Pages

31 March 2008

It's Not That Simple!

Links to this post
Sekilas tampak terbudakkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya tertuankan.

Sekilas tampak merugi, perhatikan dan resapi ternyata hanya laba yang melimpah.

Sekilas tampak terkekang, perhatikan dan resapi ternyata hanya terbebaskan.

Sekilas tampak melemahkan, perhatikan dan resapi ternyata hanya menguatkan.

Musibah kah ? atau anugerah, semakin hari semakin kehilangan nyali untuk memilah.

Arahkan perahumu dan nikmati riak, gelombang, serta badai alirannya. Improvisasi dalam mendayung membuat-mu awet muda.

Lepas dan lupakan maka kau akan selalu diingat.

22. Paradoks Membiarkan Lepas

Apabila saya melepas diri saya apa adanya, saya menjadi apa yang semestinya saya menjadi. Apabila saya melepas apa yang saya miliki, saya akan menerima apa yang saya butuhkan.

Itulah paradoks feminin atau Yin:
  • Dengan menghasilkan, saya bertahan lama.
  • Ruang yang kosong adalah berisi.
  • Apabila saya memberi, saya menjadi lebih.
  • Apabila saya merasa begitu rusak saya sedang tumbuh.
  • Ketika saya tidak ingin apa-apa, banyak yang datang kepada-ku.
Pernahkah Anda berjuang untuk mendapatkan pekerjaan atau cinta dan akhirnya menyerah, dan tiba-tiba Anda menemukan keduanya baik pekerjaan maupun cinta ?

Apakah Anda ingin menjadi bebas dan merdeka. Sesuaikan dengan hukum Tuhan bagaimana sesuatu itu terjadi.

Ketika saya berhenti mencoba memberi kesan pada kelompok, saya menjadi sangat mengesankan. Tetapi ketika saya mulai berusaha untuk membuat diri saya nampak baik, kelompok mengetahui hal itu dan tak menyukainya.

Pekerjaan saya yang terbaik terlaksana ketika saya melupakan sudut pandang saya, semakin sedikit saya membuat diri saya sendiri, semakin lebih saya.

Ketika saya menyerah kepada harapan dari orang yang bekerja saya tidak menghadapi hambatan apapun.

Inilah kebijaksanaan feminin: membiarkan agar dapat mencapai sesuatu.

Pemimpin bijak menunjukan hal ini.

Jhon Hider-The Tao of Leadership (translated)


Related posts: It's Not That Simple! The Answers

Paradoks Membiarkan Lepas (baca lebih lanjut...)

17 March 2008

Mirror

Links to this post
Hua..a..a..a.. Akhirnya update post setalah dua bulan diterpa cobaan yang cukup menguras tenaga dan pikiran [emang cobaan apaan mon ??] (ah besok-besok aja bahasnya kalo udah bener-bener clear). Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin mengumumkan bahwasannya blog pribadi saya ini telah memiliki miror alias blog lain dengan konten serupa. Blog miror tersebut tepatnya terletak di sini (*langsung ngecek* loh koq nggak bisa yah?? *ngecek si empunya hosting* lah nggak bisa juga he..he..) hem.. sepertinya sedang ada gangguan teknis saat saya tengah menulis post ini, mudah-mudahan ketika Anda mencoba semuanya sudah berjalan dengan lancar (kalau belum ya harap maklum :D).

[ngapain seh mirrar-mirror segala ??] Yak, sebuah pertanyaan cerdas, kritis dan bijak. Jadi begini, ide untuk membuat mirror blog tersebut muncul saat terjadi tragedi terpotongnya backbone (untung Andra selamat) serat optik speedy (kacrut yang tidak mau memberi kompensasi) akhir bulan lalu itu. Pada saat itu kami, para penggunan speedy nan malang ini tidak dapat mengakses server yang berada di luar negeri. Maka dari itu saya berinisiatif membuat mirror blog di blogdetik.com yang notabene servernya itu berada di Indonesia, dekat rumah saya tepatnya (jalan kaki yah sekitar 15 menit itu juga jalannya santai) :p.

Selain hal tersebut, mencemati statement-statement Rae --sebagai ahli geopolitik global -- mengindikasikan kondisi ekonomi Amerika yang konon kabarnya berada di tepi jurang resesi, maka saya tidak ingin bila kalau-kalau nanti server tempat blog saya bersemayam terpaksa harus dilego untuk menyelamatkan kondisi finansial perusahaan si empunya hosting.

Lah masih mirror, sekarang jamannya AAC kale ?! (baca lebih lanjut...)

Intense Debate Comments