).

pemuda penuh pesona: eh, semalem jam 2 pagi (malem apa pagi ya?) mantan gue tau" SMS gue
ppp: nanya ke gue: menurut kamu penting gak sih bang virginity itu?
perjaka bersertipikat terakreditasi: kenapa? minta pertanggungjawaban?
ppp: KAGAK!
ppp: :))
pbt: hem trus bilang apaan ??
ppp: intinya gue bilang penting, tapi bukan sesuatu yang gak bisa ditawar
ppp: gitu
pbt: trus dia bilang apaan ?
pbt: apa nggak dilanjutin
ppp: udah sih
ppp: dia bilang temennya lagi ada yang uring"an
pbt: bikin post dong tar gw comment "pertamax he..he..."
ppp: abis lebaran nti temennya itu mau nikah, tapi cowoknya belum taukalo dia udah gak virgin
ppp: najong komen pertamax!:p
pbt: iya tuh bagusnye sih diomongin, yah dengan segala konsekwensinya seh
pbt: tapi keknye co nye harus di tatar dulu he..he..
ppp: iye ye...
pbt: tapi gimana ce jg seh he.he.. ribet 8-}
ppp: kalo lo mau nerima gak yang udah gak pirgin geto? (kayaknya udah pernah dibahas deeeh....)
pbt: iya kan dah pernah kesimpulannye kan yg penting bagi gw "a virgin mind" masih inget nggak ??
ppp: lupak:p
ppp: maksudnya virgin mind tuhg gimana?
ppp: dasar
pbt: jadi gini
ppp: pikirannya tetep perawan gitu?
pbt: jaman kek sekarang kan yah rada susah lah ya kalo terlalu menuntut pa lagi gw di jkt B-)
pbt: yah kalopun nanti istri gw nggak perawan, ya gw tanya jg kenapa bisa nggak perawannya
ppp: yui... kata mantan gue itu 63% cewek di atas 20 taun di jakarta itu udah gak virgin
ppp: (termasuk yang udah nikah dan mbah" sih gue rasa:)))
pbt: trus menurut dia arti keperawanan itu apa
ppp: kalo kata cewek lo ntar karena keadaan dan kondisi gimana?:p
pbt: yah gw nggak tau istri gw nanti tau" dulunye pernah pulang sendirian trus diperkosa di jalan kan kasian kalo gara" begitu nggak ada yg mo nikahin
ppp: gue gak nanya arti keperawanan itu apa ke mantan gue itu
ppp: kalo kata cewek lo ntar karena keadaan dan kondisi gimana?
pbt: yg penting bagi gw istri gw itu nggangep perawan itu penting dan masalah dia perawan atau kagak ya bisa diatur lah
ppp: :-?
pbt: walaupun dia perawan tapi dia ngangap nggak perawan itu lumrah, itu sih masalah kesempatan aja kele he...he...
ppp: paham paham...
pbt: dia nggak dapet kesempatan :))
pbt: jutekan kale =))
pbt: gw malah nggak mau sa ce perawan yg kek gitu
pbt: jelas kan
ppp: ya
pbt: okay cabs dulu ye :D
ppp: ok

Bagaimana? Saya harap dapat dipahami dengan baik ya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurnag berkenan karena memang tidak saya saring lagi langsung copy-paste aja. Dan kesimpulannya adalah keperawanan itu penting tetapi bukan esensi inti, we have a situation here kalo kata pilem-pilem. Bagi saya pribadi yang lebih menentukan itu adalah mind set yang perawan he...he...

no sex until marrieage

06 June 2008

It's Not That Simple!, The Answers

He..he.. post ini ditujukan guna memenuhi janji saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyan Anan dan Rae di komen post It's Not That Simple! Ternyata benar dugaan saya saat itu, ketika hendak mem-publish post tersebut. Bahkan sempat juga terlintas di benak ini untuk tidak menyediakan kolom komentar, karena saya perkirakan kemungkinan besar seseorang akan menjadi reaktif sekali setelah membacanya.

Mengapa saya berpikir bahwa sebagian orang akan reaktif ketika membacanya? karena saya sendiri juga begitu ketika pertama kali membacanya he..he... Akan tetapi perpedaannya saat itu saya hanya bisa ngedumel sendirian karena saya membacanya dari sebuah buku bukan blog yang ada kolom komentarnya. Mungkin ini bisa juga disebut sebuah kekurangan blog dan kelebihan buku. Ketika saya membaca buku, bila tidak mengerti atau sepaham dengan ide yang tertera pada buku tersebut, saya akan mencoba membaca ulang, merenungkan kembali dan berusaha mengubah-ubah sudut pandang. Lain halnya pada blog biasanya saya langsung reaktif saja, mengkritik atau bila tidak mengerti juga yah nyampah komentar sekenaknya saja he..he....

