Pages

03 December 2005

No small-talk, just control.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ok untuk memenuhi janji gw di salah satu bulletin board Friendster yg gw isi kemaren, untuk memasang gambar dari sebuah sistus konyol yg membuat gw tertawa terbahak-bahak, maka gw post dan gw publish blog ini. Nah itu dia gambar utamanya lo bisa liat sendiri (seting web browser nya picture jangan di disable dong (kayak gw sehari-hari, maklum koneksi lambat :)), sebuah remote control merek SONY. Sebenernya masih ada gambar di sekitarnya tapi gw kira agak vulgar dan itu bukan intinya.



Kalo merasa kurang nyaman ngeliat remote controlnya karena kekecilan dan miring click aja gambarnya nanti ada yg agak gede bakal muncul (mudah"han :). Nah dah liat blom gambarnya ? kalo agak bingung koq ada tombol yg nggak jelas labelnya he..he.... itu emang kerjaan gw, soalnya gw merasa bertanggung jawab, yah setidaknya terhadap diri gw sendiri atas tulisan label-label tombol tersebut, karena bisa diartikan pelecehan terhadap gender tertentu jadi gw sensor deh (sorry ye :). Gw tau maksud yg bikin itu becanda tapi orang kan beda-beda ya he... Dan untuk memudarkan kesan ketimpangan keberpihakan (yaampun bahasanya) pada suatu gender terhadap yg lain di remote itu, maka gw berinisiatif untuk nambahin tombol swich dibagian bawah walaupun kalo teliti sebenernya kesan itu masih terasa.

Trus jadi nggak lucu dong :( ?? Tujuan gw nunjukin gambar itu emang bukan biar yg liat blog gw ketawa, tapi gw pengen menyampaikan sebuah pikiran yg timbul setelah gw selesai ketawa abis ngeliat dan membayangkan apabila remote control kayak gitu emang beneran ada. Mungkin dulu ketika penyakit bawaan gw (anti sosial) cukup parah (sekarang agak mendingan ni buktinye gw bikin blog he...he...) gw kadang-kadang juga pernah berpikir (mungkin lo juga) untuk memiliki remote control kayak gitu kalo emang beneran ada. Sebuah remote kontrol yg bisa di gunain untuk mangatur pasangan, temen atau sodara seenak udel kita aja. Dengan kata lain si pemegang remote adalah subjek yang amat berkuasa ("God wannabee" wuidiiii....syirik ente, dosa besar) dan pasangan, temen atau sodara adalah objek penderita (kekerasan, nafsu apa aja (kalo nafsu makan Sumanto dong), termasuk juga sesuatu yg kalian sebut dengan "Cinta" itu). Lo nggak perlu small-talk (basa-basi) atau bermanis-manis muka, tuker pikiran, apa lagi diskusi, kalo pengen meminta dia melakukan sesuatu, tinggal pencet aja dan semua berjalan lancar.

Seiring berjalannya waktu, setelah banyak yg gw alami dan gw pikirkan ternyata pikiran gw dulu itu nggak bener (kalo nggak mau dibilang salah besar) :(. Menganggap orang lain, baik itu pasangan, temen, sodara, dll sebagai objek tidaklah tepat. Ketika kita memandang pihak lain sebagai objek maka bisa dibilang yg ada di benak kita adalah expoitasi dan peras sampai kering. Siapa peduli pikiran, preferensi, kebiasaan dan perasaan orang lain, yg penting gw happy hua..a.. >:). Tapi kalo besok-besok remote control kayak gitu ada yg jual di atas KRL Jakarta-Bogor, ya gw tetep juga pengen punya tapi mungkin gunainnya agak beda. Kalo gw dah punya pasangan, remote control kaya gitu, swichnya gw set ke "HUSBAND CONTROL" diarahin ke diri gw sendiri terus pencet sesuai kebutuhan pasangan gw. Untuk dapat melakukan hal itu dengan baik, gw pikir sekarang gw harus mempelajari beberapa hal penting, diantaranya belajar merasakan kenikmatan ketika memberi dan melayani orang lain, ketimbang ketika diberi dan dilayani oleh orang lain.

Wasalam.

11 November 2005

Better Living Through Personality

Kita semua hadir dalam bentuk dan ukuran yang berbeda.
Kita semua memiliki kekuatan dan kelemahan.

Sesuatu yang baik bagi seseorang belum tentu baik bagi orang yang lain.
Ada beberapa hal yang menurutku penting, dan mungkin tidak kau pedulikan sama sekali.

Dan terkadang tingkah laku mu sangat tidak masuk akal bagi ku.
Tapi aku ingin kita saling dapat memahami dan berkomunikasi dengan baik, karena kita hidup berdampingan di bumi yang sama.

Aku tahu diriku tak bisa mengharapkan dirimu untuk juga menginginkan sesuatu yang aku inginkan.
Kita bukan orang yang sama, dengan demikian kita tidak harus melihat sesuatu dengan cara pandang yang serupa.

Aku punya pemikiran dan ide ku sendiri, dan itu mungkin tidak sesuai dengan pandangan dirimu bagaimana seharusnya diriku.

Dengan mempelajari lebih dalam tentang kepribadian ku, dan kepribadian orang lain, aku dapat menjadi lebih paham dan mengerti kekuatan dan kelemahanku.

