Pages

01 August 2007

Dora The Killer


doraPertama, saya ingin mengutaraka permintaan maaf kepada seluruh penggemar Dora the Explorer atas pemasangan gambar di samping. Terus terang gambar tersebut bukanlah hasil karya saya sendiri melainkan saya ambil di suatu tempat di internet dan kebetulan saya juga sudah lupa lokasinya. Gambar tersebut muncul di search engine ketika saya ketik "dora the killer" FYI (tau nggak sih lo?) selain sebagai penjelajah ternyata, ada juga Dora lain yg kerjanya membunuh.

PERHATIAN!! post kali ini tidak ditujukan kepada anak berusia dibawah 13 tahun dan/atau aktivis pecinta binatang pengganggu.

Siklus musim yang kian tidak menentu, ternyata tidak hanya menimbulkan paceklik di berbagai desa. Semut dan tikus sebagai salah satu binatang ciptaan Tuhan sepertinya juga merasakan hal serupa akibat pemanasan global yang kian menggila. Diperkirakan karena hal tersebut, akhir-akhir ini dilingkungan tempat saya tinggal telah terjadi eskalasi tingkat agresifitas tikus dan semut merah kecil--yg kalo ngegigit gatelnya minta ampun. Tidak hanya memanjat tembok, tikus-tikus tersebut terlihat sudah mulai menganut faham vandalisme dengan merusak kawat nyamuk almunium (tolong bedakan dengan anarkis, emang sejak kapan tikus punya kelurahan). Nah inilah saatnya Dora The Killer beraksi !!

Dora yang saya maksud kali ini adalah merek dagang racun tikus yang diproduksi oleh perusahaan patungan Indonesia-Nippon, PT. FUMAKILLA, Tanggerang di bawah lisensi FUMAKILLA LTD. Japan. Saya mengetahui produk tersebut ketika berniat mencari racun tikus di sebutah jaringan supermarket yang pada tiga tahun lalu kantor pusatnya sempat saya jadikan tempat PL (praktek lapang) dengan alasan hanya 10 menit berjalan kaki dari rumah. Berhubung saat itu cuma itu satu-satunya pilihan racun tikus yang tersedia, langsung saja saya ambil ukuran sedang. Dengan merelakan 6000 IDR sebagai pengganti bahan baku, upah buruh, gaji staf, marjin, pajak dan berbagai komponen harga lainnya maka saya, secara legal, dapat membawa pulang si Dora dengan tenang.

Seasampai di rumah, first thing first, baca aturan pakai!! Setelah membaca untuk beberapa saat, saya pun terheran-heran seraya berpikir "Koq kepikiran sampe situ ya ?? CANGGIH !! SUGOY !! BANZAI !!" (kebetulan ketika tingkat I - II ada seorang Jepang di kosan, kesimpulannya jangan menaruh cincin anda di sembarang mangkok :)) [Woi koq canggih, kenape emangnye??] Maaf jika penasaran, jadi begini, racun tikus tersebut mengandung bahan aktif Warfarin 0.105% (apakah anda ingat pelajaran kimia dahulu, saya sih sudah lupa :p). Dan intinya adalah racun itu bekerja secara kronis yang berarti dalam beberapa kali makan tikus-tikus imut target-operasi tersebut tidak akan langsung mati. Tikus-tikus tersebut diperkirakan akan mati antara tiga sampai dengan empat hari kemudian bila memakan umpan tersebut secara terus-menerus setiap harinya. [Kenapa harus begitu?] jangan salah, tikus-tikus sekarang sudah pada pinter-pinter loh!! (sepertinya pernyataan ini dapat menjadi salah satu senjata busuk bagi para customer service representative guna menyelesaikan keluhan tagihan telp/internet dari para pelanggan) jika melihat rekan sejawat dan seprofesinya memakan umpan kemudian langsung mangkat di tempat, maka tikus-tikus tersebut tidak akan bersedia lagi untuk memakan umpan tersebut.

Sebenernya ada satu lagi ke-SUGOY-an Dora si racun tikus. Pada petunjuk penggunaan juga tertulis bahwasannya racun yang terkandung akan menurunkan kepekaan indra pengelihatan sang target-operasi (tikus-tikus imut) sehingga beliau akan mati di tempat yang terang dan mudah terlihat. (Canggi nggak tuh?) Pada intinya, target operasi dibuat menjadi buta secara perlahan dan diharapkan beliau akan mencari sumber cahaya, keluar dari lubang/tempat persembunyiannya sebelum akhirnya wafat. Hal tersebut akan memudahkan datasemen umum 13 untuk memfoloapi keadaan ketika target opersasi terbujur kaku.

Tunggu sebentar!, itu semua masih berupa janji-janji manis produsen Dora si racun tikus, kita masih membutuhkan pembuktian untuk memvalidasi kecanggihan dan fitur-fitur yang ditawarkan. Tempatkan Dora didalam semacam wadah kecil (agar termonitor apakah berkurang) di beberapa tempat yang strategis kemudian ditinggalkan.--Sehari Kemudian-- Masih utuh. --Tiga Hari Kemudian-- Tidak ada perubahan. --Satu Pekan Kemudian-- Sudah terlupakan, wah gagal maning Son!!

Sampai suatu siang ada seekor tikus konyol keluar dengan santainya dari lubang persembunyian dengan gerakan kurang lincah. Dan betul saja, keesokan harinya ada dua ekor tikus tergolek lemas tak berdaya di tempat terbuka serta mudah dijangkau.

"BERHASIL-BERHASIL-BERHASIL HORE...!!"