Sebelumnya izinkan saya untuk agak so' tau pada post ini ya he..he.. Post It's Not That Simple! merupakan post yang saya letakan di ranah wisdom (silakan lihat kembali bagan piramida ini) jadi mungkin akan ada beberapa hal tidak dapat Anda langsung megerti, seperti halnya saya juga, karena saat ini tatanan sosial masyarakan kita memang sudah sangat jauh dari wisdom. Oke kita langsung ke pertanyaan pertama dari saudara Anan, saya akan coba menjawab hem.... atau kalaupun tidak bisa, akan balik bertanya untuk menghindari malu (baca: ngeles) he..he...
jadi menurutnya adakalanya mesti pasrah dalam mengejar sesuatu? bilamana kita sebaiknya mulai untuk membiarkan lepas?

kadang akan lebih mudah untuk "membiarkan lepas" di saat kita udah tau bahwa "hei ini saatnya berhenti!"

gimana cara tau kapan saat untuk berhenti?

(eh komen gw bisa dimengerti kah?)
Yak itu dia pertanyaan dari teman kita Anan di Bogor bagus, bagus, bagus. Sebuah pertanyaan yang sangat baik sekali (biar Anan senen :p), saya akan coba memjawab semampu saya tentunya.

Menurut penerawangan saya, inti dari pertanyaan tersebut adalah kapan saatnya untuk menyerah?, betul ? Terus terang saya tidak ingin mejawab dalam bentuk "definisi waktu yang tepat untuk menyerah" guna menghindari perdebatan tanpa akhir dan timbulnya si maha tahu dan si bodoh. Saya kira Andalah (Anan) yang lebih tahu kapan waktunya untuk menyerah ketika menghadapi suatu masalah. Mungkin post saya sebelumnya (Strategy, as far as I know) dapat dijadikan bahan pertimbangan juga (mangkanye dibaca jeng jangan cuman nupang pertamax doang :p).

Kita berlanjut ke pertanyaan berikutnya, dari teman kita Rae di Bogor juga bagus, bagus, bagus.
[lah koq bisa tau dari rae, pan anonymous ?] (bisa dong ketika Anda mendalami wisdom maka akan terkuak semua rahasia dunia)
!!PERHATIAN TIDAK SEMUA YANG ANDA BACA ITU BENAR HE...HE...!! liar
Iyah! Saya juga bingung dengan yang dibingungin anandita. Kapan kita harus jadi batu mati yang cuma ngikutin gravitasi dan kapan kita jadi pinus hidup (mau pake beringin tapi takut konotasinya jadi jelek =b) yang daunnya selalu mencari matahari dan akarnya mencari air? Kayak yang dibilang oom henry ford,"ketika segala sesuatu terasa sedang melawanmu, ingatlah pada pesawat terbang yang selalu berlari melawan angin, bukannya tertiup angin."
Hem...ya...ya... batu itu mungkin termasuk ke dalam mahluk mineral (benda), sedangkan pinus masuk kedalam tumbuhan sedangkan kita adalah manusia, mahluk tuhan paling sexy mulia jadi jangan di downgrade dong. Nah karena saudara Rae bingung dengan yang dibingunkan Anandita maka jawabannya juga sama berarti he..he..tongue

Dan satu lagi nih tentang pesawat terbang, Henry Ford dan angin. Coba Anda (Rae) perhatikan lagi quote-nya di sana tertulis juga ketika hendak take-off, dan bila Anda ada sedikit waktu silakan goggling sejenak mempelajari sedikit tentang penerbangan ternyata tidak hanya saat take-off pesawan diusahakan untuk melaju berlawanan terhadap arah angin tetapi saat landing juga. Menurut perkiraan sekenaknya ala saya (sambil mengingat buku fisika SMP), hal tersebut dikarenakan ketika take-off pesawat membutuhkan gaya keatas, dan gaya itu didapat dari alirang udara di sayapnya yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga semakin cepat alirang udara maka semakin besar gaya angkat yang timbul. Sedangkan ketika landing yah untuk bantu-bantu ngerem gitu kali yah, biar nggak babalas he..he.. Ketika di udara arah angin memang sangat mempengaruhi sebuah penerbangan dan pada umumnya para pilot lebih suka bila tidak ada angin karena tidak perlu banyak penyesuaian. Akan tetapi terkadang angin buritan (angin belakang) dapat membantu menghemat bahan bakar.
When everything seems to be going against you, remember that the airplane takes off against the wind, not with it.
Henry Ford
Jadi apa yang dimaksud oleh Henry Ford? Menurut penafsiran saya yang ala kadarya, beliau hanya ingin menyemangati para inovator yang mendapat tentangan dari status quo dan orang-orang yang tidak punya mimpi terhadap inovasi yang ia buat, begicu loch kiss.

