Pages

14 September 2007

Stop and Think (for a while)

Links to this post
Kemarin priksa-priksa shoutbox eh ada si Anan (lagi-Anan lagi, salah satu perajin shoutbox dengan messages 17.54%) bertanya apakah saya hiatus, padahal terakhir post belum genap satu pekan lalu. Setelah saya pikir-pikir sepertinya tidak ada salahnya juga untuk berhenti sejenak, berpikir dan me-review apa-apa saja yang telah saya tulis.

Dengan demikian untuk sementara waktu kedepan selama bulan Ramadhan yang mulia ini saya memutuskan untuk berhenti sejenak dari aktivitas posting tetapi tetap blogging, dengan me-review post-post terdahulu (termasuk memperbiaki ejaan he..he..), kembali mengingat dan me-review alasan dasar serta tujuan awal dari blog ini agar tidak terseret dan terombang-ambing arus zaman, serta tidak lupa mengunjungi blog-blog tetangga mempererat silaturahim dan komunikasi.

Mungkin sekian dulu semoga maklum adanya. Bagi para blogger Muslim saya ucapkan
Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan yang mulia Ini, semoga kita dapat mencicipi sample kebahagiaan sehingga bersemangat untuk mendapatkan full version-nya kelak. =)

10 September 2007

Happy Ever After...

Links to this post
Must Read Before You Die!! Series
Happy atau bahasa Indonesianya adalah bahagia, mendengar atau membacanya saja sudah membuat bahagia apa lagi ditambah ever after wow selama-lamanya membuat saya ingin mengalaminya, [iye, terus gimane caranya? japri!] (meniru gaya bicara rae walau saya tidak mengerti arti japri, ada yang dapat menolong?) iya, bagaimana caranya ya ? Hem... sebelum mencari cara agar bahagia kira-kira ada yang bisa beri gambaran lebih spesifik bahagia itu apa [heleh kemane aje lo dah jenggotan bahagia aja nggak tau] memang apa? [bahagia..., ya gitu deh :p]


Setelah malang-melintang mengorek-ngorek perpus akhirnya arti bahagia --setidaknya yang dapat saya terima untuk sementara ini-- pun ditemukan. Arti bahagia tersebut tertera dalam sebuah buku.. yah di akhri post saja lah saya sebutkan nanti malah tidak membaca post saya sampai habis he..he... :p Ok straight to the point.

  • Bahagia tidak sama dengan senang.

  • Bahagia juga bukan sedih.

  • Bahagia mungkin dapat dikatakan sebagai suatu kondisi jiwa, bukan kondisi emosi/mood sesaat yang akan berlalu.


Bahagia adalah keadaan saat tidak ada lagi kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak ada keinginan untuk dipuaskan.

Nahlo-nahlo ?! Apakah Anda masih memiliki keiinginan untuk menjadi bahagia ? saya sendiri sih masih.


Sebelum lebih jauh, bila Anda masih berminat untuk berbagaia kita sepakat akan empat hal terlebih dahulu
  1. Adanya kemungkinan untuk sampai pada pengertian yang pasti.
  2. Eksistensi tuhan.
  3. Kemerdekaan kehendak.
  4. Jiwa yang pantang mati.
Ok sudah sepakat ? keempat hal tersebut merupakan postulat filsafat moral (selamat datang di filsafat moral) tetapi tenang saja berhubung saya adalah filosof paruh waktu post saya kali ini tidak murni filsafat, sepertinya akan dicampuri satu sendok teh dogma agama (lagi pula akan menjadi lebih singkat).


Kita kembali ke pengertian bahagia. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahagia adalah keadaan dimana tidak ada lagi kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak ada keinginan untuk dipuaskan. Sekarang pertanyaannya adalah apakah munkin mencapai suatu saat seperti itu mengingat keinginan manusia tidak berbatas, sementara banyak ditemukan keterbatasan-keterbatasan di dunia fana ini. Saya pikir mungkin, tapi tidak di sini di dunia. Karena (menurut dogma agama saya) dunia tidak dirancang untuk itu, akan tetapi bukan berarti kita tidak dapat bahagia di dunia fana ini.



Surga Dunia (bukan yang terletak di kawasan Kota)


Kebahagiaan di dunia hanyalah berupa potongan-potongan yang tidak lengkap (tidak sempurna). Kira-kira apa saja yang dapat memungkinkan kita bahagia di dunia hem.. harta, kesehatan, teman, pasangan yang setia dan menjaga kehormatan keluarga, pengetahuan dll [seks juga dong] (ya boleh he..he.. tau aja lo!). Semuanya itu adalah pemenuh kebutuhan dan pemuas keinginan guna penunjang kebahagiaan tapi yang harus tetap di ingat agar dapat bahagia di dunia kita harus pandai-pandai berkompromi dengan keinginan serta membatasi keinginan tersebut. Mengalami kebahagiaan yang tidak sempurna di dunia dapat menjadi/merupakan pemicu timbulnya harapan akan suatu kebahagiaan sempurna.


Nah disinilah peran dogma agama, program-program self-help, dan berbagai hal lainnya yang mengajarkan sikap mental positif. Sukur dan sabar (seperti yang biasa saya dengar pada nasihat pernikahan, tapi kenapa selalu wanita yang bersabar? [soalnye lo kurang good lookin'] lo juga ha..[ha..]ha...*tertawa bersama*), meditasi, back to nature, holistic approach dan lainnya adalah usaha untuk mencapai kebahagiaan tapi itu bukan kebahagiaan. Kesemuanya itu membantu manusia untuk merasakan bahagia di dunia.