Aku dapat memperbaiki hubungan antar pribadi, menerima orang lain sesuai keadaanya, dan mendapatkan pengetahuan akan diri sendiri yang dapat membantu ku mendefinisikan dan mencapai tujuan-tujuan (ku).

Sebuah terjemahan bebas halaman utama dari The Personality Page

03 November 2005

Yaampun..!, kirain apa :| .

Alhamdulillah udah Idul Fitri lagi, dan yang lebih harus disukuri lagi ternyata pagi ini gw masih diberi kesempatan untuk solat Id berjamaah di Mesjid. Padahal kemaren sore udah agak pesimis bakal bisa solat Id di Mesjid. Enggak tau kenapa tiba-tiba saat memasuki 1 Syawal (versi perintah dan sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia) gw terserang suatu gejala aneh (lagi) yang sampai sekarang gw hanya bisa menduga-duga.

Kalo enggak salah gw pernah terkena gejala serupa itu sekitar dua atau dua setengah taun lalu, tapi waktu itu gw lagi tidur sekitar tengah malam jadi nggak terlalu menghawatirkan. Sedangkan yg kemaren itu terjadi dalam perjalanan (kaki) pulang dari sebuah toko buku terkemuka dalam rangka melengkapi sebuah seri film dokumenter (satu"nya seri yg baru bisa gw lengkapin (akhirnya), karena cuma tiga volum he..he...) deket rumah pada sebuah gang di belakang salah satu TV swasta nasional. Dengan terhuyung-huyung dan sempat beristirahat di pangkalan ojek yang udah ditinggal pergi tukang ojeknya untuk bersiap takbiran (padahal tinggal 50m dari rumah).

Akhirnya sampai juga dirumah walaupun dengan susah payah menggukankan sisa tenaga yang masih tersisa. Sesampainya di rumah dan setelah beristirahat sebentar gw mulai memikirkan pemicu gejala aneh itu. Apakah gejala itu timbul karena gw "bermain-main" dengan gelombang otak beberapa hari sebelumnya, atau karena gw "bermain-main" dengan kipas angin merek Maspion pas tidur siang tadi plus sembelit karena kekurangan serat, atau gw mungkin juga harus mempertimbangkan pendapat ibu gw yg katanya "kebanyakan minum kopi sih !". Tapi kalo gw pikir, gw bandingkan dengan pengalaman terdahulu, dugaan kedua adalah yg paling beralasan, dan kesimpulannya gw cuma masuk angin komplikasi dengan sembelit, penyakit orang kebanyakan (dosa). Akhirnya malam takbiran tahun ini gw habiskan dengan beristirahat di peraduan sambil sesekali terbangun melihat sms dari kawan-kawan lama yang mulai masuk, ditandai dengan bunyi ring-tone standard monophonic "TIT-TULUT-TULIT".

29 September 2005

The Heritages

Father and Son
Ronan Keating and Yusuf Islam
(formerly known as Cat Stevens)

Father
It's not time to make a change,
Just relax, take it easy.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to know.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.

I was once like you are now, and I know that it's not easy,
To be calm when you've found something going on.
But take your time, think a lot,
Why, think of everything you've got.
For you will still be here tomorrow, but your dreams may not.

Son
How can I try to explain, when I do he turns away again.
It's always been the same, same old story.
From the moment I could talk I was ordered to listen.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.

Father
It's not time to make a change,
Just sit down, take it slowly.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to go through.
Find a girl, settle down,
if you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.
(Son-- Away Away Away, I know I have to
Make this decision alone - no)

Son
All the times that I cried, keeping all the things I knew inside,
It's hard, but it's harder to ignore it.
If they were right, I'd agree, but it's them They know not me.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.
(Father-- Stay Stay Stay, Why must you go and
make this decision alone?)


This blog is dedicated to

Supardi .S (Alm)

Why sometimes we know someone better after he or she has gone.

26 September 2005

Just (another) try to remind

Bissmillah hirrohman nirohim........

Banyak hal yang harus ku selesaikan hari ini.
Banyak hal yang harus ku kerjakan esok hari.
Waktu terasa sangat cepat belakangan ini.
Waktu terasa sempit, rumit, menghimpit .

Tapi ada satu hal yang dapat membuat ku tetap dapat bertahan.
Ada satu hal yang dapat membuat ku tetap mampu memikul seluruh beban dan tanggung jawab ini.
Satu hal itu adalah berandai-andai mati.

Andai aku mati esok hari, aku tidak harus memikirkan semua tanggung jawab ini lagi.
Andai aku mati malam nanti, aku tidak harus memikirkan semua beban ini lagi.
Dan andai aku mati satu jam lagi aku tidak harus memikirkan semua hal ini lagi.

Tetapi ada satu hal, satu tanggung jawab, satu beban yang muncul dari balik tumpukan berbagai masalah dan tanggung jawab tadi yang mulai hancur dan memudar.
Sebuah tanggung jawab yang amat besar dan sering tersamarkan.
Sebuah hal yang amat dekat tetapi sering tak terlihat.
Sebuah beban yang melekat tetapi sering tidak dirasakan.
Sebuah beban tanggung jawab ku terhadap Sang Pencipta tentang apa yang sudah ku lakukan di masa hidup tadi.

(Composed 07 Juni 2003, 7:24:50)

category: Reminder.

Intense Debate Comments