Mereka yang menemui jalan buntu harus memeriksa tujuan awal; mereka yang sudah berhasil harus memperhatikan arah tujuan.

Orang dapat meninggalkan keduniawian setelah melepaskan ambisi duniawi. Orang dapat memasuki kebijakan setelah melepaskan ambisi spiritual.

Huanchu Daoren, Kembali ke Asal Refleksi dari TAO




Heh nggak masang komentar ah ngak asyik neh!! (baca lebih lanjut...)

28 May 2008

Strategy, As Far As I Know

Biasanya saat menuju atau mengunjungi suatu tempat baru seperti mencari alamat, gedung pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran saya terbiasa untuk mencari dan mempelajari peta tempat yang bersangkutan, baik peta jalan maupun denah gedung. Pernah suatu saat, ketika saya pulang dari warkop terdekat untuk sarapan, serorang tukang ojek yang kebetulan masih tetangga juga menertawai karena melihat peta Jakarta yang saya pegang "Apan tuh Mon peta? kenape masih nyasar lo udah sini gw anterin he..he..", saya hanya bisa cengar-cengir sambil membatin (dasar tukang ojeg).

Memang selain sarapan, saat berada di warkop biasanya saya juga menyiapkan rencana untuk hari itu. Bila saya harus pergi ke suatu tempat yang baru atau yang belum terlalu familiar saya akan mempelajari tempat tersebut dahulu. [Ngapain seh cape" kebanyakan gaya lo he..he...] Hem.. entah ya mungkin bawaan orok tetapi ini seperti sudah built-in dalam diri saya harus selalu ada antisipasi, plan B atau kalo boleh saya sebut strategi.

Bila Anda belum tahu apa definisi strategi, silakan Anda lihat di kamus atau buku-buku strategi yang banyak tersedia di perpustakaan dan toko buku terdekat. Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin sedikit berbagi tentang makna strategi yang saya pahami. Dalam dua tahun terakhir, setidaknya saya telah mengalami tiga tahap evolusi tentang pengertian apa itu strategi. Ketiga pengertian tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Strategi adalah "How to Get There from here"
  2. Pengertian ini saya dapat dari blognya si Mayang (kalo nggak salah??) yang isinya itu dia kutip dari semacam buku self-help, mungkin semacam chicken soup atau sebangsanya. Saya sangat terbantu dengan definisi ini di awal-awal usaha untuk memahami apakah strategi itu. Seiring perjalanan waktu saya pikir pengertian ini terlalu menyederhanakan masalah terlalu umum dan tidak lagi memuaskan berbagai pertanyaan baru yang menggelayut di kepala ini.
  3. Straetgi adalah "The Way to Optimize The Probability of Success"
  4. Pengertian ini saya simpulkan setelah membaca salah satu buku self-help yang sudah kembali mengingatkan saya akan kekuatan statistika he..he.. Akan tetapi setelah beberapa lama memikirkan timbul lagi pertanyaan, "Dan kalau pun gagal, sebenarnya yang berapa persen kah itu??, lalu bagaimana caranya agar probabilitasnya itu dapat mencapai 100% yah bila tidak mendekati lah".
  5. Strategi adalah "DO YOUR BEST!!"
  6. Lah koq kesimpulan terakhir sederhana begini yah? terdengar kurang cerdas gitu, seperti kata-kata moto senior yang terpaksa mengisi kartu perkenalan semasa orientasi kampus dulu he..he.. [pernah kuliah mon?] (pernah dong yang subuh-subuh itu loh he..he..). Setelah saya sertakan filosofi timur dan dogma agama (yang saya anut) didalam upaya untuk menjawab pertanyaan makna dari strategi, ternyata kesimpulan ini lah yang paling menjawab dan saya pikir juga yang terbaik untuk kesehatan jiwa. Dengan kata lain, seberapa pun kerasnya Anda mencoba bila DIA menetapkan Anda untuk "gagal" maka Anda akan gagal, tak perduli betapa cerdasnya Anda, betapa canggih alat dan metode yang Anda gunakan, dan betapa banyak pengorbanan dan usaha yang telah Anda lakukan, alam semesta telah berkonspirasi, jangan dilawan tidak ada gunanya. Yah mungkin Anda mengaggap saya adalah seorang fatalis, tetapi saya pikir tidak ada salahnya sedikit menjadi fatalis he..he.. Tetapi ada suatu konsep yang juga harus Anda terima bila Anda menyetujui pengertian yang terakhir ini, konsep itu adalah bahwa "perhitungan" dilakukan terhadap apa yang telah Anda usahakan (dengan niat yang lurus tentunya), bukan terhadap hasil yang dicapai. Mungkin dengan kata lain dari DO YOUR BEST!! yang saya maksud di sini adalah "Mengoptimalkan Ikhtiar", akan tepati bukan ikhtiar "cap asal begerak saja", tiap sesuatu ada ilmunya yang harus Anda kuasai dan harus coba Anda pikirkan penerapannya, ada metode dan alat yang dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan, karena tanpa itu ihktiar Anda tidaklah optimal.
Bila Anda memiliki pemahaman lain tentang strategi sudi kiranya berbagi di sini.
Related Posts:
It's Not That Simple

