Pages

11 November 2005

Better Living Through Personality

Links to this post
Kita semua hadir dalam bentuk dan ukuran yang berbeda.
Kita semua memiliki kekuatan dan kelemahan.

Sesuatu yang baik bagi seseorang belum tentu baik bagi orang yang lain.
Ada beberapa hal yang menurutku penting, dan mungkin tidak kau pedulikan sama sekali.

Dan terkadang tingkah laku mu sangat tidak masuk akal bagi ku.
Tapi aku ingin kita saling dapat memahami dan berkomunikasi dengan baik, karena kita hidup berdampingan di bumi yang sama.

Aku tahu diriku tak bisa mengharapkan dirimu untuk juga menginginkan sesuatu yang aku inginkan.
Kita bukan orang yang sama, dengan demikian kita tidak harus melihat sesuatu dengan cara pandang yang serupa.

Aku punya pemikiran dan ide ku sendiri, dan itu mungkin tidak sesuai dengan pandangan dirimu bagaimana seharusnya diriku.

Dengan mempelajari lebih dalam tentang kepribadian ku, dan kepribadian orang lain, aku dapat menjadi lebih paham dan mengerti kekuatan dan kelemahanku.

Aku dapat memperbaiki hubungan antar pribadi, menerima orang lain sesuai keadaanya, dan mendapatkan pengetahuan akan diri sendiri yang dapat membantu ku mendefinisikan dan mencapai tujuan-tujuan (ku).

Sebuah terjemahan bebas halaman utama dari The Personality Page

03 November 2005

Yaampun..!, kirain apa :| .

Links to this post
Alhamdulillah udah Idul Fitri lagi, dan yang lebih harus disukuri lagi ternyata pagi ini gw masih diberi kesempatan untuk solat Id berjamaah di Mesjid. Padahal kemaren sore udah agak pesimis bakal bisa solat Id di Mesjid. Enggak tau kenapa tiba-tiba saat memasuki 1 Syawal (versi perintah dan sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia) gw terserang suatu gejala aneh (lagi) yang sampai sekarang gw hanya bisa menduga-duga.

Kalo enggak salah gw pernah terkena gejala serupa itu sekitar dua atau dua setengah taun lalu, tapi waktu itu gw lagi tidur sekitar tengah malam jadi nggak terlalu menghawatirkan. Sedangkan yg kemaren itu terjadi dalam perjalanan (kaki) pulang dari sebuah toko buku terkemuka dalam rangka melengkapi sebuah seri film dokumenter (satu"nya seri yg baru bisa gw lengkapin (akhirnya), karena cuma tiga volum he..he...) deket rumah pada sebuah gang di belakang salah satu TV swasta nasional. Dengan terhuyung-huyung dan sempat beristirahat di pangkalan ojek yang udah ditinggal pergi tukang ojeknya untuk bersiap takbiran (padahal tinggal 50m dari rumah).

Akhirnya sampai juga dirumah walaupun dengan susah payah menggukankan sisa tenaga yang masih tersisa. Sesampainya di rumah dan setelah beristirahat sebentar gw mulai memikirkan pemicu gejala aneh itu. Apakah gejala itu timbul karena gw "bermain-main" dengan gelombang otak beberapa hari sebelumnya, atau karena gw "bermain-main" dengan kipas angin merek Maspion pas tidur siang tadi plus sembelit karena kekurangan serat, atau gw mungkin juga harus mempertimbangkan pendapat ibu gw yg katanya "kebanyakan minum kopi sih !". Tapi kalo gw pikir, gw bandingkan dengan pengalaman terdahulu, dugaan kedua adalah yg paling beralasan, dan kesimpulannya gw cuma masuk angin komplikasi dengan sembelit, penyakit orang kebanyakan (dosa). Akhirnya malam takbiran tahun ini gw habiskan dengan beristirahat di peraduan sambil sesekali terbangun melihat sms dari kawan-kawan lama yang mulai masuk, ditandai dengan bunyi ring-tone standard monophonic "TIT-TULUT-TULIT".

Intense Debate Comments