Surga Sebenarnya


Karena kita sudah sepakat untuk mengakui keberadaan Tuhan dan jiwa pantang mati maka kebahagiaan sempurna merupakan suatu hal yang mungkin. Janji surga itu baik asalkan sumber beritanya dapat dipertanggungjawabkan. Berapa tuh jumlah bidadari yang dapat dikawini dan akan tetap selalu perawan, saya lupa. Mungkin bagi beberapa orang yang belajar tentang seks dari MTV, playboy, sex-chat dan berbagai situs porno hard-core di internet akan berpikir "ih agama koq ngomongnya jorok kayak gw aja". Hei ada apa ?!, seks itu manusiawi asal dilakukan sesuai kodrat manusia. Bagi Anda yang mempelajari seks dari sumber-sumber tersebut sebaiknya Anda coba mencari sumber-sumber yang lebih representatif dan tidak misleading, karena seks tidaklah sekotor, serendah dan sehina itu.


Ok sekarang bila ditanyakan kepada seseorang mengapa ia berusaha/bekerja, mungkin orang tersebut akan menjawab (asumsi: orang waras) agar dapat uang utuk memenuhi kebutuhan atau lebih jauh agar menjadi kaya, lalu kembali ditanya buat apa ia ingin menjadi kaya, ia pun akan menjawab agar bahagia. Tidak berbeda dengan seks buat apa seseorang melakukan seks, jelas untuk mendapatkan anak, memenuhi kebutuhan biologis, dan memuaskan hasrat seksualnya, lalu kembali ditanya untuk apa itu semua, jawabannya kembali, agar bahagia. Sekarang pertanyaannya untuk apa ia bahagia, ya untuk apa lagi selain bahagia itu sendiri. Dengan demikian bahagia yang tak terbatas lah sebenarnya yang ingin disampaikan dari sejumlah bidadari yang boleh dikawini dan akan selalu perawan itu.



Neraka Sebenarnya


[Hem... bidadari he..he...] Tunggu dulu jangan keburu yakin, karena kita sudah sepakat bahwa Tuhan itu ada, jiwa pantang mati selain surga yang menawarkan kebahagiaan sempurna maka kenyataan adanya neraka, dan ketidakbahagiaan sempurna juga harus diterima dengan lapang dada. Pernah denger cerita ancaman neraka wuii... ngere man digigit uler segede leher onta, direbus di.. diunyek-unyek deh pokoknya. Gimana rasanya ya ih pedih kayaknya, tapi tunggu dulu kenapa kita tidak belajar meditasi saja mulai sekarang agar dapat terlepas dari rasa sakit fisik nantinya seperti para pemain sirkus itu loh, oh iya ya yasudah belajar meditasi saja lalu jadilah pendosa. Tapi koq saya tidak yakin bisa bermental positif, meditasi atau apapun kiatnya di neraka. Kebalikan dari surga, neraka adalah tempat dimana ketidakbahagiaan merajalela, tidak hanya secara fisik tetapi termasuk mental dan jiwa (satu paket).



Free Will(y)


Dan inilah saatnya menentukan pilihan Anda ingin ke mana. Seperti yang kita telah sepakati kita memiliki kemerdekaan kehendak untuk memilih, menentukan tujuan. Seperti yang disarankan oleh Aristotels berpikirlah untuk jangka panjang sampai akhirat saja sekalian itu pun bila Anda percaya, bila tidak ya setidaknya sesaat sebelum Anda mati lah. Menurut beliau untuk mengetahui bahagia-tidaknya kehidupan seseorang baru dapat dinilai setelah orang yang bersangkutan tutup usia. Munkin dalam terminologi agama yang saya pilih (akhirnya, dulu sih ikut-ikutan orang tua) khusnul khotimah gitu kaliya. Kembali menurut dogma agama yang saya pilih alasan keberadaan manusia di dunia fana ini adalah untuk diuji membuktikan keimanan terhadap-Nya bukan keapada agama. Dengan demikian bila Anda ingin kaya serta ingin lulus ujian tersebut pilihlah pekerjaan yang baik dan berpotensi untuk menjadikan Anda kaya. Jangan lah Anda memilih untuk menjadi pencuri, perampok, atau penculik anak orang lain untuk tebusan.



Kenapa harus bermoral ?


Bila Anda menculik anak orang untuk tebusan, katakan berhasil dan Andapun kaya tapi ingat hukum sebab akibat, semua ada konsekwensinya (kita kesampingkan sebentar surga dan neraka tadi, request dari para ateis, matrialis), Anda akan diburu polisi [eh tapi maennya superduper bersih dan cerdas nggak ketauan deh pokoknya] hem.. gimana ya susah juga memang kalau hanya mengandalkan jurisprudence pertanyaan "mengapa harus bermoral?" tak akan pernah terjawab dengan gamblang. Oh iya hati nurani, hati nurani Anda akan menjerit dan jiwa Andapun tidak akan merasakan apa yang disebut ketenangan dan kebahagiaan. Dengan demikian jika Anda ingin merasakan bahagia di dunia (wal akhirat bagi para teis) BERMORAL-lah.



PS:
Untuk seseorang yang saya kenal baik dan sepertinya sekarang sedang berada di balik trali penjara, mengapa bisa samapai begitu, tidak habis pikir. Saya harap Anda memiliki alasan yang kuat utnuk melakukan hal tersebut setidaknya untuk meringankan hukuman di dunia. Mungkin saya sendiri belum memiliki stradard moral tinggi tapi saya akan tetap berusaha memperbaiki diri. Semakin hari semakin saya pikirkan sepertinya benar hanya agama sebagai doktrin mentah tanpa pemahaman tidaklah cukup. Bagaimanapun juga menculik anak orang lain untuk tebusan tidak dapat dibenarkan.



References:

Saya juga pengen bahagia !! (lanjut...)

Intense Debate Comments