31 March 2008

It's Not That Simple!

Sekilas tampak terbudakkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya tertuankan.

Sekilas tampak merugi, perhatikan dan resapi ternyata hanya laba yang melimpah.

Sekilas tampak terkekang, perhatikan dan resapi ternyata hanya terbebaskan.

Sekilas tampak melemahkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya menguatkan.

Musibah kah ? atau anugerah, semakin hari semakin kehilangan nyali untuk memilah.

Arahkan perahumu dan nikmati riak, gelombang, serta badai alirannya. Improvisasi dalam mendayung membuat-mu awet muda.

Lepas dan lupakan maka kau akan selalu diingat.

22. Paradoks Membiarkan Lepas

Apabila saya melepas diri saya apa adanya, saya menjadi apa yang semestinya saya menjadi. Apabila saya melepas apa yang saya miliki, saya akan menerima apa yang saya butuhkan.

Itulah paradoks feminin atau Yin:
  • Dengan menghasilkan, saya bertahan lama.
  • Ruang yang kosong adalah berisi.
  • Apabila saya memberi, saya menjadi lebih.
  • Apabila saya merasa begitu rusak saya sedang tumbuh.
  • Ketika saya tidak ingin apa-apa, banyak yang datang kepada-ku.
Pernahkah Anda berjuang untuk mendapatkan pekerjaan atau cinta dan akhirnya menyerah, dan tiba-tiba Anda menemukan keduanya baik pekerjaan maupun cinta ?

Apakah Anda ingin menjadi bebas dan merdeka. Sesuaikan dengan hukum Tuhan bagaimana sesuatu itu terjadi.

Ketika saya berhenti mencoba memberi kesan pada kelompok, saya menjadi sangat mengesankan. Tetapi ketika saya mulai berusaha untuk membuat diri saya nampak baik, kelompok mengetahui hal itu dan tak menyukainya.

Pekerjaan saya yang terbaik terlaksana ketika saya melupakan sudut pandang saya, semakin sedikit saya membuat diri saya sendiri, semakin lebih saya.

Ketika saya menyerah kepada harapan dari orang yang bekerja saya tidak menghadapi hambatan apapun.

Inilah kebijaksanaan feminin: membiarkan agar dapat mencapai sesuatu.

Pemimpin bijak menunjukan hal ini.

Jhon Hider-The Tao of Leadership (translated)


Related posts: It's Not That Simple! The Answers

Paradoks Membiarkan Lepas (baca lebih lanjut...)

16 January 2008

The Ten Reasons

Huh..huh...huh... *ngos-ngosan sambil ngetik* Sepekan yang sangat melelahkan. Sepekan di dalam daerah tidak nyaman, daerah "angker" yang saya biarkan kosong tak terurus tujuh tahun terakhir, walaupun sesekali ada saja yang mencoba masuk tetapi kali ini yang paling menggangu karena ia pernah menjadi (satu-satunya) orang dalam dan sepertinya masih hafal akan jalan rahasia menuju ke sana [daerah mane mon? bukit belakang sekolah] (doraemon banget sih?) Bukan, bukan bukit belakan sekolah, daerah itu bernama My Feeling Inside This Heart.

