Pages

23 October 2007

Tool *oops* Way

Links to this post
Sering kali saya mendengar keluhan dari beberapa orang kawan "Mon lo ngomong koq muter-muter bikin pusing, sebenernya pengen ngomong apa seh?!" Akan tetapi di lain waktu saya juga pernah membicarakan sesuatu langsung ke inti kesimpulannya, alih-alih kejelasan yang didapat malah lebih banyak dahi yang berkerut.

Entah sudah berapa lama em.. mungkin sekitar satu tahun lalu saya berbincang dengan beberapa orang kawan (secara terpisah) tentang filosofi dan Tuhan. Setelah pembicaraan bergulir beberapa saat saya pun berujar, "Sebenarnya filosofi itu alat" kawan-kawan yang saya ajak bicara pun pada umumnya diam saja, ada juga yang manggut-manggut etah mengerti entah bingung, kemudia saya lanjutkan "Seperti agama, itu juga alat" untuk kalimat lanjutan ini reaksi yang ditimbulkan lebih beragam ada yang melotot, ada yang bergumam sambil berusaha mencerna, ada yang sekedar kaget, untungnya tidak ada yang sampai cabut samurai he..he... .


Ok sebelumnya saya ingin luruskan, saya tidak sedang mencari sensasi disini. Mungkin kata alat terlalu kasar dan memiliki konotasi negatif. Baiklah kata alat saya ganti dengan jalan (walau kalau saya pikir-pikir jalan termasuk kategori alat). Tidak hanaya filosofi dan agaman saja yang saya maksud disini, ilmu pengetahuan (science) pun dapat dimasukan kedalam jalan (walaupun antara filosofi dan science seringkali saling berpotongan).

Jalan dijaga, jangan disembah.
Sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah jalan bukanlah tujuan, jalan hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Jalan agama dibangun di atas dogma, jalan filsafat dibagun di atas akal budi, sedangkan jalan ilmu pengetahuan dibangun di atas hasil pengamatan dan percobaan. Sedangkan tujuan dari setiap jalan itu adalah kebenaran sejati --sejauh yang saya tahu saat ini kebenaran sejati adalah Tuhan.

Saya sangat setuju dengan usaha umat-umat beragama (termasuk saya sendiri) untuk menjaga jalan agamanya masing-masing agar tetap orisinil sehingga tetap dapat dilalui dan tidak menyesatkan bagi generasi berikutnya. Akan tetapi satu hal yang perlu diingat jangan sampai usaha untuk menjaga jalan tadi melupakan tujuan akhri dari jalan tersebut dan mungkin yang lebih parah lagi malahan menyembah jalan tersebut sehingga menjadikannya sebuah berhala.

Filosofi sebuah jalan lain.
Mungkin beberapa orang agak segan mempelajari filosofi kerena terkesan rumit dan cenderung mejerumuskan (katanya). Memang benar untuk mempelajari filosofi diperlukan dasar logika yang terkadang memang memusingkan tapi tenang saja toh Anda masih punya nurani bukan ?. Semua kerumitan tadi akan terbayar ketika Anda berhasil mengungkap prinsip dasar dari suatu pemikiran sehingga Anda tidak hanya terombang ambing di permukaan. Dengan memperbaiki dasar pemikiran yang keliru akan sesuatu, dapat memberikan Anda sudut pandang baru, memperbaiki persepsi yang selamai ini (di)kacau(kan) sehingga Anda dapat mengoptimalkan potensi yang ada untuk dikembangkan lebih jauh.

Yampun, cabut samurai?!, cabut singkong (sampeu) kale ah !! (lanjut...)

14 October 2007

Even Ninja and Pirate ....

Links to this post
Hallo semuanya apa kabar, duh rindu sekali untuk kembali posting. Banyak sekali hal yang saya pikir cukup signifikan telah terjadi dalam satu bulan terakhir, tapi apa daya saya telah memutuskan untuk berhiatus selama Ramadhan kemarin. Hiatus tersebut merupakan salah satu upaya saya untuk memastikan bahwa posting yang saya lakukan bukan didasari atas hawa nafsu ingin berpendapat dan sok tahu tentang ini dan itu.

Mungkin hal serupa juga baik bagi para peminat maupun penggiat poligami, sebaiknya Anda mencoba kembali memikirkan tentang alasan yang mendasari gaya-hidup tersebut (poligami), jangangan sampai hanya hawa nafsu libidal-lah yang menjadi inti segala sesuatunya.

Dan tidak lupa imbauan serupa ditujukan kepada para aktivis anti-poligami, sebaiknya Anda juga mencoba kembali memikirkan tentang alasan yang mendasari segala advokasi yang ada utarakan, jagan sampai hawa nafsu akan egoisme dan narsisisme-lah yang menjadi inti segala sesuatunya.

Ya sudah, pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan permitaan maaf yang setulus-tulusnya dari lubuk hati yang terdalam kepada para perompak maupun ninja yang telah berkunjung ke blog saya ini dan mungkin menemukan berbagai hal yang kurang berkenan di hati.

Dan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, saya pun telah memaafkan segala hal yang kurang berkenan baik dari para perompak (dengan segala kegaduhan yang ditibulkan berupa komentar yang terkadang menyebalkan) maupun para ninja (dengan segala kesunyian, datang rutin tanpa pernah memberi komentar).
Bila Anda melihat ninja dan/atau mendengar seseorang mengaku sebagai ninja, maka ia bukan seorang ninja.
Bila Anda melihat perompak dan/atau mendengar seseorang mengaku sebagai perompak, maka ia mungkin saja seorang ninja.


Yah baru lebaran, udah ngomongin poligami cari ribut aja lo !! (lanjut...)

Intense Debate Comments