Sepertinya penyesuaian selera membutuhkan waktu, mungkin formula Dora disukai oleh tikus-tikus Jepang akan tetapi kurang pas di lidah tikus lokal. Untuk menyiasatinya dibutuhkan kebijakan-kebijakan lainya yang mendukung. Kebijaan yang dimaksud seperti menutup akses terhadap makanan-makanan lainya yang lebih familiar bagi tikus lokal dan tidak berracun (sisa makanan, bunga-bungaan dan umpan dalam usaha menjebak tikus secara mekanis yang terbukti sudah tidak efektif lagi, seperti lem tikus).

Masih terheran-heran, sebenarnya dari mana para penyusun formula Dora si racun tikus membuat strategi yang cukup Out Of The Box tersebut. Setelah dipikirkan dan direnungkan kemunkinan besar ide tersebut berasal dari pabrik rokok serta para perokok yang mati satu-persatu terserang berbagai penyakit kronis dalam 15-20 tahun kemudian.

TERIMA-KASIH PABRIK ROKOK !!

13 comments:

  1. Shock baca judulnya :D. Kirain dora buat seri thriller. Hahaha.
    Hoo..ada ya racun tikus dora?
    Tapi matinya lama ya..4 hari?!?
    Capek nunggunya O_o.

    ReplyDelete
  2. iya empat hari tapi relatip cepet lah ketimbang 15-20 taun :p

    ReplyDelete
  3. ha ha ha ha ha
    tak sangka ada jenis dora baru...
    coz selama ini juga gak nonton dora sih.. cuma spongebob ama avatar doank
    dasar si TEMON ( masih aneh nyebutnya mas )
    aneh aja temon kok jadi mas..
    emang eike cowok apaan nekk
    he he he he he
    lam kenal buat temon temon jakarta

    ReplyDelete
  4. @ilhamsaibi
    he..he... thx 4 the comment dan mengenai absurditas gender atas nickname yg saya gunakan anda adalah orang ke-4 yg menanyakan secara langsung :D

    bagi yg lain fyi (taungak sih lo?) di daerah jawa tengah terutama magelang dan juga jogjakarta temon itu berarti gadis muda, bahenol, denok-demplon prikitiw dah pokoknya

    mungkin untuk kedepan akan saya pertimbangkan untuk membuat posting pelurusan sejarah kira" judulnya "TEMON BEGIN" he..he...

    ReplyDelete
  5. gila...sungguh sebuah produk yang sangat menakjubkan!! dan menggunakan mekanisme yang sama dengan rokok!! Sugoy!!


    coba di repost dengan mengganti subyek "tikus" menjadi "perokok" dan "DORA" dengan "rokok". Kayanya masi relevan

    ReplyDelete
  6. @anandita
    aduh jangan gitu dong, masa' disama-samain :)

    ReplyDelete
  7. huweee.....temon!!! Kucing gw meninggal dunia...kayanya keracunan racun tikus yang dipasang tetangga gw deh..gw benci siapapun itu yang masang racun tikus terkutuk deket rumah gw!!!

    ReplyDelete
  8. @anandita
    saya turut berduka cita atas wafatnya sang kucing, dan semoga yg ditinggalkan dianugrahi kesabaran Amin.
    hem... gitu ya, kalo gw naro'nya dalem rumah paling bahaya kalo gw lagi kelaperan pengen ngemil,
    dikasih tulisan juga percuma ya, tapi jangan dimasukin ke box makannan dong :D
    *kabor...*

    ReplyDelete
  9. tapi jangan dimasukin ke box makannan dong :D >>> kurrriiiiaaaaanggggg ngggaajuuuaarrr!!! kau tidak mengerti betaapa hancurnya hatiku........

    ReplyDelete
  10. semua racun tikus sekarg jg gitu ko..
    tp itu g selamanya tikus cari tempat terang..
    kbetulan aj pas anda berhasil..

    tp lebih kasihan buat kucing2 y ikut kercunan..
    g ush pake racun deh.. lem aja cukup.
    atw lw coba taruh kucing satu hari drmahmu,
    klo ada bau kucing, tikus g brani bertingkah..

    jgn pake racun y,
    kucing gw mati semua gara2 racun tikus tetangga..
    kasihan liatnya deh

    ReplyDelete
  11. cari di mall mana mas??? Saya di semarang nih

    ReplyDelete
  12. saya punya pengalaman baru2 ini dgn si Dora, tikus dirumah sangat doyan dgn si dora, hingga hari ke 9, hampir habis 1 pak Dora ukuran besar dan belum mati2, saya tambah dengan merk Racumin, setiap hari 3 blok, habis dan doyan jg, tentu saja si Dora jg di embat, istri sudah tidak sabar, hari ke 14 saya pasang jebakan kawat kandang, dgn umpan si Dora dan Racumin, keesokannya kena perangkap dan tikusnya msh muda, imut, lucu dan sehat walafiat, istri sampai tidak tega untuk membunuhnya.
    malam ini saya taruh diluar pagar tuh jebakan sm tiikusnya, biar bsk baru di basmi.
    kesimpulan, ramuan si Dora memang sangat enak bagi si tikus, 14 hari dikasih makas sebungkus besar masih doyan saja.
    Tapi sama sekali tidak ada efek keracunan.
    Saya cuma bs sarankan membasmi tikus dgn racun lebih baik beli racun yg di toko tani, saya pernah lihat tikusnya mati di tempat, pdhal ukurannya lebih besar dr anak kucing.
    Dora dan sejenisnya kurang ampuh.

    ReplyDelete
  13. saya ada bukti foto si tikus yg sehat dan sisa si Dora

    ReplyDelete

Intense Debate Comments