Entah lah, tapi saya yakin ini adalah ujian dari-Nya, mungkin berkaitan dengan kelancangan saya berkoar-koar sok tau tentang masalah cinta beberapa waktu lalu di sebuah milis sampai-sampai ada yang protes dan berteriak "AH TEORI!!" he..he... Lagi-lagi entah lah, apa saya berhasil lulus atau tidak tetapi hati ini terasa lebih tenang sekarang. Dengan berbekal kearifan filosofi seadanya, berbagai teori strategi, marketing, pengetahuan dasar psikologi pria dan wanita dan tentunya bantuan dari beberapa orang teman, saya harap saya telah melewati ujian tersebut dengan baik.

Dan pada akhirnya saya harus menunjukan sebuah daftar yang sempat saya susun beberapa waktu lalu kepada seseorang (tersebut di atas). Sebuah daftar yang terinspirasi dari gaya anti-marketing distro debian linux dan dipicu oleh pernikahan kawan dari ibunda tercinta yang menemukan pasangan hidupnya melalui biro jodoh.

10 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Memilih Saya Sebagai Pasangan Hidup
  1. I can't read your mind.
  2. I won't always there right beside you coz I have missions in life.
  3. I already have chosen values to respect (not society, media or other say to respect).
  4. I'm not immortal I’ll die someday.
  5. I'll carry my life on, with or without you.
  6. I'm just a jealous guy.
  7. Little bit bohemian, moderate (somewhat aggressive) risk-taker.
  8. Will always looks unromantic (save my romance for the one, emm may be for another one too he...e...e...e...).
  9. I'm just a stupido who always try to improve quality of my life.
  10. Will always love you as you are, and I hope you will always love me as I'm.
Not My Type

Heh biro jodoh sudah se-desperate itu kah ? (baca lebih lanjut...)

02 January 2008

The Red Pill of Love

Must Read Before You Die!! Series
Hallo semua apa kabar !!, mudah-mudahan Anda bukanlah salah satu orang yang memasang kembang api, petasan atau semacamnya pada malam pergantian tahun kemarin di sekitar tempat saya tinggal. Bila Anda salah satu pelakunya terus terang (tidur) saya benar-benar terganggu atas tindakan Anda itu. Jadi lain kali bila Anda ingin melakukannya tindakan semacam itu lagi lakukanlah di tempat-tempat yang kemungkinan untuk mengganggu mahluk lain lebih kecil (ex. dalam mimpi, imajinasi atau khayalan Anda masing-masing). [kalo semua orang kayak lo dunia sepi mon!] (ha..ha..ha..).

Ok kembali fokus ke post ini [eh tunggu dulu Red Pill apaan tuh kebalikan dari Blue Pill ? semacem obat biar impotent gitu?] (he..he..). Tolong jangan kaitkan Red Pill disini dengan pil biru produksi Pfizer®, kaitkan saja dengan perkataan Morpheus dalam The Matrix (1999).
This is your last chance. After this, there is no turning back. You take the blue pill - the story ends, you wake up in your bed and believe whatever you want to believe. You take the red pill - you stay in Wonderland and I show you how deep the rabbit-hole goes.
Pada kesempatan kali ini saya akan coba me-review sebuah buku yang dalam waktu singkat telah berhasil mempengaruhi mind set, cara pandang tentang kehidupan umumnya dan dalam hal cinta khususnya Selain itu buku tersebut juga telah memberikan validasi atas pikiran-pikiran liar di benak saya dalam empat tahun terahir yang beberapa waktu lalu sempat juga saya sesali (sedikit). Sebuah buku yang saya temukan sekitar dua atau tiga bulan lalu, secara tidak sengaja, tanpa referensi atau saran dari siapa pun. Sebuah buku yang saya temukan terselip di rak perpustakaan antara bagian psikologi dan filosofi. Sebuah buku dengan cover mencolok yang membuat saya geuleuh (males cenderung jijik) karena berkesan terlalu ABG-baget (maaf ya para ABG serta siapa pun yang berjiwa serupa :p).

Entah apa yang ada di benak cover-designer buku tersebut (versi Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama) ketika membuatnya, mungkin karena pasar ABG sangat menggiurkan atau hanya ingin membuatnya lebih eye-catching. Tetapi terus terang usaha beliau cukup berhasil "menekan" tombol penasaran di pikiran saya. Seraya menaikan kedua alis dan dengan bibir membentuk kurfa senyum terbalik, saya pun mencabut buku tersebut dari raknya serta membolak-balik beberapa halaman secara acak. Sampai pada akhirnya saya tiba pada halaman hak-cipta dan ternyata buku tersebut baru diterbitkan pada tahun 2005 oleh GPU tetapi telah diterbitkan untuk pertama kali pada tahun 1956. "Hem...ya...ya...ya... sepertinya ada yang nggak beres nih!!" pikir saya setelah mengetahui hal tersebut.

Ok sudah cukup basa-basinya, saya akan langsung me-review buku tersebut. Karena kebetulan saya telah sempat membuat review singkat (plus sedikit rayuan gombal) di suatu tempat, maka saya akan kembali menggunakan review tersebut di sini. Riview tersebut adalah sebagai berikut.
Bila tiba-tiba ada peraturan yang hanya memperbolekan seorang membaca satu buku dalam masa hidupnya, saya tidak akan memilih buku ini sebagai satu-satunya buku yang saya baca. Tapi bila tiba-tiba ada peraturan yang hanya memperbolehkan seseorang membaca satu buku yang mengandung kata love/cinta/amour pada judulnya dalam masa hidupnya, maka saya akan memilih buku ini. Sebuah buku yang telah menggoyahkan konsep cinta yang telah saya susun dengan susah payah selama ini. Walaupun demikian pada akhirnya buku ini hanya memperkokoh konsep cinta yang saya bangun tadi. Konsep dalam buku ini dapat dikatakan everlasting karena merupakan fundamental yang amat, sangat mendasar sekali. Terbukti dengan cetakan terakhirnya di tahun 2006 walaupun telah terbit untuk pertama kali pada tahun 1956. Entah mengapa setelah membaca buku ini seketika semua wanita menjadi cantik di mata saya. (Salah satu versi Bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, 2005)

DANGER Conformity Hazard
Ok semoga review buku The Art of Loving karya Erich Fromm ini dapat berguna bagi Anda, bila belum puas silakan lihat sendiri review yang lebih berbobot di sana dan di sini. Bila tertarik Anda dapat memperoleh buku tersebut (salah satu versi Indonesia The Art of Loving Memaknai Hakikat Cinta) seharga IDR 30.000,00 (harga toko buku Gra-Met tepatnya).

PS:
Daftar isi buku

Pengantar
I. APAKAH CINTA ADALAH SENI?
II. TEORI CINTA
  1. Cinta : Jawaban atas Masalah Eksistensi Manusia
  2. Cinta antara Orangtua dan Anak
  3. Objek Cinta
  • Cinta Sesama
  • Cinta Ibu
  • Cinta Erotis
  • Cinta-Diri
  • Cinta Kepada Allah (Tuhan)
III. CINTA DAN KEHANCURANNYA DALAM MASYARAKN BARAT KONTEMPORER
IV. PRAKTIK CINTA
Tentang Penulis

UPDATE 25-06-2008

Kabar gembira!!! Bagi Anda-Anda yang penasaran dengan buku tersebut di atas tetapi karena satu dan lain hal sulit mendapatkan kopi buku tersebut (seperti saya sendiri, sebenernya dah sempet beli seh trus dikasihin ke seseorang eh pas mo beli lagi dah nggak ada dan susah dicari) janganlah berkecil hati.
Bila Anda berminat dan benar-benar niat serta memiliki kemampuan membaca buku berbahasa English atau Korea silakan hubungi saya he..he....biggrin [terus apa ? mo dikirimin gitu??] (enggak tau juga yah, ya hubungi aja dulu he..he..)


UPDATE 08-07-2008

Nah ini dia nih, bagi pembaca setia yang menasaran karena sampai saat ini belum juga melihat sampul The Art of Loving versi Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama yang di sebelah ini saya potret sendiri loh he..he... Harap maklum adanya karena saya tidak kunjung mendapatkan kopinya lagi jadi yang saya potret itu salah satu koleksi perpustakaan ini deh (langganan saya itu loh). Karena buku perpustakaan jadi sudah rada lecek dan ada sampul plastik (anti iler) nya, kena sinar jadi ketara banget glossy-nya yah tapi nggak apa-apa yah kan biar dikira design web 2.0. he..he...



Jangan pernah bilang saya tidak memperingatkan Anda! (baca lebih lanjut...)

Intense Debate Comments